
Mike yang melihat hal itu langsung muram. Ia sudah sangat tidak senang, sejak dulu ia sangat tidak suka jika ada orang yang berani memancing batas kesabarannya. Ia segera masuk kamar dan ingin mengusir megan yang sedang terlelap. Eireen dengan cepat menarik lengan baju Mike sambil menggeleng lalu berkata " kalau dia mau tidur, biarkan saja dia tidur.. Sudah selarut ini tidak enak jika membangunkan dia dan membuat keributan."
Mike menatap Eireen dengan perasaan tidak senang, "Apa kamar kita boleh di masuki oleh sembarang orang?"
Eireen lalu berkata dengan pasrah "kondisinya sudah separah ini, mau bagaimana lagi?"
Ditambah lagi menurut pengamatan Eireen sesama wanita, mabuknya Megan itu seperti dibuat-buat. Karena Megan sendiri yang mau ribut, kenapa tidak biarkan saja dia, lihat kegilaan apa yang akan dia perbuat lagi.
Omongan Eireen masuk akal juga. Mike melihat kembali Megan yang tidur sambil acak-acak. Ia sangat malas meladeni orang mabuk.
Tanpa ekspresi ia berbalik badan dan memberi perintah kepada para pembantu. " bersihkan Megan. besok pagi buang saja spreinya.", sambil berlalu dengan nada benci dia menambahkan " ranjangnya juga buang saja sekalian."
Mike yang nampak seperti itu membuat para pembantu tidak ada yang berani berkata-kata. mereka hanya bisa mengangguk dan bernafas pelan. melihat hal itu, Eireen segera menarik-narik Mike dengan pelan "ayo kita kekamar tamu saja."
Tuan muda ini sungguh sangat tidak mudah dilayani. Buang sprei lah, ranjang lah. sungguh terlalu berlebihan. kata Eireen dalam hati.
Semua orang mulai kembali ke kamarnya masing-masing, Didalam kamar tidur utama, Megan yang awalnya terlelap lalu terduduk di atas ranjang. Kedua kakinya menginjak lantai, tangannya meremas sprei dengan sangat kuat. Tampangnya sangat suram. Kamar tidur ini sedari dulu Megan sudah menginginkannya, jelas-jelas dia sudah merencanakan dengan sangat baik, mengambil kesempatan pura-pura mabuk setelah acara reuni. Lalu mengusir Elaine wanita rendahan itu. saat itu ia bisa mengambil kesempatan untuk tidur bersama Mike.
Kemudian setelah mereka berdua melakukannya, ia bisa membuat Tante Martha untuk membuat keputusan untuknya.
Tapi semua yang terjadi diluar perkirannya, tanpa ia sangka Kak Mike lebih memilih tidur di kamar tamu demi wanita rendahan itu. Dia bahkan mau membuang ranjangnya.. buang ranjang yang sudah di tiduri oleh Megan.
Apa karena Mike curiga ia sudah tidak suci lagi? Apakah ia tidak lebih baik dari Elaine wanita ****** itu? Seperti ada bara api yang membakar hati megan dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
Ia tidak rela, benar-benar tidak rela. atas dasar apa. DASAR APA!!
Dengan penuh kemarahan, Megan segera menyapu meja dengan tangannya. semua benda yang ada di meja terbuang ke lantai. Dia lalu melempar vas bunga. sehingga vas tersebut jatuh berkeping-keping. dia masih merasa sangat marah, tanpa dia sadari karena jalannya terburu-buru, cahaya ruangan kamar yang redup, Megan terpeleset dan jatuh kedepan. Tangannya jatuh kedepan mengenai pecahan kaca dari vas bunga yang tadi ia lempar.
Megan berteriak dengan sangat kencang, karena pengaruh dari rasa sakit karena pecahan kaca tersebut.
Eireen dan Mike yang sedang tidur dikamar sebelah, jadi kaget setelah mendengar suara kekacauan dari kamar utama. Mike tampak tenang dan kembali ke kamar utama.
