
Diandra tentunya masih tidak menyangka bahwa dirinya berada di rumah Riko sahabatnya sendiri sedangkan Riko yang memerhatikan Diandra merasa ada yang aneh apalagi melihat mata sahabatnya itu tampak sembab membuat dirinya penasaran.
"kenapa Ifan bisa bersama Lo?" tanya Riko sambil melirik ke arah Diandra yang duduk di sampingnya.
Diandra yang mendengar pertanyaan dari riko segera menundukkan kepalanya tentunya dia sangat bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya kepada Riko sedangkan Riko yang masih memerhatikan Diandra karena belum memberikan jawaban kepadanya.
"kamu itu bertanya sudah kaya petugas aja" ucap Sekar yang menghampiri keduanya.
Riko segera menoleh ke arah suara mamanya sambil menghela napas karena mamanya selalu datang di waktu yang tidak tepat, sekarang yang mendapat lirikan Riko hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tentunya dia tau apa yang membuat Riko seperti itu.
"memangnya aku gak boleh nanya kaya gitu" sahut Riko yang kembali melihat ke arah Diandra.
"kamu tidak liat, Diandra sampai malu seperti itu" jawab Sekar yang melihat Diandra menundukkan kepalanya.
Diandra segera mendongakkan kepalanya saat mendengar jawaban yang Sekar berikan tentunya dia merasa lega karena setidaknya dia tidak harus memberitahukan Riko tentang alasan mengapa dirinya bisa bersama Ifan dan mengapa bisa Ifan membawa dirinya kerumahnya.
"kamu jangan dengerin Riko" ucap Sekar yang sudah duduk di samping Diandra.
"i- ya tante" jawab Diandra.
"mama apaan sih!" kesal Riko dengan mengerucutkan bibirnya karena mamanya tidak membiarkan dia untuk bertanya kepada Diandra padahal dalam hatinya masih begitu penasaran.
"oh iya, kamu dan Ifan?" tanya Sekar yang penasaran dengan hubungan keponakannya dan wanita yang duduk di sebelahnya itu.
"mereka pacaran ma" sahut Riko yang sengaja membuat Diandra terjebak dengan perkataan yang Riko lontarkan kepada mamanya.
sontak saja Diandra menatap tidak percaya saat mendengar Riko mengatakan hal itu kepada wanita yang duduk di sampingnya berbeda dengan Sekar yang merasa bahagia karena akhirnya keponakannya bisa bersama dengan wanita yang dia cinta selama ini.
"Tante bukan seperti itu" Diandra berusaha menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman atas ucapan yang Riko ucapkan.
__ADS_1
"kamu tidak usah malu, lagian Tante setuju kalau kamu sama Ifan pacaran" ucap Sekar yang tidak mempedulikan maksud perkataan dari Diandra.
seketika Diandra menatap tidak percaya bahwa Sekar percaya dengan ucapan anaknya sedangkan Riko yang duduk di hadapannya hanya bersikap cuek bahkan seolah tidak peduli dengan kepanikan yang Diandra perlihatkan kepada dirinya beberapa saat lalu.
"ya udah Tante tinggal dulu" ucap Sekar yang berniat akan memberitahukan kabar gembira ini kepada kakaknya.
"iya Tante" jawab Diandra yang masih tidak percaya bahwa kini Riko menjebak dirinya tentunya semakin membuat Diandra pusing apalagi masalahnya dengan Kevin saja belum selesai sekarang Riko malah menambahnya.
"kamu itu ngomong apa sih?" tanya Diandra sambil menatap penuh tanya ke Riko.
"memang ada yang salah!" jawab Riko yang tidak merasa bersalah karena asal bicara.
"kamu itu kenapa? malahan buat aku makin dalam masalah" ucap Diandra dengan suara bergetar.
Riko yang mendengarnya segera melihat ke arah Diandra ternyata niatnya awalnya hanya ingin mengetahui apa yang terjadi antar sepupunya dengan jelita justru malah membuat sahabatnya itu bersedih.
"Di, gue bercanda" sahut Riko dengan wajah merasa menyesal.
Riko yang merasa bersalah segera beranjak dan segera mendekat ke arah Diandra yang sudah menangis dengan pelan Riko segera mengusap bahu Diandra yang sedang menangis dirinya tidak menyangka bahwa Diandra akan bereaksi seperti itu.
