
Megan yang baru turun, melihat Tante Martha sangat marah dan bergegas menepuk punggungnya untuk menghibur, ”jangan marah Tante. Kemarahan Tante kepadanya sangat tidak layak."
Kemudian mata Megan beralih memandang Eireen dan berkata penuh amarah "Elaine, kamu dan ayahmu untuk tujuan memiliki saham, tiba-tiba mengatakan bahwa desain itu adalah hasil karyamu sendiri. bukan? Agar kak Mike bisa menghargai kamu! Sungguh pemikiran yang sangat licik."
Pada saat ini bahkan Megan masih saja mengungkit masalah desain gambar untuk menekannya.
Eireen tetap diam, dia tidak menyangka kalau imajinasi Megan sungguh luar biasa dan di luar dugaan. Megan sangat pintar berimajinasi.
Alih-alih menggubris Megan, Eireen berkata dengan penuh kesopanan kepada mama mertuanya "saya memang telah berbicara kepada Mike masalah hal ini, tetapi dia sudah menolaknya. Saya tidak memiliki kemampuan untuk memaksanya membuat keputusan. Semua keputusan berada di tangan Mike."
Nyonya Martha lalu mendorong Megan kesamping dan menegakkan badannya. Ia merasa kalau Eireen terlalu pintar bicara dan merasa masih ada yang ditutupinya. Dia memandang Eireen lalu berkata " betapa cerdiknya mulutmu, Elaine. Saya akan memberi tahu kamu, bahwa semua milik keluarga ini adalah mutlak milik keluarga ini. Untuk bagian milikmu,asal kamu bisa menjadi istri yang baik. Jika tidak jangan harap kamu bisa dapat sesuatu walaupun satu sen."
Nyonya Martha memilliki sifat yang sangat melindungi anak-anak nya. Dia tidak ingin sampai Mike menjadi pembangkang.
Eireen tidak tau harus berbuat apa, dia hanya berpikir ingin segera pergi dari ruangan ini. Suasana di ruangan itu terasa menyesakkan, tidak lama kemudian nyonya Martha segera berteriak kepada Eireen "Keluar!"
Dia sudah tidak ingin melihat Eireen lagi. Eireen juga tidak bisa membantah, karena memang dia juga melakukan hal yang di katakan mertuanya tadi.
Semua orang menatap dengan pandangan tidak enak. Dan tentu saja Eireen tidak ingin berlama-lama berada disana. Setelah keluar dari rumah utama, dia menghela nafas.
Sekarang dia berada dalam dilema dan serba salah. Saat ini bahkan Mike juga menghindar dari dirinya.
Tommy sih tidak mau tahu bagaimana kondisi yang dia hadapi saat ini, yang Tommy inginkan hanya lah tujuan dia tercapai dengan mengancam menggunakan mamanya.
Eireen sangat bingung, dia sangat tidak suka dengan perasaan di kendalikan oleh orang lain. Tapi dia bisa apa.
Eireen mengacak rambutnya dengan kuat, kesal dan stress.
Teringat kembali pandangan mata para pelayan, serta hinaan para pelayan di belakangnya, membuat Eireen sangat malas kembali ke dalam rumah. Dia terus berjalan sampai dia melihat kediaman Kakek.
Dia melihat kakek sedang duduk di kursi goyang sambil menikmati sinar mentari pagi yang hangat.
Beberapa pelayan berdiri di sampingnya, tidak ada yang berani bersuara. Tidak ingin mengganggu keheningan waktu kakek beristirahat.
Eireen tidak menyangka akan bertemu kakek, dia merasa melihat pelangi sehabis badai.
__ADS_1
Melihat Eireen datang, kakek lalu melambai dan berkata "Elaine, ayo.. ayo kemari!"
”kakek."
Kakek selalu sangat baik pada Eireen. Eireen berlari beberapa langkah mendekati kakek. Dari wajahnya terlihat kemurungan dan suaranya terdengar sedih.
Tingkah laku Eireen seperti seorang anak kecil, yang akan mengadu pada orang tuanya. Tapi dengan segera dia merubah raut wajahnya agar kakek tidak curiga dan kepikiran.
"Kenapa kamu akhir-akhir ini hanya di rumah saja dan tidak pergi jalan-jalan?" Kata kakek dengan senyum tulus ketika Eireen sudah duduk di sebelahnya.
"Sekarang Mike sudah kembali, tidak enak jika aku keluar terus." Eireen berkata sambil mengelus punggung kucing peliharaan kakek.
Lelaki tua itu mengangguk lalu berkata "oke, itu bagus. Tapi tidak bagus juga berdiam di dalam rumah terus. Bagaimana kalau kamu nanti sore temani kakek ke suatu tempat?"