Eireen buru-buru mengikutinya keluar dari kamar dengan menahan kantuk. Saat mereka berdua sampai, kamar sudah dibuka oleh pembantu. Hanya saja mereka berdiri agak jauh, hanya Megan yang ada ditengah ruangan duduk sendirian sambil melihat tangannya yang terkena kaca.
Tangannya sangat putih, membuat tetesan darah mengalir di tangannya semakin terlihat jelas. Mike segera maju dan menggenggam tangannya untuk menghentikan pendarahan di tangannya Megan. Dengan khawatir ia bertanya "bagaimana keadaanmu sekarang?"
Mike menekan tangan Megan dengan sangat kuat, berharap dapat mengurangi darah yang mengalir. pembantu yang di sekitar juga hanya melihat dengan syok "Cepat ambil kotak obat. kenapa kalian masih diam saja."
Mereka tidak menyangka kalau luka di tangan Megan sangat parah. Melihat tampang Mike yang sangat khawatir, para pelayan hanya bisa terdiam. " kenapa kamu begitu ceroboh?" Mike bertanya sambil menghentikan pendarahannya. " bagaimana perasaanmu sekarang?"
Megan fokus menatap Mike yang sedang mengobatinya lalu berteriak Sambil menangis" sakit sekali kak! apakah aku akan mati dengan cara seperti ini."
Megan menangis dengan tersedu-sedu dan perasaan tidak bersalah. Mike segera menarik Megan yang sedang di lantai "ayo, aku antar kamu ke rumah sakit.”kata Mike..
"aku juga ikut." ucap Eireen dengan segera mengambil jaket. lalu dengan buru-buru mengikuti mereka menuju rumah sakit.
Nyonya Martha yang mendengar tentang luka Megan lalu datang dengan terburu-buru, sesampainya di rumah sakit, nyonya martha yang melihat Mike lalu berkata "dimana Megan? bagaimana keadaanya sekarang? Kenapa ia bisa terluka, bukannya tadi dia baik-baik saja?"
__ADS_1
"Hari ini kami pulang dari acara kumpul alumni. Megan terlalu banyak minum, jadi terluka karena tidak hati-hati." ucap Mike menjelaskan secara singkat sambil tangannya memijat pelipisnya.
"terluka karena tidak hati-hati" nyonya Martha tidak bisa marah kepada putranya. melihat Eireen ada disebelah Mike lalu berkata "Megan itu sudah seperti adik perempuan Mike, kamu kan kakak iparnya, masa untuk menjaga Megan saja tidak bisa."
Eireen mengeryitkan dahinya, apa hubungannya dia dengan terlukanya Megan? Tidak perlu melimpahkan semua kesalahan pada dirinya. Ia menjawab dengan ekspresi datar " Nona Megan mengusirku dari kamar. dia tidak berharap aku menjaganya."
”kamu masih berani menjawab." kata nyonya martha dengan marah sambil mengelus dadanya.
Mike yang melihat hal itu lalu berteriak " mama sebaiknya mama melihat keadaan Megan dulu." mendengar putranya berkata seperti itu, nyonya Martha segera sadar lalu pergi menatap Eireen dengan sinis dan masuk menemui Megan.
Mike dan Eireen mengikuti dari belakang. Saat masuk kamar, mereka melihat Megan sedang duduk bersandar di ranjang rumah sakit. Dia sudah minum sup penghilang pengar. Tangannya yang tadi terluka, sudah diobati oleh dokter.
"Bagaimana? sudah tidak apa-apa kan?" tanya Mike saat masuk keruangan Megan.
Megan berkata dengan malu-malu "aku sudah tidak apa-apa kak, terima kasih."
"Baguslah."kata Mike yang lalu ditutupi oleh nyonya Martha yang maju dan langsung memeluk Megan. "Megan sakit ya,apa masih ada yang sakit?"
Mike melihat mamanya sekilas, lalu berbicara dengan dokter. "Dok kapan boleh keluar dari rumah sakit?"
"sakitnya tidak terlalu parah, tidak perlu rawat inap." kata dokter lagi dengan wajah tanpa ekspresi.
Setelah mendengar penjelasan dokter segera Megan berteriak sambil memegang kepalanya " sakit... sakit.."
__ADS_1
happy reading all❤️❤️❤️