
"Kakek, ini bukan salah Mike. Dulu Elaine juga banyak salah. Dan Elaine akan lebih patuh sekarang, yang pasti akan membuat mama berubah sikap pada Elaine." Eireen lalu memegang tangan kakek dan berkata lagi "kakek, jangan marah ya?"
Suara lembut dan manja dari Eireen membuat kakek menjadi lebih tenang.
Mau tak mau kakek yang merasa sudah termakan bujuk rayu Eireen berkata"dasar gadis nakal."
Melihat bahwa kakek sudah dalam perasaan hati yang baik, Eireen tertawa dan menjulurkan lidahnya "Kakek, kapan waktu kalau mau ke kedai teh, ajak Elaine ya."
"Apa yang kamu akan lakukan jika ikut bersama orang tua sepertiku. Anak muda harus banyak bersosialisasi satu dengan yang lain."
Saat kakek berbicara, dia memandang Mike dan mengisyaratkan sesuatu. Mike tertegun dan menjawab "kakek benar."
Eireen lalu berkata dengan lembut "kakek, mengolok-olok Elaine lagi."
Pria tua itu bersenandung dengan senang. Tetapi jelas kata-kata dari Eireen membawa ketenangan dalam dirinya.
Dalam perjalanan ini karena candaan dari Eireen, membuat perjalanan yang sangat lambat menjadi santai dan tenang.
Hati Mike perlahan-lahan menjadi sangat tenang. Mike dan Eireen setelah mengantar kakek sampai dikamarnya, baru lah mereka pamit pulang.
"Kakek, beristirahat lebih awal ya. Besok kita akan bertemu lagi." Kata-kata dan perhatian Eireen yang tulus, membuat para pelayan yang sudah lama bersama kakek memujinya.
Semua orang mengatakan, kakek sangat menyukai cucu menantunya itu. Dan itu benar dan sangat pantas melihat perlakuan Eireen kepada kakek.
Hanya dia yang berani bicara kepada kakek.
Yang lain akan langsung diam dan tidak berani berkutik ketika kakek mulai bersuara. Dan beberapa mengatakan kalau Kakek adalah orang yang sangat membosankan.
"Yah kalian harus cepat kembali. Sudah larut. Hati-hati di jalan."
__ADS_1
Kakek mengatakan kepada Mike bahwa dia sangat marah hari ini. Tetapi Sepanjangan perjalanan pulang kerumah Elaine sengaja menggoda kakek, membuat kakek mempunyai suasana hati yang lebih baik sekarang.
Mike tertegun saat dia ingin mengatakan sesuatu. Kakek berkata kepadanya "sudahlah. Oke."
Eireen yang melihat hal itu hanya berdiri sambil tersenyum. Mike terdiam memandang Eireen lalu mengamati kakek. Akhirnya dia mengerti, yang di inginkan kakek adalah kehangatan sebuah keluarga. Itulah mengapa kakek sangat baik pada Eireen.
"Kalau begitu, kami pergi dulu, kek." Keluar dari rumah kakek, mereka berdua berjalan kerumah mereka. Tidak satupun dari mereka membuka pembicaraan, suasana jadi sangat canggung.
Eireen ingin mengucapkan beberapa kata, tapi dia merasa Mike masih sangat marah padanya. Dia dengan sadar menutup mulutnya. Eireen hanya tidak tahu bagaimana Mike masih marah padanya. Bagaimanapun tentang Edward, Eireen sudah menjelaskan pada Mike.
Sebaliknya beberapa kali, Mike ingin berbicara dengan Eireen, tapi dia gengsi untuk memulai lebih dulu. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang mengucapkan sepatah katapun, sampai mereka tiba di kamar.
Mike sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia langsung kembali ke ruang kerja. Tumpukan dokumen sedang menunggu persetujuan darinya. Tapi dia hari ini sedang dalam kondisi yang kurang baik.
Mike lalu membuka sebotol anggur, lalu meminumnya. Sambil minum dia membuka beberapa berkas. Dia kembali bekerja.
Mike bekerja sampai larut malam. Tanpa dia sadari dia berjalan kembali menuju kamar utama. Siapa sangka ketika pintu di buka dia melihat Eireen yang sedang tidur dengan pulas.
