
Tanpa terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, Eireen jika berbicara tentang passion-nya masalah desain dan fashion, apalagi jika dia berbicara dengan orang yang satu pemahaman dengan pemikirannya. dia menjadi seorang yang penuh dengan ide dan konsep baru. Karena pandangan dia mengenai desain memang sangat jeli.
Eireen segera mengambil pensil lalu mulai merevisi beberapa gambar yang dibuat oleh Edward.
Setelah berbicara dengan Eireen masalah desain, Edward merasa mulai semakin mengenal karakter Eireen.
Setelah selesai berdiskusi, Eireen baru melihat arlojinya. Tidak disadari bahwa waktunya sudah lewat satu jam. Dengan segera Eireen pamit dan berkata "maaf tuan Edward, saya harus pergi."
Melihat Eireen pergi dengan tergesa-gesa, Edward berkata " Anda mungkin tidak perlu menjawab saat ini. Tetapi saya sangat berharap anda mempertimbangkan nya. Perusahaan kami akan selalu siap menyambut Anda."
"Terima kasih banyak atas tawarannya. Aku punya sesuatu yang harus dilakukan." Ucap Eireen sambil mengangguk.
"Aku akan mengantarmu!" Ucap Edward.
"Tidak usah aku bisa pergi sendiri. Tidak jauh hanya di depan sini saja." Kata Eireen menahan Edward.
Tidak jauh dari situ, Megan dan temannya sedang berbelanja di lokasi tersebut. terlihat pemandangan yang sangat bagus menurut Megan. Dengan segera dia mengeluarkan ponselnya dan diam-diam mendekat lalu mengambil gambar Eireen dan Edward.
Teman Megan yang melihat Megan mengendap-endap, lalu berkata "bukannya itu Elaine. Mengapa ada pria lain berdiri di sampingnya. Betul-betul wanita penggoda."
Suara teman Megan terdengar mengejek. Tapi Megan menatap Eireen dan Edward tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ketika pria itu berbalik, merek terkejut dengan siapa Eireen berbicara. "Bagaimana dia bisa bersama Edward Tan?"
Megan berpikir dalam hati bagaimana bisa kedua orang ini bisa bertemu. Dia yang selalu mencari tahu tentang Elaine, tidak pernah dengar kabar kalau Edward dan Elaine saling mengenal. Dalam hati Megan penuh dengan keraguan.
Tidak jauh dari situ, kedua orang yang tadi sedang berbicara perlahan-lahan mulai menjauh dari Megan dan temannya. Dari sudut pandang mereka, Eireen dan Edward terlihat sangat akrab. Seperti teman yang sudah lama saling mengenal.
setelah mengambil gambar mereka berdua, Beberapa temannya berkata "benar-benar parah wanita itu."
"Dasar wanita tidak tahu malu. Baru cantik sedikit saja sudah menggoda dimana-mana."
__ADS_1
"Megan kamu harus segera memberitahukan pada Tuan Mike. Jangan biarkan dia tertipu dengan wajah sok cantik itu."
Megan segera mengangguk dan tersenyum malu-malu. Tidak perlu di suruh, dengan senang hati dia sendiri akan memberikan gambar tersebut kepada Mike, dia tidak sabar ingin melihat ekspresi kemarahan Mike terhadap wanita itu.
Bisakah Eireen menjelaskan semua ini. Sungguh amat berani dia berkencan di belakang kak Mike. Sifatnya yang suka menggoda sangat tidak bisa berubah.
Eireen tidak tahu, apa yang sedang akan terjadi sekarang di depannya. Dia hanya berbicara dengan Edward, bisa terkena masalah.
Eireen tidak segera pergi setelah berpamitan pada Edward. Eireen menemukan sebuah toko kecil yang menjual makanan ringan yang bermerk khusus. Segera dia membelinya dan membawanya kepada kakek, karena dia sudah berjanji akan membawa cemilan.
Ketika dia tiba dan memasuki ruangan tadi, kakek masih saja tetap duduk di posisi yang sama seperti saat dia meninggalkan tadi untuk berjalan-jalan.
