Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 34


__ADS_3

Eireen mengangguk dengan senang, "saya tahu, kakek."


Sesudah itu ia segera pergi dari ruangan dan turun ke bawah. Jalanan di kedai tersebut sangat ramai, banyak para pejalan kaki lalu lalang.


Ada beberapa pusat perbelanjaan di sana, Eireen memasuki yang terdekat. Lalu dia mampir ke kafe yang ada di sana. Kafe dengan dekorasi terbuka. Dengan segera dia duduk dan mengistirahatkan kakinya.


"Mau pesan apa Nona?" Tanya pelayan.


" Aku mau pesan Vanilla latte saja." Eireen dengan santai menanggapi pelayan. Sesudah pelayan pergi, dia merasa ada sebuah bayangan yang mendekat ke arahnya.


Eireen lalu mengangkat kepalanya dan menatap bayangan itu. Dia melihat seorang pria yang sangat tinggi tidak tahu kapan datang, menatap dan tersenyum padanya.


"Halo bisakah aku menganggumu sebentar?" Kata pria tersebut.


Eireen terkejut karena dia tidak mengenal siapa pria tersebut yang berdiri di depannya.


"Ada apa ya?" Eireen dengan ragu-ragu lalu bertanya kembali.


"Apakah anda nona Elaine?"


Dengan segera otak Eireen bekerja, mencoba mengingat info dari Tommy. Orang ini bertanya mengenai Elaine. Pasti ada sangkut paut dengan kehidupan Elaine. Tapi dia tidak menemukan mengenai pria di hadapannya.


Dengan ragu-ragu Eireen bertanya "apakah kita saling kenal?"


"Tidak, kita tidak saling mengenal. Aku minta maaf, aku mungkin sedikit kurang sopan." Sambil berbicara pria tersebut memberikan kartu namanya bewarna gold.


"Namaku Edward. Saya spesialis dalam bidang fashion dan desain. Saya adalah presiden direktur dari grup perusahaan Tan."

__ADS_1


Eireen agak terkejut menerima kartu nama tersebut. Dia juga pernah mendengar sedikit tentang keluarga Tan. Bisnis keluarga Tan adalah bisnis yang bergerak di bidang Garmen. Bisa dikatakan perusahan tersebut pelopor usaha garmen di kota ini.


Eireen secara alami memperhatikan, tetapi tidak pernah menyangka bahwa orang dari keluarga Tan akan datang langsung di hadapannya.


"Saya tidak tahu, ada perlu apa tuan Tan ingin bertemu dengan saya?"


Edward tersenyum dan duduk di depannya. "Nona Elaine tampak sangat berhati-hati dan waspada. Sebenarnya saya tidak ada maksud apa-apa. Saya hanya ingin mempekerjakan anda di perusahaan saya sebagai desainer." Ucap Edward dengan sangat hati-hati.


Eireen sedikit bingung. Dia tidak pernah berpikir bahwa tuan Edward Tan akan datang sendiri untuk merekrutnya. Meskipun Perusahaan keluarga Tan tidak setenar Perusahaan Mike, tapi termasuk Perusahaan yang bisa tidak di pandang sebelah mata. Khususnya di bidang industri Garmen.


Melihat Eireen terpana, segera Edward berkata " sebenarnya saya telah melihat karya anda di forum desain. Itu sangat sempurna."


Mendengar dia menyebut forum desain, ia sangat yakin hanya keluarga Mike yang tahu. Darimana Edward mendapatkan berita itu.


"Bagaimana anda bisa mengetahuinya?" Tanya Eireen penuh keraguan.


"Jangan salah paham, aku tidak punya kebiasaan mencari tahu tentang pribasi seseorang." Edward lalu sambil tersenyum berkata "saya tidak sengaja mendengar dari Megan menyebutkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa desainer yang terkenal misterius itu adalah anda."


Kepribadian dari Megan sangat jelas, jika orang di depannya adalah temannya lebih baik Eireen segera menjauh. Dia tidak ingin terlibat masalah baru dengan Megan.


Melihat ekspresi dari Eireen ketika dia menyebut nama Megan, Edward sebenarnya pernah meminta orang mencari tahu bagaimana hubungan Eireen dan Megan. Dikatakan bahwa Eireen dan Megan sangat tidak akur. Baru saja dia menyebut nama Megan, Eireen dengan segera memasang benteng pertahanan dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan mereka.


