Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 68


__ADS_3

Diandra yang mulai bisa menerima kenyataan tentang apa yang terjadi mulai menata hidupnya, namun dia belum bisa menerima pinangan yang Ifan berikan padanya karena dirinya sangat takut jika nantinya justru akan membuat masalah bagi Ifan.


sudah hampir tiga bulan dirinya tidak pernah menghubungi ibunya tentu saja dia merasa rindu tetapi dia belum berani karena dia takut jika ibunya akan marah jika mengetahui keadaannya sekarang.


"apa kamu kangen ibu?" tanya pria yang berjalan ke arah Diandra sambil membawa piring berisi makanan.


"iya ka" sahut Diandra yang tidak bisa menyembunyikan perasaan rindunya kepada ibunya.


"telepon" titah Andi yang menaruh makanan di atas meja seraya mendudukan dirinya di samping Diandra yang memasang wajah sedih.


Diandra hanya menggeleng dirinya sungguh tidak sanggup apalagi jika mendengar suara ibunya justru akan membuatnya semakin menyesali semua perbuatan yang pernah dia lakukan.


Andi yang mendapatkan jawaban itu justru merasa heran mengapa Diandra tidak ingin menghubungi ibunya padahal Andi tahu dari kedua orang tuanya bahwa ibu Ningsih sering datang hanya untuk mengatakan kabar Diandra kepada orang tua dia hingga terkadang membuat Andi harus berbohong jika Diandra sedang sibuk dengan kuliahnya.


"sampai kapan kamu akan menyembunyikan semua ini?" tanya Andi yang menanyakan tentang langkah selanjutnya yang akan Diandra pilih untuk masa depannya.


"aku belum tahu ka, yang terpenting saat ini adalah bagaimana aku membesarkan anak aku nanti tanpa seorang ayah" jawab Diandra sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membentuk.


"kenapa kamu tidak menerima lamaran Ifan? kakak liat dia tulus menerima kamu apa adanya"


"gak mungkin ka, Ifan sudah terlalu baik dan aku juga sudah mengecewakan dia bagaimana mungkin aku menerima pria sebaik Ifan karena aku sadar bahwa aku tidak pantas buat dirinya" tegas Diandra sambil melirik sekilas ke pada Andi.


Andi sontak kaget mendengar perkataan Diandra karena dia sendiri tahu bagaimana Ifan selama ini memendam perasaannya kepada Diandra dan saat mengetahui bahwa Diandra telah bersama Kevin membuat Ifan begitu hancur namun Andi justru merasa kagum kepada Ifan.


kerena di saat Kevin meninggalkan Diandra justru dia orang pertama yang mengulurkan tangan kepada Diandra dan dia juga pria yang tulus menerima Diandra bahkan tidak mempermasalahkan dengan keadaan Diandra saat ini.

__ADS_1


Diandra yang terdiam tentu saja memikirkan perkataan Andi beberapa saat lalu tentunya dia juga sadar bahwa Ifan tulus menerima dirinya tetapi dia takut jika nanti jika orang diluar sana mengetahui bahwa Ifan menikahi dirinya yang sudah berbadan dua tentu saja akan membuat keluarga besar Ifan malu dan itu alasan dirinya menolak lamaran yang Ifan berikan.


"kakak harap kamu memikirkannya lagi, kamu juga harus pikirin masa depan anak yang kamu kandung sekarang" Andi mencoba memberi pengertian kepada Diandra.


"sudah ka jangan Bahas itu lagi" Diandra segera meminta Andi untuk tidak membicarakan itu lagi.


Andi hanya bisa diam karena dia juga tidak bisa ikut campur dalam urusan pribadi Diandra tetapi dia berharap jika Diandra bisa berpikir dewasa demi anak yang tidak berdosa yang ada di dalam kandungannya.


di tempat lain Ifan yang sedang membelikan susu hamil untuk Diandra tidak sengaja bertemu dengan Riko dan juga ibunya hingga membuat Ifan sedikit kaget serta bingung, Riko dan Sekar yang melihat Ifan keluar dari toko segera berjalan menghampirinya.