"udah jangan nangis Di, gue minta maaf" ucap Riko yang berusaha menenangkan Diandra yang menangis.
"harusnya kamu pikir dulu sebelum berkata" sahut Diandra yang merasa jika Riko sudah keterlaluan kali ini.
"ya udah kamu jangan nangis lagi biar nanti aku jelasin sama mama" jawab Riko yang berusaha memperbaiki kesalahannya.
tapi Diandra masih saja terus menangis hingga membuat Riko semakin bingung padahal dia sudah berjanji akan menjelaskan ucapannya kepada mamanya sedangkan Diandra semakin bingung bagaimana menjelaskan keadaannya kepada ibunya sedangkan Kevin malahan meninggalkannya begitu saja.
*****
__ADS_1
Ifan yang yang keluar apartemennya tidak sengaja melihat Kevin keluar dari lift tentu saja dia tidak membuang waktunya dan dengan cepat Ifan segera berjalan menghampiri Kevin.
"ternyata kita bertemu disini" ucap Ifan dengan nada sinis.
Kevin langsung melihat ke arah suara itu karena dia yang melamun tidak menyadari jika Ifan kini sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh kemarahan yang Ifan berikan kepadanya.
"sorry gue buru- buru" sahut Kevin yang tidak mau membuang waktunya dan segera melangkah melewati Ifan begitu saja.
tentu saja saat Kevin melewatinya membuat Ifan tersulut emosi apalagi dia yang memang sudah menahan kemarahannya akibat kejadian kemarin di rumah orang tua Kevin membuatnya tidak bisa lagi tinggal diam.
"apa Lo akan lari seperti pengecut" ucap Ifan sambil membalikan badannya.
seketika membuat Kevin menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Ifan barusan tetapi dia juga tidak mungkin membiarkan wanita yang dia cintai menderita karena dirinya itu alasan Kevin terpaksa menjauh dari Diandra mungkin dia pantas di sebut pengecut bahkan lebih dari itu dia menerimanya tetapi saat ini dia tidak bisa berbuat apa- apa.
"terserah mau bilang gue pengecut atau apapun tapi gue tekankan Lo gak berhak ikut campur urusan gue sama Diandra" tegas Kevin yang masih berdiri membelakangi Ifan.
"gue berhak ikut campur karena gue tidak mau Diandra menderita karena perbuatan Lo" sahut Ifan sambil mengepalkan tangannya menahan amarah dalam dirinya setelah mendengar perkataan Kevin.
"kalau Lo cinta sama dia ambil saja gue udah gak butuh" ucap Kevin sambil membalikan badannya menghadap kepada Ifan. walau hatinya sakit saat mengatakannya tetapi dia harus melakukan itu agar Diandra membencinya.
Ifan yang tidak bisa menahan emosinya segera melangkah ke dekat Kevin dan tanpa berkata apapun dia segera melayangkan satu pukulan di wajah Kevin hingga membuat tubuh Kevin terjatuh di lorong apartemen.
akibat pukulan yang Ifan berikan membuat bibir Kevin terluka dan mengeluarkan darah segar dengan cepat memegangi bibirnya sambil menyentuh bibirnya yang mengeluarkan darah sedangkan Ifan yang masih di selimuti amarah segera berjongkok di hadapan Kevin.
"sekali lagi Lo bicara kotor tentang Diandra, gue akan membuat Lo menyesalinya seumur hidup" ancam Ifan dengan kilat kemarahan di matanya.
"kenapa? apa hati Lo sakit saat gue mengatakan itu?" tanya Kevin menyunggingkan senyum di bibirnya bahkan luka akibat pukulan dari Ifan tidak dia hiraukan.
"tutup mulut kotor Lo dan gue ingatkan jangan pernah berani Lo menunjukan wajah Lo dihadapan gue" ucap Ifan sambil mencengkram kerah baju yang Kevin pakai.
__ADS_1
Kevin yang tidak melawan bisa melihat bahwa pria dihadapannya begitu mencintai Diandra bahkan rela melakukan apapun demi Diandra tentunya membuat Kevin merasa lega akhirnya bisa ada yang menjaga Diandra selama dirinya pergi.