
Dan dia teringat keluarga Tan memaksanya untuk melakukan hal-hal itu, sekarang mereka mengalami masalah ini menurut Eireen adalah hasil perbuatan dari mereka sendiri.
"Memang ada sedikit senang." Eireen mengangguk dan mengakui, " Sebenarnya aku tidak mengerti, mengapa keduanya adalah putrinya, tetapi di matanya, satu anak perempuanya adalah ratu dan anak perempuan yang lain adalah sampah, harusdi hancurkan dan tidak dibiarkan olehnya."
Wajah Tia menegang, ketika mereka di usir dari rumah Keluarga Tan, Eireen bertanya sambil menangis, ayah mengapa tidak menginginkan ibu dan dia lagi.
Pada saat itu, karena dia di usir keluar, suasana hati juga sangat tidak baik, dengan kasar dia memarahi Eireen, kemudian Eireen tidak pernah lagi mengungkit masalah ini lagi. Tidak di sangka bahwa meskipun anak ini tidak pernah bertanya dan mengatakan hal apapun, tapi di dalam hatinya dia sangat terpukul dan sangat hati.
Tia menghela nafas dalam-dalam, "Eireen, sekarang kamu sudah besar, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui."
Eireen tidak mengerti dan menatap mamanya, "Ma, apa yang ingin kamu katakan?"
Tia menatap Eireen, matanya penuh dengan kesedihan dan permintaan maaf, "Awalnya ayahmu mengusir kita berdua keluar, sebenarnya ada sesuatu hal yang sedang menyulitkan dirinya."
Eireen merasa aneh mendengarnya, "Mama, omong kosong apa yang mama katakan?"
Tia melihat wajsh Eireen yang tidak percaya dan sinis berkata, " Eireen ayahmu benar-benar bukan sengaja mencampakkan kita, pada waktu mama melahirkan kalian, ayahmu bertemu dengan seorang biksu, mengatakan kalian kakak beradik saling bertentangan, hanya bisa memilih salah satu dari kalian, jika tidak keluarga akan menjadi buruk dan sial. Sebenarnya ayahmu tidak percaya, tetapi ketika membawa kalian pulang, perusahaan ayahmu mengalami berbagai masalah, dan keluarga juga dalam kesulitan,"
Eireen merasa sangat ironis, "Jadi dia percaya kepada kata-kata biksu itu?"
Tia mengangguk dengan perasaan sedih, "ayahmu menghabiskan banyak uang untuk menemukan biksu itu, memintanya untuk mengusir kutukan ini, biksu itu telah menyetujuinya, dan meramal nasib kalian, kehidupan adikmu makmur, tapi kamu mempunyai kehidupan sengsara, biksu itu berkata bahwa hanya dengan kamu meninggalkan keluarga Tan, maka keluarga Tan akan berkembang dengan kehadiran adikmu, dan ayahmu percaya, dia selalu berusaha ingin membuangmu, tetapi aku tidak rela, kemudia mama bertengkar hebat dengannya, pada akhirnya kamu juga sudah tahu."
Eireen menggigit bibirnya, "Benar, aku sudah tahu, sekarang aku mengerti, mengapa pria itu sangat menyayangi Elaine, ternyata ini alasannya."
Tia menatap Eireen dengan gelisah, "Eireen, mama tahu dalam hal ini, kamu yang paling tidak bersalah, semua ini karena kesalahan ayahmu."
Eireen menjilat bibirnya, matanya melihat mamanya di depannya, lalu mnecela diri sendiri, "Ma, katakan saja apa yang ingin kamu katakan, tidak perlu berbicara tentang hal lain."
Awalnya dia masih tidak menerimanya, setelah mendengar masalah ini, dia tibda-tiba menyadari bahwa ibunya mengatakan hal ini sekarang sebenarnya ada tujuan lain.
Karena sepuluh tahun telah berlalu, tidak peduli bagaimana dia bertanya, mamanya tidak pernah mengungkapkan fakta mengenai mereka diusir dari rumah keluarga Tan pada hari itu, namun hari ini dia mengatakan semuanya.
Tia melihat Eireen yang begitu sedih, hatinya terasa nyeri, rasa bersalah mendera hatinya tiada henti.
__ADS_1
Tapi Elaine juga putrinya, dia tidak bisa duduk diam dan melihat hal ini terjadi.
"Eireen, mama memang meminta maaf kepadamu, tapu Elaine juga putri mama, dia mengalami masalah seperti ini, aku tidak bisa mempedulikannya, dia tidak mungkin membuat pernikahan palsu, pasti ayahmu yang menyuruh Elaine untuk melakukan hal itu."
Eireen mencibir di dalam hati dan mulai sediikit kesal, " Ma, apakah kamu yakin bahwa masalah ini bukan perbuatan Elaine? Kamu tidak pernah berhubungan dengannya, apakah kamu sangat mengerti dan mengenal dia?"