"Ifan" ucap Sekar yang begitu kaget melihat Ifan berada disana apalagi yang Sekar tahu tempat yang Ifan datangi itu tempat perlengkapan bayi membuatnya menatap penuh curiga.


sedangkan Riko merasa heran apa yang Ifan lakukan di sana. " Lo ngapain di sini?"


"eh Tante" sahut Ifan dengan nada gugup dan segera menyembunyikan kantong belanja ke belakang badannya.


"apa yang kamu bawa?" tanya sekar dengan pandangan mata tertuju kepada Ifan.


"bukan apa-apa Tan" sahut Ifan yang menyembunyikan susu ibu hamil di belakang badannya.


"Lo aneh banget sih, coba liat Lo bawa apaan!" Riko yang sama penasarannya segera menarik lengan Ifan yang memegang kantong belanjaan yang dia sembunyikan di belakang badannya.


Ifan mencoba mempertahankannya namun sayang Riko berhasil membuatnya seketika Ifan panik mana kala Riko membuka plastik yang berhasil dia rebut dari tangan Ifan seketika matanya membulat melihat isi dalam kantong tersebut sedangkan sekarang yang melihat raut wajah anaknya yang berubah segera melihatnya.


"jelaskan sama Tante ini apa?" tanya sekarang langsung memalingkan pandangannya ke arah Ifan setelah melihat isi dalam kantong tersebut.

__ADS_1


"Tan aku bisa jelasin" ucap Ifan dengan sedikit panik.


"jangan bilang" tebak Riko yang langsung berpikir jika itu pasti untuk Diandra, ternyata kecurigaan dirinya terbukti apalagi tiba- tiba Diandra berhenti kuliah dan Kevin yang menghilang begitu saja.


Ifan semakin terpojok apalagi tatapan kedua orang di hadapannya seperti sedang menunggu jawaban darinya seketika Ifan menghela napas panjang mungkin ini sudah waktunya memberitahukan keduanya tetapi bukan kejujuran yang akan Ifan berikan kepada tantenya melainkan kebohongan untuk menyelamatkan nama baik Diandra.


"itu punya Diandra"


sontak perkataan Ifan membuat Sekar kaget bukan main apalagi setelah mengetahui siapa pemilik barang tersebut sedangkan Riko menatap meminta penjelasan kepada sepupunya itu apa maksudnya semua ini.


"jadi Diandra hamil?" ucap Sekar dengan nada kaget bahkan masih tidak percaya.


"iya dan Dia sedang mengandung anak aku" Ifan menjawabnya sambil melihat ke arah tantenya yang sudah memasang wajah kaget serta kecewa.


tidak bagi Riko karena dia tahu bahwa Ifan sedang berbohong dan saat ingin membuka mulutnya Ifan segera memberi tatapan tajam kepada Riko hingga dia kembali menutup mulutnya karena mengerti arti tatapan dari Ifan.


"apa? kamu becanda kan fan" ucap Sekar yang berusaha tidak mempercayai perkataan keponakannya itu.


"gak Tante aku serius" tegas Ifan.


seketika badan Sekar membeku saat menderanya pengakuan dari keponakannya itu dia kecewa marah semua perasaan bercampur aduk bagaimana bisa Ifan melakukan itu padahal keluarganya tidak mengajarkan hal yang memalukan seperti itu.


Riko yang melihat ke arah Ifan segera menggelengkan kepalanya bagaimana bisa Ifan membuat kebohongan sebesar itu apa dia sudah gila itu yang ada dalam pikiran Riko saat ini sedangkan Ifan yang melihat raut wajah tantenya merasa bersalah tetapi dia tidak punya pilihan lain selain berbohong.


"Riko ayo kita pulang" ajak Sekar sambil melirik ke arah Riko yang terdiam sambil menatap wajah Ifan.

__ADS_1


"iya ma" sahut Riko dan dengan cepat mengembalikan belanjaan milik Ifan.


tanpa menunggu lama sekar langsung pergi meninggalkan Ifan di susul oleh Riko yang pergi dari sana sedangkan Ifan mematung melihat kepergian keduanya.


__ADS_2