Edward lalu buru-buru menjelaskan "saya dan Megan tidak terlalu akrab. Kebetulan kami bertemu di sebuah pesta.hanya kenal saja."


Eireen mengangguk dan menjawab " terima kasih atas kebaikan dan tawaran anda. Tetapi saya tidak akan mempertimbangkannya untuk saat ini."


Di pihak keluarga Mike saja dia belum berani berjanji apa-apa. Bagaimana mungkin dia sudah menjanjikan sesuatu kepada orang lain?

__ADS_1


"Nona Elaine, saya disini bukan untuk mempekerjakan anda, tetapi saya ingin menjadi mitra anda." Edward dengan segera memotong kata-kata Eireen, dia masih menatap Eireen dengan mata yang sangat tulus.


Eireen tidak bisa menyembunyikan perasaannya di tatap seperti itu dengan sedikit terkejut.


"Aku pulang dari luar negeri adalah untuk membuat cabang perusahaan baru. Selama kamu berniat bergabung, kamu tidak usah mengeluarkan uang sepeser pun. Aku akan memberikan 48 persen saham. Semua dana dari saya, anda hanya perlu memberikan kontribusi dalam teknik mendesain saja." Ucap Edward dengan sangat tulus.


Eireen masih tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Masih ada saja hal yang baik terjadi kepadanya. Namun menurut pandangannya, Perusahaan Tan itu sangat terkenal, kenapa malah mau memilih desainer seperti dirinya.


Melihat mata Edward penuh ketulusan, Edward tidak menghindar dari tatapan Eireen yang ingin menyelidiki. "Ketika saya kuliah, saya mengambil jurusan desain yang berhubungan dengan fashion.saya bahkan merancang beberapa karya. Anda mungkin juga bisa melihatnya." Sambil mengatakan hal itu, Edward lalu mengeluarkan hasil desainnya. Lalu berkata lagi ” saya dengan tulus mengundang anda untuk bergabung dengan perusahaan kami."


Eireen memegang desain Edward dan dia sedikit terkejut, "apakah anda semua yang menggambarnya?" Gambarnya sangat rapi dan fokus. Eireen tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.


"Terima kasih nona Elaine atas pujiannya. Anda juga tidak buruk." Edward mendengar pujian Eireen dan dia sedikit tersanjung.


"Tentu saja aku tidak pernah berbohong." Ucap Eireen lagi "tapi bagaimana anda bisa membuat pola kecil di sana?"


Jari-jari putih Eireen menunjuk di tempat ia tanya. Terlihat Eireen sangat tertarik.


Edward tersenyum lalu berkata "saya kuliah di luar negeri. Ada perbedaan nyata antara desain pakaian Indonesia dan desain pakaian luar negeri. Tetapi apapun itu, semua tergantung dari bahan yang digunakan, warna, dan kebutuhan aktual yang membuat orang menjadi sangat puas."


"hhmmm.. jadi desainmu tidak hanya memenuhi selera negara-negara luar ya, tetapi juga memuaskan selera akan keindahan negara Asia." tangan Eireen membelai dan berkata lagi "dan kamu menggunakan pola disini. Dengan pola adat klasik Indonesia, tetapi juga cocok dengan bunga ala barat. Memberi sebuah kesan rasa fantasi dan misteri. Pasti akan mengambil banyak hati para gadis."


"Tepat sekali.. dan aku sedang berusaha membawa yang indah dari manapun untuk di jadikan karya indah." Edward terlihat bersemangat ketika mendengar pendapat dari Eireen.


Eireen mengangguk lalu lanjut berkata "Idemu sangat bagus, tetapi budaya oriental luas sekali. jika digabungkan antara Asia dan barat konsepnya terlalu rumit dan terlihat sedikit di paksakan."


Ketika Eireen berbicara lalu menunjuk tempat yang satu lagi di desain tersebut "di sini, misal ya polanya terlalu padat. Bahkan jika tempat-tempat ini dibiarkan kosong, membuat visualnya terlihat lebih baik."

__ADS_1


Edward yang mendengar setuju dengan pendapat Eireen. dia merasa senang bisa bertukar pikiran bersama Eireen.


Happy reading all ❤️❤️


__ADS_2