Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 82


__ADS_3

Elaine juga tahu tentang asal usul direktur Handi jadi dia tidak terlalu terkejut dengan sikapnya.


Lagipula saham di tangan direktur Handi tidak terlalu banyak, walaupun dia memberikan sahamnya kepada keluarga Lee, tidak akan mudah menggoncang rencana yang telah dia buat.


Elaine kemudian bertepuk tangan dan berkata. "Oke, semuanya yang tetap tinggal , aku berpikir seharusnya kita sudah bisa mengambil keputusan. Sekarang aku akan bicara tentang kelanjutan Perusahaan selanjutnya."


Elaine beralih sebagai ketua direktur dan memulai rapat.


Keluarga Lee menjadi Sangat kacau.


Ketika nyonya Martha mendengar bahwa ayah mertuanya masuk rumah sakit. Dia segera bergegas pergi ke rumah sakit.


"David apa yang terjadi? Mengapa ayah tiba-tiba di rawat di rumah sakit?"


Di luar ruang gawat darurat, nyonya Martha memegang tangan suaminya dengan sangat erat. Dari wajahnya terlihat guratan kekhawatiran.


David berwajah dingin dan berkata " ayah sakit karena ulah Elaine."


David lalu menceritakan semua yang terjadi kepada istrinya di ruang rapat tadi.


Martha sangat marah, kemudian dia berkata lagi. "Aku sudah mengatakan bahwa wanita murahan itu mempunyai niat jelek kepada keluarga kita. Ayah malah sangat mempercayainya dari awal. Dia bahkan berani menghianati Mike dan mempermainkan kita semua. Aku tidak akan membiarkan wanita sial itu. Lihat saja setelah Mike keluar, aku akan menyuruhnya untuk menceraikan wanita murahan itu."


David yang mendengar kemarahan istrinya, lalu berwajah suram. "Masih terlalu dini, untuk mengatakan hal ini. Mike sementara waktu belum bisa bebas. Tetapi bisa di perkirakan kalau Elaine sangat ingin cepat-cepat bercerai dari Mike. Sekarang adalah yang paling penting adalah pemulihan kesehatan ayah yang paling utama. Dan bagaimana cara kita mempertahankan Perusahaan Lee grup agar tidak jatuh ke tangan Elaine. Dan membiarkan wanita itu memegang perusahaan Lee."


….


Satu jam kemudian, kakek berhasil di selamatkan oleh dokter. Dokter keluar dari ruang gawat darurat.


"Dokter bagaimana keadaan ayahku?"


David dan Martha berjalan mendekat kepada dokter.


"Kakek pingsan di karenakan tekanan menyerang jantung. Sekarang sudah tidak masalah. Sebentar lagi dia akan sadar. Tetapi untuk yang ingin menjenguknya, jangan biarkan dia berada dalam emosi amarah. Tekanan darahnya sangat tinggi. Kalau dia terlalu emosional, mudah terjadi serangan jantung mendadak."


Dokter memberi pesan dengan sangat teliti. Membuat David dan Martha menjadi sangat takut.


Keduanya mengikuti dokter untuk masuk ke dalam kamar pasien.


"Sepertinya tidak boleh lagi kakek tahu mengenai masalah Perusahaan Lee. Jika terjadi sesuatu pada kakek, keluarga Lee pasti akan berantakan."


David berwajah suram dan mengatakan rencana selanjutnya. Martha juga mengangguk dan memahami apa maksud suaminya.


Ketika David dan Martha sedang berbicara tiba-tiba pintu ruangan berbuka, ternyata yang datang adalah Maria. Dia sangat panik ketika mendengar ayahnya tidak sadarkan diri dan di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


David, Martha dan Maria lalu keluar dari kamar. Agar tidak menggangu kakek yang sedang beristirahat, Maria menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian David menceritakan apa yang terjadi di ruang rapat dan apa yang telah Elaine lakukan sehingga menyebabkan ayahnya di rawat,


Maria yang mendengar hal itu sangat marah, dia ingin membuat perhitungan kepada wanita ****** itu.


Mereka bertiga sedang berdiskusi, tiba-tiba ada panggilan masuk dari rumah utama. Kemudian Martha mengangkatnya. Ternyata pelayan yang menghubungi nyonya Martha.


"Pelayan ada apa?"


"Nyonya, cepat kembali. Nyonya muda membawa orang dan tiba-tiba menahan kami. Dia mulai menyuruh orang-orang menyingkirkan barang-barang di dalam rumah."


"APA! Aku akan segera kembali." Wajah Martha langsung berubah dan memutuskan telepon.


"Kakak ipar, apa yang terjadi?"


"Wanita murahan itu, kembali kerumah keluarga kita untuk mengusir kita dan membuang barang-barang kita."


Martha mengeram dengan sangat marah.


"Apa! Aku akan ikut kembali denganmu kakak ipar. Aku penasaran searogan apa si Elaine itu?" Maria juga meledak emosinya.


