Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 42


__ADS_3

Ketika melihat pesan masuk ternyata dari Edward segera dia menepuk jidatnya dan berkata "sial. Aku lupa sudah buat janji dengan Edward,"


Cepat-cepat ia memakan makan siangnya dan mengirim pesan singkat "oke, aku akan kesana sebentar lagi. Kamu tunggu sebentar."


Setelah makan beberapa suap, dia segera berganti pakaian dan turun. Sopir di lantai bawah sudah menunggu dirinya, ketika dia melihat Eireen segera dia memanggil "noda muda."


"Ya… agak cepat ya pak, soalnya aku sedang terburu-buru." Eireen merespon dan melihat arlojinya.


"Baik nona muda,"


Setelah Eireen mengabulkan permintaan Mike, dia sedikit santai sambil menutup matanya kembali di kursi mobil. Meskipun dia tidak menjanjikan apapun kepada Edward, setidaknya dia tepat waktu.


Begitu mobil yang membawa Eireen pergi, dengan segera Ira menelpon Megan " nona Megan, ini Ira."


"Ada apa kamu meneleponku?" Megan tampak sangat sibuk dari ujung telepon sebelah sana. Dia sudah mulai bekerja di perusahaan Mike. Dia mulai mengatur beberapa perabotan di perusahaan tersebut. Dia ingin mendapat sebuah kesan yang bagus dari Mike.


Mendengar kesibukan dari Megan segera Ira berkata "nona, kalau tidak cepat nanti tidak keburu. Wanita itu pergi bertemu dengan pria lain."


"Apa kamu yakin?" Mata Megan bersinar dengan penuh kemenangan.


Ira dengan jujur berkata "sungguh aku mendengar dengan telingaku sendiri dan melihatnya pergi keluar dengan mataku sendiri."


"Yah, bagus.. teruslah mengawasi."


Megan menutup telepon, tapi tidak bisa menyembunyikan wajah gembiranya.


Kebetulan Hans lewat dengan wajah murung dan dia melihat Megan lalu dengan sopan menyapa "Nona Megan."


Megan mengangguk "mau kemana? Kamu terlihat cemas?"


"Oh.. tidak ada apa-apa.. hanya saja presiden direktur akan rapat sore ini dengan perusahaan Giant. Dan dia menyuruh saya untuk mencari tempat, saya tidak tahu harus memilih tempat dimana. Saya jadi khawatir."jawab Hans.


Megan mengedipkan matanya, dia merasa kali ini waktu sangat berpihak pada dirinya. Benar-benar tidak memerlukan usaha yang sulit.

__ADS_1


"King Coffe House sangat bagus. Memiliki lingkungan yang tenang, dan sangat cocok untuk pertemuan bisnis. Kamu bisa pesan tempat di sana." Ucap Megan seolah memberi ide.


Hans yang merasa terbantu lalu berkata ”nona Megan benar-benar sangat membantu saya. Saya akan pergi dulu untuk memesan tempat. Nona Megan lanjut kerja saja lagi."


Megan mengangguk, sampai dia melihat bayangan Hans telah menjauh segera dia menelpon Tante Martha " Tante ini Megan, barusan temanku memberi tahu kalau dia melihat… Elaine dan seorang pria di king coffee house."


Suara Megan terdengar ragu "Megan lagi bekerja sekarang, dan aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya."


Nyonya Martha segera menghela nafas lalu berkata "Elaine ini.. Megan bekerja saja yang baik-baik dulu ya. Jangan khawatirkan hal-hal seperti ini. Kali ini Tante tidak akan membiarkan dia lolos dengan mudahnya."


Setelah nyonya Martha selesai, dia menutup teleponnya. Dia terdengar sangat marah. Megan yang melihat layar ponselnya segera tersenyum.


Elaine kamu tidak akan lolos kali ini. Saya mau lihat bagaimana kamu akan menghadapinya.


…….


Di King Coffee House, Eireen telah tiba dan membuka pintu kafe. Sekilas dia melihat Edward sudah duduk di sudut sana.


Di hadapannya sudah tersedia cangkir, sambil sesekali dia melihat arlojinya. Dapat terlihat kalau Edward sudah menunggunya agak lama.


