
pagi harinya Kevin yang baru keluar kamar merasa aneh karena Andi sudah rapih , dengan cepat Kevin berjalan ke arah Andi yang sedang sibuk dengan ponselnya . Andi yang mendengar suara langkah kaki segera menaruh ponselnya ke dalam kantong celana.
" Lo mau kemana ? pagi- pagi udah rapih ," tanya kevin sambil menatap penuh curiga .
" kuliah lah , " sahut Andi santai.
" bukannya kita ada kelasnya siang ," kevin yang semakin curiga dengan tingkah Andi dua hari ini.
" iya , tapi gue mau cari buku dulu di toko buku," bohong Andi sambil beranjak dari duduknya.
" tumben sejak kapan Lo suka baca," ejek Kevin yang tau bahwa selama mengenal Andi belum pernah sekali pun melihat Andi membaca buku.
" bawel Lo , udah gue duluan ," jawab Andi sambil melangkah menuju pintu.
Kevin yang melihat kepergian Andi segera menundukkan dirinya , sambil memainkan ponsel jujur dirinya semakin penasaran dengan sikap Andi hingga rasa penasaran membuat dia memutuskan untuk mengikuti Andi .Kevin segera berlari mengambil kunci mobil dan bergegas ke luar apartemennya untuk menyusul Andi.
Andi yang sampai kosan tidak sadar jika Kevin mengikutinya , Diandra yang sudah menunggu depan kosan segera masuk kedalam mobil yang dikendarai Andi dari kejauhan Kevin tercengang melihat seorang wanita yang masuk kedalam Andi namun sayang Kevin tidak melihat wajahnya.
" kamu ingat , selama di kampus kalau ada cowok yang deketin kamu langsung kasih tau kakak," pesan Andi .
" iya ka , tapi apa aku boleh punya teman ? " tanya Diandra dengan polosnya .
" tentu saja , tapi kakak harus kenal dan tau dulu , ingat ibu menitipkan kamu sama kakak ," sahut Andi . dirinya teringat di saat Bu Rahma memintanya menjaga diandra selama di Jakarta .
Diandra segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban , tanpa terasa mereka telah sampai depan kampus Diandra yang melihat keluar jendela merasa takjub dengan kampus dimana dia akan berkuliah , Andi yang sudah memarkirkan mobilnya segera mengajak Diandra keluar . sedangkan Kevin hanya mengikuti Andi sampai depan gerbang walau pun penasaran namun karena maminya menelpon hingga membuat dia gagal mencari tau siapa wanita yang bersama Andi .
" ayo turun ," ajak Andi sambil melihat ke arah Diandra yang duduk di sampingnya .
" iya ka ," ucap Diandra .
__ADS_1
Andi yang keluar terlebih dahulu disusul Diandra . mereka segera melangkah masuk kedalam kampus seketika mereka menjadi pusat perhatian , Diandra yang masih polos merasa takut dengan pandangan setiap orang di sana segera memegang lengan Andi .
" kakak , kenapa semua orang memandang kita seperti itu ," tanya Diandra sambil memegang erat lengan Andi .
" karena kamu cantik , makanya semua orang melihat kita seperti itu ," ucap Andi sambil tersenyum melihat tingkah Diandra .
wajar saja semua orang di sana terus melihat ke arah mereka , karena kecantikan alami Diandra mampu membuat orang yang melihatnya terpesona ,namun karena kepolosan Diandra dia tidak menyadari semua itu . keduanya pun sampai di depan ruangan rektor Andi segera menyuruh Diandra masuk sedangkan dia menunggu diluar cukup lama Diandra di ruangan rektor Andi yang menunggunya merasa cemas terus berjalan mondar mandir.
" kakak ," panggil Diandra sambil tersenyum .
" bagaimana ? " Andi segera menghampiri Diandra yang baru saja keluar dari ruangan rektor .