David yang mendengar, wajahnya tenggelam dan terlihat suram. "Kamu kembali urus ini, biar aku yang menjaga ayah di sini. Kalau ada masalah dan situasi tidak bisa dikendalikan, kamu segera hubungi polisi."


Martha mengangguk kemudian dia pergi dengan tergesa-gesa kembali kerumah diikuti oleh Maria.


Ketika tiba di kediaman mereka, pelayan ditahan oleh orang suruhan elaine. Dan baju milik keluarga Lee semua bertebaran di tanah. Yang tidak dibuang keluar hanya barang-barang di ruang kerja Mike.


Dia bergegas maju dan melihat Elaine yang sedang menggendong bayi dengan penuh sayang.


"Huaaa… huaaa… huaaa…."


Bayi yang digendong Elaine menangis karena mendengar teriakan nyonya Martha.


Elaine menatap tajam ke arah nyonya Martha, dia lalu menenangkan bayinya. Setelah bayinya tenang dia meminta baby sitternya untuk menggendong bayinya.


Martha yang melihat Elaine menenangkan bayinya sedikit tidak percaya. "Elaine, bayi siapa itu?"


"Bukan urusanmu." Elaine menatap wajah nyonya Martha dengan dingin.


"Aku sudah menduganya, dasar wanita murahan. Aku akan membuatmu menderita."


Tidak diragukan lagi, bayi ini adalah anak haramnya dengan pria di luar sana.


Mata nyonya Martha memerah, dia maju dan akan memukul Elaine. Tapi dia segera di tahan oleh anak buah Elaine,

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku akan bunuh kamu wanita murahan."


Nyonya Martha berusaha melepaskan dirinya, matanya tetap terfokus pada Elaine.


Maria yang berada di sana juga terkejut dan marah lalu berkata "Elaine, lepaskan kakak iparku. Jangan salahkan aku jika aku memanggil polisi."


Dia melihat tajam ke arah pengawal yang menahan Martha. Dia hanya bisa menakuti Elaine.


"Oh, coba saja panggil. Apakah polisi masih akan memihak kalian keluarga Lee yang terhormat. Lihatlah bagaimana polisi akan memperlakukan kalian?"


Maria yang mendengar kata-kata Elaine merasa sangat terpojok. Elaine tidak goyah bahkan melawannya dengan sangat dingin.


"Wanita murahan, jangan senang dulu. Saat Mike bebas, aku mau lihat apa kamu bisa sesombong ini. Lalu aku tidak akan melepaskan kamu dan anak harammu itu."


Wajah Elaine menggelap mendengar perkataan Martha. Kemudian dia maju dan menampar pipi mertuanya.


"Plak!." Terdengar suara tamparan yang sangat kuat.


"Cuih.." nyonya Martha meludahkan darah akibat tamparan Elaine tadi. "Kamu berani memukulku wanita murahan."


Elaine tertegun melihat tatapan Nyonya Martha yang ganas lalu berkata "kenapa kalau aku pukul kamu? Aku dari awal masuk keluarga ini sudah lama ingin melakukan ini. Bukankah kamu wanita tua yang selalu memandang rendah diriku? Oh. Iya sekarang aku dan kamu kan beda level."


Dia tersenyum dingin pada nyonya martha, "hari ini aku tidak cuma pukul kamu. Tapi juga menghancurkan identitas yang selama ini kamu banggakan."


Wajah nyonya Martha kemudian berubah "apa yang ingin kamu lakukan?"


"Aku mau lakukan apa, kamu akan segera tahu."


Segera setelah kata-kata Elaine keluar, sebuah dokumen diserahkan kepadanya. "Nona semuanya sudah dibuang dan di bersihkan."


"Sangat bagus." Elaine mengangguk dan melihat kearah Nyonya Martha "bukannya kamu selalu bangga jadi anggota keluarga lee? Lihat sekarang rumahmu sudah menjadi milikku. Aku sudah mengeluarkan semua barang mu. Aku mau kamu keluar dari rumahku dan bawa sampahmu sekarang."


Hawa iblis dari Elaine terasa oleh nyonya Martha, kemudian dia berkata lagi "kamu sudah bukan nyonya besar lagi dengan berlimpah kemewahan."


"Pela**r"


Nyonya Martha teriak dan berjuang memukul Elaine. Akan tetapi dirinya masih ditahan oleh pengawal Elaine.


"Pak." Bunyi tamparan keras terdengar berulangkali. Sampai telapak tangan Elaine memerah.


Wajah nyonya Martha seketika menjadi bengkak dan merah. Maria yang melihat hal itu berteriak ketakutan. "Kakak ipar!"


Elaine memberinya tatapan dingin.

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


makin greget ya kok si Elaine jahat banget.. bagi yang suka ceritanya minta vote like dan komen ya.. sabar bentar lagi tamat kok.😀😀😀😀


__ADS_2