Edward yang mendengarnya suara Eireen lalu berbalik dan berkata "tidak masalah, aku sedang tidak memiliki hal penting yang harus dikerjakan."


Edward segera berdiri dan berinisiatif menarik kursi buat Eireen, "silahkan duduk."


Eireen mengangguk, saat dia hendak duduk, dia melihat seseorang masuk dari pintu. Itu adalah ibu mertuanya. Nyonya Martha. Eireen terdiam.


Eireen melihat nyonya martha menuju kearahnya lalu meninggikan suaranya "Elaine, kamu hebat ya. Berani kamu main gila di belakang Mike. Mengadakan pertemuan pribadi dengan laki-laki lain."


Di kafe tersebut memang tidak begitu banyak pengunjungnya, tapi semua mata memandang ke arah Eireen.


Edward juga mengerutkan kening "bibi,apakah kamu salah paham kepadaku?"


"Kesalahpahaman? Dia wanita yang sudah menikah dan bertemu pria lain secara pribadi. Apa yang salah paham?" Tanya nyonya Martha dengan kasar.

__ADS_1


Beberapa tamu, yang ada disana mulai tertarik ingin mendengar perihal apa yang sedang terjadi. Mereka ikut menatap dan meremehkan Eireen dan Edward.


Eireen tidak bisa menahan amarahnya lalu berkata " ma, ini semua tidak seperti yang mama pikirkan..."


Belum selesai Eireen menyelesaikan kalimatnya, pintu kafe terbuka, dan dia melihat Mike datang dengan Megan bersama pria paruh baya masuk ke dalam kafe tersebut,


Pria paruh baya itu sedang berbicara kepada Mike. Tanpa sengaja pandangan mata Mike melihat ke arah Eireen berada secara tidak sengaja.


"Tante? Kenapa ada disini?" Begitu Megan masuk, dia melihat meja Eireen dan pura-pura heran.


Megan pura-pura tidak menyadarinya dan pandangannya jatuh ke Edward."Edward, kenapa kamu bisa ada di sini?"


Edward baru saja menarik kursi untuk Eireen, jadi posisi mereka bisa dibilang cukup dekat.


Nyonya martha marah dan berdiri dihadapan mereka. Begitu Mike melihat Eireen, matanya menjadi suram melihat Eireen dan Edward bersama.


Eireen memandang sekeliling orang-orang ini. Ia merasa apa yang terjadi hari ini bukanlah sebuah kebetulan.. 


Dia baru saja akan bertemu Edward, tiba-tiba mertuanya datang lalu tidak lama Mike dan Megan juga datang.


Saat sedang berpikir, Eireen melihat sudut bibir Megan tersenyum. Hatinya menjadi tau sekarang. Ternyata semuanya telah diatur dengan baik. Eireen mencibir dalam hati, dia tidak akan mengikut permainan Megan dengan mudah.


"Aku disini hanya untuk berbicara bisnis dengan tuan Edward Tan." Wajahnya Eireen tetap tidak berubah.


Kedai kopi ini sangat terkenal. Untuk berbuat senonoh, dia tidak akan melakukan secara terang-terangan apalagi memilih tempat ini.


Nyonya martha dengan senyum sinis berkata "apakah kamu ada urusan bisnis? Tolong kalau mau berbohong dipikirkan dulu dengan baik."


"Nyonya martha, kami disini sungguh berbicara tentang bisnis.. saya sangat menghargai bakat nona Elaine. Sekarang saya ingin mengundangnya untuk bergabung di perusahaan kami. Bukan seperti yang anda bayangkan. Tolong jangan salah paham,"Edward berkata sambil mengeluarkan lembar kontrak kerja. Kemudian dia melanjutkan lagi "saya sudah mempersiapkan perjanjian saham, selama nona Elaine menandatangani nya , kami sudah bisa bekerja sama."


Beberapa halaman tipis dan kontrak kerja di keluarkan oleh Edward dan di letakkan di atas meja. Terlihat ini memang benar-benar pembicaraan bisnis.


Megan dan nyonya Martha saling memandang dan dalam hati mereka tiba-tiba mulai panik.

__ADS_1


happy reading all.❤️❤️❤️❤️


__ADS_2