Tidak ada yang lebih jelas tahu darinya, Elaine tidak selugu yang mamanya katakan dan pikirkan.
Masalah pernikahan palsu ini, dari awal sampai akhir adalah ide Elaine.
Pada saat ini, Eireen ingin mengatakan semua yang ada dipikirannya, pada akhirnya dia menahan diri untuk tidak mengatakannya, karena kondisi kesehatan mamanya., dia takut mamanya akan kembali drop, karena kata dokter jangan memberi tekanan kepada mamanya yang baru sembuh.
Tia tidak menyadari ekpresi Eireen yang sedang menahan kesabaran, dia lalu berkata "Meskipun aku tidak hidup bersama Elaine, tetapi Elaine adalah anak yang baik dari kecil, patuh, hal tercela seperti ini tidak mungkin dia melakukannya."
Eireen tersenyum sinis, Elaine adalaha anak baik, patuh? Sepertinya kedua kata itu tidak cocok di sematkan kepadanya.
Dia menatap Tia, sebenarnya ingin berdebat, tetapi karena melihat mata mamanya penuh keyakinan, dia tidak bisa mengatakannya. karena pada saat ini dia mengerti, jika dia mengatakan watak asli Elaine, mamanya juga tidak akan perccaya.
Tia berpikir bahwa dia sudah dapat meyakinkan Eireen, lalu mulai mengatakan rencananya, "Mama ingin pulang untuk melihat apakah bisa membantu Elaine atau tidak, Apakah kamu mau ikut mama pulang bersama ke ibukota?"
Dia menatap Eireen dengan penuh harap.
Eireen mencibir, memejamkan matanya, menghindar dari tatapan mamanya, menolak dengan halus dan berkata "aku tidak akan pulang ma, Elaine tidak ada hubungannya denganku."
"Eireen......" Wajah tia berubah.
Eireen tidak menunggu mamanya menyelesaikan kata-katanya dan menjawab dengan kasar, "Ma, aku sangat lelah, aku balik kekamar dulu."
Setelah mengatakannya, dia tidak melihat wajah sedih mamanya, berbalik dan berjalan cepat menuju kamarnya,
Eireen kembali ke kamar, dia menutup pintu dan bersender di pintu, akan tetapi mamanya tidak menyerah dan mengerjarnya, "Eireen , kamu pertimbangkan lagi bagaimanapun Elaine adalah adikmu."
Eireen tidak menanggapi, dia berlutut di lantai. Kedua tangan memeluk lutut dan meringkuk. Pada saat ini hatinya sangat sedih, rasanya sangat sesak seperti tercekik. Mamanya tidak tahu kalau Elaine telah menghancurkan masa depannya.
__ADS_1
Mengapa mamanya begitu khawatir terhadap Elaine, jelas-jelas dia yang tumbuh besar bersamanya? Dan apakah masalah Keluarga Tan sangat perlu di bantu?
Yang paling penting, mamanya tidak tahu sama sekali, jika dia kembali ke ibu kota, bahaya yang akan dia hadapi akan lebih dari keluarga Tan. Semalam dia tidak tidur, keharmonisan Eireen dan Tia pelan-pelan muncul tembok pemisah.
Tia tidak menyerah untuk membujuk Eireen untuk pulang, setiap hari dia mengubah cara untuk menyenagkan hati Eireen.
Hari ini Tia datang dan mengetuk pintu, "Eireen sudah siang, makan dulu baru lanjut kerja."
Eireen mengangguk kepala tanpa suara, dia meletakkan alat lukisnya. Kemudian berbalik keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan.
Di atas meja penuh dengan makanan kesukaan Eireen.
Tetapi Eireen tidak merasa senang, karena dia tahu bahwa Mamanya melakukan hal ini supaya dia menyetujui untuk pulang bersamanya dan membantu Elaine. Melakukan apa yang ingin di lakukannya. Dia duduk sambil menahan emosi, tapi tidak ada nafsu makan, bahkan terasa mual dan ingin muntah.
Eireen menahan persaaan mual ini, saat ingin makan, perasaan mual yang semakin parah muncul saay dia sedang makan.
"Hueekkk...HUekkkk..."
Eireen tidak bisa menelan sedikitpun makanan, dan berlari ke toilet dengan mulut ditutup dengan tangan,
"Eireen, kamu kenapa?"
Tia melihat dengan sangat khawatir, dia dengan cepat mengikuti Eireen.
Di dalam toilet, Eireen tidak menjawab, dia berjongkok di depan kloset dan muntah.
"Huekk...Huekk.. huekkk."
Tia melihat Eireen yang muntah sampai pucat, dia dengan cepat pergi menuangkan air hangat.
"Minum sedikit air ini Eireen, biar agak enakan."
happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1