Eireen tertegun sejenak lalu menjawab " tentu saja kakek."
Tepat setelah makan siang, kakek menyuruh orang untuk menjemput Eireen di kediamannya.
Mobil sampai di sebuah kedai teh. Eireen dan kakek turun dari mobil. Eireen memapah kakek dengan sangat hati-hati. melihat wajah Eireen yang gugup, kakek berkata "aku bukan keramik kuno yang berharga."
"Kakek memang berharga. Anda adalah orang tua yang paling di segani semua orang." Eireen dengan bibir manisnya berkata manja. Kakek sangat suka di perlakukan seperti yang Eireen lakukan.
Rumah tempat minum teh ini tidak besar,tetapi dekorasinya terlihat klasik dan antik. begitu masuk tercium aroma daun teh yang sangat kuat. Menyebar di seluruh rumah dan membuat ruangan menjadi segar.
"Tuan besar Albert."
Ketika Eireen dan kakek masuk terdengar suara sahut menyahut menyapa Kakek, ini pertanda kakek adalah tamu penting di kedai teh ini. Dan pastinya kakek sering datang berkunjung ke mari,
Kakek membalas sapan mereka dengan mengangguk lalu bertanya ”Apa pak tua Lin sudah tiba?"
Manajer itu mengangguk, "pak tua lin sudah datang, dia sekarang sedang menunggu anda diruang no 1."
"Hahaha,. Pak tua Lin sungguh sangat perhatian."kaket lalu tertawa dan berkata "aku tidak perlu disambut seperti ini."
Saat dia selesi mengatakan dengan segera dia menggandeng Eireen naik ke lantai dua. Manajer menatap Eireen dengan wajah penuh keheranan.
__ADS_1
Mereka semua tahu siapa kakek Albert, dan mereka tidak pernah melihat kakek membawa siapapun. Kali bahkan dia membawa seorang gadis muda dan lembut. Tetapi dari penampilan juga terlihat mereka sangat dekat.
Lantai dua adalah area VIP yang tenang, melihat kakek Albert dan Eireen datang mereka dengan sigap dan menyambut kakek. Segera mereka masuk ke ruang VIP.
Ruang VIP terlihat elegan, ditutup dengan lapisan aroma teh. Menghirup aroma ini membuat perasaan jadi tenang.
"Akhirnya kamu datang juga."
Melihat kakek masuk, segera lelaki tua yang sudah menunggu dari tadi berdiri.
Dua kawan lama, yang sudah lama tidak berjumpa saling bertukar sapa dan cerita.
”ijinkan aku meperkenalkan ini adalah cucu menantuku, namanya Elaine."
"Kakek Lin."Eireen menyapa dengan sangat sopan dan ramah.
Kemudian kakek Lin memandang wajah Eireen dengan cermat. Dan melihat wajahnya sangat bersih dan jernih, kulitnya putih bersih, matanya jernih. Pakaiannya sangat sopan. Ia terlihat seperti anak yang baik.
Mendengar sapaan Eireen, pak Lin lalu tertawa dan berkata "pak tua, kamu sangat pintar memilih cucu menantu. Benar-benar bagus."
Dapat dilihat bahwa pak Lin sangat menyukai cara Eireen bersikap.
Di ruang yang besar itu, sambil minum teh, kedua pria tua tersebut sedang main catur. Mereka berdua tidak ingin berdebat untuk hal yang tidak penting.
Eireen melihat papan catur dengan tangan di dagu. Dia tidak mengerti sama sekali. Lama-lama dia merasa sangat bosan. Tapi dia tahu diri dan hanya diam saja dan tidak berisik.
Kakek membawanya keluar untuk bersantai. Eireen tidak ingin merusak niat baik kakek.
Takut melihat Eireen merasa kebosanan melihat mereka bermain catur dengan bijak kakek berkata" Elaine. Daerah sini dikelilingi jalan-jalan yang bernuansa klasik, kamu bisa berkeliling. Saya khawatir permainan catur ini akan membuat mu merasa bosan."
"Ya Elaine, pergilah berkeliling. Tidak usah menunggu kami bermain catur." Kata pak tua Lin.
Eireen tersenyum dan berkata "kalau begitu saya akan berjalan-jalan kek. Nanti saya akan membawakan makanan ringan juga."
" Oh gadis ini sangat perhatian sekali kepada kita."
__ADS_1
Kakek tertawa dengan suara keras lalu berkata lagi "belum terlambat untuk membeli. Ketika kamu sudah puas jalan-jalan. Jangan khawatir.santai saja. Nikmati waktumu."
happy reading all❤️❤️❤️