Eireen dengan hati-hati menyusun cemilan di piring kakek. Dia mengatur dengan sederhana, tapi jika dilihat sungguh sangat elegan.
Kakek Lin yang melihat cara Eireen mendesain cemilan tersebut, menganggukan kepala. Camilan yang sedang disusun Eireen memang pendamping teh yang mereka minum.
Eireen juga dengan segera mengambil tempat menyeduh teh, memperlihatkan keanggunannya. Dengan wajah yang cantik, membuat dirinya semakin menarik untuk di pandang.
Kakek Lin adalah seorang ahli teh. Jadi dia sangat mengetahui tata cara penyajian teh yang benar. Dia melihat Eireen dengan mata berbinar.
Eireen mendengar pujian kakek Lin lalu berkata "saya tidak pernah belajar kek. Saya tadi hanya melihat para pelayan yang menyajikan dan membuat teh seperti itu. Jadi saya menirunya. Saya hanya tidak tahu apakah teh yang saya buat rasanya enak atau tidak."
Kakek Lin lalu mengulurkan tangan dan segera mengambil teh tersebut."ini lumayan, kamu hanya melihatnya dan sudah bisa sampai ke tingkatan ini. Sepertinya Elaine Sangat berbakat dalam hal membuat teh."
"Kakek terlalu berlebihan memuji saya. Bagaimana saya bisa menerima pujian dari ahli teh seperti kakek?"
Kakek Albert membersihkan papan catur yang mereka mainkan, sambil menggelengkan kepala, tetapi senyum di wajahnya tidak bisa ia sembunyikan.
Dengan segera kakek Lin berkata lagi "saya pikir Elaine sangat pintar. Jika ada waktu, kamu bisa datang kemari dan belajar membuat teh. Saya langsung yang akan turun tangan mengajarimu." Dengan wajah penuh harap. Kakek Lin mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
Mendengarkan tawaran dari kakek Lin, Eireen menjawab dengan rendah hati "Yah selama kakek mau menerimaku menjadi murid anda."
"Bagus.." kakek Lin terlihat sangat senang dan gembira mendengar jawaban dari Eireen.
Kakek Albert segera berkata juga, "Elaine sangat pintar pak tua Lin. Kamu memiliki murid yang baik."
Kakek Lin juga berkata "itu karena nasib sangat baik, kamu membawa barang berharga kepadaku."
Ketika dua orang tua itu telah selesai bermain catur. Waktu sudah mulai malam dan kakek Lin tidak lupa berpesan pada Eireen untuk belajar membuat teh.
Baru setelah itu kakek dan Eireen berpamitan pada kakek Lin. Di dalam mobil kakek berkata pada Eireen " orang sudah tua, baru main catur sebentar sudah terasa lelah sekali."
”kakek. Ini minum dahulu." Segera Eireen memberikan air pada kakek. Kakek lalu meminum nya dan merasa nyaman.
"Elaine, saat ini Mike sudah tiba di rumah. Kamu sudah menemani orang tua ini sepanjang sore hingga malam. Ketika kamu pulang nanti, kamu bisa menemani Mike makan malam, dan perbanyak komunikasi itu akan lebih baik."
Melihat kakek terlihat sangat lelah. Eireen hanya menganggukkan kepala dan tidak banyak bicara.
Ketika sampai di rumah, rumah terlihat sangat sunyi. harusnya Mike sudah di rumah jam segini. "bukankah tuan muda sudah kembali?" tanya Eireen kepada pelayan.
"tuan muda dipanggil oleh ibunya…" pelayan itu lalu berkata lagi "apakah nona muda ingin makan malam sekarang?"
Eireen mengangguk "hhmmmm."
lagian juga dia tidaj tahu kapan Mike akan kembali, dia juga selama beberapa hari ini juga sering makan seorang diri. lagian dia juga mulai terbiasa sendiri.
happy reading all ❤️❤️❤️
maaf jika ada kemiripan cerita. ❤️❤️
__ADS_1
hanya menulis sesuai versi sendiri.❤️❤️