" mulai besok aku kuliah disini ," ucap Diandra karena beasiswa yang dia terima membuatnya dibebaskan dari semua biaya selama kuliah disana .
" selamat , akhirnya kamu bisa kuliah disini ," ucap Andi dengan tersenyum .
" aku gak mimpi kan ka ," tanya Diandra yang masih belum percaya dirinya mampu kuliah di tempat orang- orang kalangan atas berkuliah .
" kamu tunggu di mobil ," pinta Andi .
" kakak mau kemana? " tanya Diandra yang masih mengikuti langkah kaki Andi .
" kakak ada kelas , gak apa- apa kamu nungguin kakak apa kamu mau pulang ? " ucap Andi .
" aku nungguin Kakak aja ," sahut Diandra .
" baiklah biar kakak anterin kamu ke mobil ," jawab Andi .
Diandra segera mengagukan kepalanya , Andi segera mengantar Diandra ke mobil tidak lupa Andi membelikan makanan dulu di kantin mengingat Diandra belum sarapan pagi ini ,setelah mengantar Diandra ke mobil Andi segera berjalan kembali menuju ke dalam kampus.
__ADS_1
kediaman wiraatmaja
Kevin yang baru saja sampai di rumah segera melangkah masuk dan segera di sambut oleh para pelayan , tetapi Kevin yang sama sekali tidak peduli dengan sambutan para pelayan dia segera mencari sosok maminya .
" Kamu ingat pulang ," ucap wanita yang berjalan ke arahnya yang tidak lain mami Heni.
" ada apa ? " tanya kevin yang malas menjawab pertanyaan maminya.
" apa itu cara kamu bertanya kepada mami ," tanya Heni yang sudah berdiri di hadapan Kevin.
" mami kalau mau ngajak berdebat Kevin malas ," jawab Kevin .
" mami tidak mengajak kamu berdebat Vin , mami sama papi kangen ," sahut Heni .
memang hubungan Kevin dan kedua orang tuanya tidak ada keharmonisan lagi semenjak dia menolak untuk belajar di luar negeri , itu yang membuat dirinya selalu berdebat dengan kedua orang tuanya yang selalu ingin mengatur apapun dalam hidupnya itu yang membuat Kevin tidak suka.
" kalau mami kangen aku , mami bisa datang ke apartemen aku ," sahut kevin .
" Vin , sudah lupain semuanya kamu kembali kesini iya sayang ," pinta Heni dia berharap bahwa anaknya mau kembali ke rumah lagi.
" papi dan mami minta aku kembali agar kalian bisa terus mengatur semuanya tentang kehidupan aku ," tebak Kevin yang tau apa yang di pikirkan oleh maminya .
" tidak Vin , mami dan papi janji mulai sekarang tidak akan meminta kamu untuk mengikuti semua keinginan kami tapi mami mohon kamu pulang ," ucap Heni sambil mata berkaca- kaca.
Kevin yang melihatnya merasa tidak tega karena melihat maminya bersedih tetapi Kevin tidak mau jika dirinya di perlakukan seperti boneka yang harus mengikuti apapun yang orang tuanya inginkan , sedangkan Heni hanya bersedih karena dirinya dan Kevin semakin jauh.
" baiklah Kevin akan pulang , tapi dengan syarat apapun keputusan tentang kehidupan Kevin mami dan papi gak berhak ikut campur ," tegas Kevin karena dirinya tidak mau terjadi kejadian seperti dulu .
" iya mami janji ," ucap Heni dengan ketulusan .
__ADS_1
tanpa berkata apapun lagi Kevin segera melangkah ke dekat maminya dan memeluk wanita yang begitu dia rindukan , Kevin sebenarnya tau bahwa kedua orang tuanya ingin yang terbaik untuknya tetapi Kevin sudah dewasa dia ingin apapun tentang masa depannya dirinya sendiri yang memutuskannya , mami Heni yang merasa bahagia segera membalas pelukan yang di berikan Kevin kepadanya.