Dia mengulurkan tangan dan menyentuhnya, Eireen tidak bergerak. Dia tidur sangat manis. Mike tampak kesal karena Eireen tidur dengan nyenyak. Dalam pikiran Mike 'akhir-akhir ini sepertinya dia hidup nyaman ketika aku tidak di sampingnya.'
Di ranjang besar, Eireen menguasai tempat tidur. Tubuhnya membentang dan sedikit terbuka. Kulitnya yang seputih salju semakin bercahaya di bawah sinar lampu. Ketika bernafas pun bibirnya bergerak naik turun. Seperti sedang mimpi indah.
Eireen tanpa sadar tidur menendang selimut. Menunjukkan kakinya yang sangat putih. Mike bisa merasakan tenggorokan sangat kering. Memang dia minum beberapa gelas anggur. Meskipun dia tidak mabuk. Tapi dia merasakan tegang dan matanya sedikit bingung melihat pemandangan di depan matanya.
Tanpa dia sadari, tubuhnya menerjang Eireen yang sedang tertidur pulas. Dia mencium bibir indah Eireen.
Eireen sedikit merespon, merasakan berat dan nafas yang dia sudah akrab, dengan refleks Eireen lalu merangkul lehernya.
Melihat respon Eireen, Mike semakin berani. Merasa tubuhnya sangat berat, seperti ada yang menindih nya,Eireen segera tersadar.
__ADS_1
Dia membuka matanya dan melihat wajah Mike yang tampan sudah di depannya. Tanpa dia sadari dia sudah memeluk tubuh Mike.
Nafas Mike masih tercium bau alkohol. Eireen tersipu malu dan mencoba meronta. Dia mengulurkan tangannya dan mencoba mendorongnya " apa yang sedang kamu lakukan?"
Tapi tangannya tiba-tiba ditahan oleh Mike. Dia mengerahkan kekuatan lalu terdengar suara serak dari Mike "jangan lupa, ini tugasmu untuk melahirkan anak. Aku tahu masa periodikmu baru saja selesai kemarin."
Eireen tersipu mendengar kata-kata Mike, perlawanannya mengendur. Tubuhnya bergerak perlahan sesuai gerakan Mike.
Melihat kerjasamanya, tindakan Mike menjadi lebih berani. Dan tampak terus melaju seolah-olah dia adalah jenderal dalam sebuah perang.
Eireen tanpa sadar mengeluarkan beberapa erangan kecil, yang membuat Mike semakin menatap penuh cinta dan dalam.
Detak jantung yang kuat, Eireen menikmatinya sesaat. Membuat dia mencapai kesenangan ekstrim yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
....
Keesokan paginya, matahari masuk melalui jendela. Eireen menggosok matanya dan duduk. Semua hal yang terjadi semalam membuatnya merasa kesakitan. seolah-olah dia habis bekerja berat.
Dia telah dibuat remuk oleh Mike semalaman. Mike menyerangnya lagi dan lagi. seolah-olah tidak tahu bagaimana merasa puas. dan ketika Eireen bangun, kakinya terasa gemetar dan kaku.
Eireen bukannya tidak ingin melawan, tapi dia di tekan oleh kekuatan yang tidak bisa dia lawan.
Eireen merasa sangat mengantuk dan lelah. Dia hanya mengganti posisi tidurnya. Lalu tertidur lagi. Eireen kali ini tidur sangat lama dan hari sudah siang ketika dia terbangun.
"kenapa aku terbangun sampai sesiang ini lagi." Eireen menggerutu lalu segera pergi mandi. pelayan sudah membuat makan siang. Dia sangat malas hari ini, jadi dia meminta pelayan untuk membawa makanan ke kamarnya.
ketika sedang makan, ponselnya berbunyi lagi. dari tadi dia mandi, memang dia mendengar bunyi ponselnya tetapi dia mengabaikan nya. baru dia membuka ponselnya. betapa terkejutnya dia, banyak pesan masuk dari Edward. dia lupa sudah membuat janji temu pada Edward hari ini.
happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1