Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 92


__ADS_3

sore harinya Ifan yang sudah pulang langsung bergegas mencari sosok Diandra hingga langkahnya terhenti di depan pintu kamar karena dia melihat sekilas Diandra tengah duduk di balkon tanpa berpikir panjang Ifan pun langsung menghampiri Diandra.


sedangkan Diandra yang sedang memikirkan tentang kepergian andi tentu saja tidak menyadari jika Ifan sudah pulang.


"Tidak baik, wanita hamil melamun" seru Ifan yang sudah berdiri di belakang Diandra.


mendengar suara Ifan dengan cepat Diandra menoleh tentu saja dia kaget karena dia tidak tahu kalau Ifan sudah pulang.


"kamu sudah pulang?" tanya Diandra yang langsung berdiri setelah melihat Ifan berdiri di belakangnya.


Ifan yang melihat Diandra berdiri bergegas membantunya tentu saja dia tahu kalau sekarang diandra sudah sulit berdiri mengingat kandungannya yang sudah semakin besar.


"aku bisa sendiri" ucap Diandra saat Ifan membantunya.


"iya aku tahu, tetapi sekarang aku liat kamu sudah susah berdiri makanya aku membantu kamu" jawab Ifan


Diandra pun hanya tersenyum melihat Ifan yang begitu sangat perhatian kepada dirinya dan juga kandungannya tentu saja ada rasa bersalah dalam hatinya melihat sikap yang Ifan tunjukan kepadanya.


Ifan merasa heran dengan Tatapan yang diberikan oleh Diandra kepada dirinya karena tidak biasanya dia ditatap seperti itu,"Kamu kenapa melihat aku seperti itu?apa ada sesuatu yang aneh?"


Diandra pun segera menggelengkan kepalanya saat mendapat pertanyaan seperti itu dari Ifan contohnya dia bingung harus mengatakan apa kepada Ivan karena rasanya berterima kasih saja tidak cukup untuk membalas semua kebaikan yang Ivan berikan kepada dirinya bahkan sahabatnya itu rela berkorban demi dirinya

__ADS_1


"Fan, Makasih untuk semuanya"ucap Diandra dengan tatapan penuh arti


"Kenapa kamu berterima kasih kepada aku?"


"ya karena kamu selama ini sudah terlalu baik Bahkan kamu rela mempertaruhkan masa depan kamu hanya untuk menyelamatkan nama baik aku fan"


"aku sudah pernah bilang kepada kamu kan kalau apa yang aku lakukan itu tulus karena jujur aku mencintai kamu dan aku tidak pernah merasa mengorbankan apapun"


mendengar ucapan Ifan yang begitu menyentuh hati membuat Diandra tidak bisa menahan kesedihannya Tentu saja dia baru sadar bahwa selama ini orang yang benar-benar tulus mencintainya tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatnya sendiri sedangkan selama ini dirinya telah dibutakan oleh rasa cintanya kepada Kevin bahkan Dengan bodohnya dan polosnya dia menyerahkan apa yang seharusnya tidak dia berikan kepada laki-laki yang bukan suaminya


"sudah kamu nggak usah bersedih Sekarang kan sudah ada aku dan aku minta sama kamu Untuk Jangan pernah membahas masalah ini lagi" minta Ifan yang tentu saja dia tidak ingin membahas masalah ini lagi karena baginya saat ini adalah masa depan dirinya dan juga Diandra serta calon anak mereka


"tapi-


Diandra pun hanya terdiam Tentu saja dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dia menghormati apa yang dikatakan oleh Ifan walau bagaimanapun sekarang dia harus menjaga perasaan Ifan yang telah resmi menjadi suaminya


**


di tempat lain kedua orang tua Kevin terus saja mendesak putranya itu agar mau menerima Perjodohan yang mereka berikan Tentu saja Ini salah satu cara kedua orang tuanya untuk membuat Kevin melupakan Diandra


"Sudahlah, aku sudah pernah katakan kalau aku tidak akan pernah mau menerima Perjodohan ini Apapun alasannya" dengan sangat tegas Kevin menolak perjodohannya lagi

__ADS_1


"tapi tidak peduli dengan penolakan kamu Vin, setuju atau tidak setuju kamu harus menikah dan menerima Perjodohan ini!" tegas papihnya yang menaikkan sedikit nada bicaranya tentu saja Papinya tidak suka dengan penolakan yang diberikan oleh Kevin


"benar sayang Apa susahnya kamu menerima Perjodohan ini" Timpal maminya yang terus saja mencoba membujuk Kevin akan mau menerima Perjodohan yang telah mereka rencanakan


Kevin segera memijat pelipisnya Tentu saja dia tidak habis pikir Mengapa terus-terusan kedua orang tuanya memaksa dia menerima Perjodohan ini Padahal dia sudah seringkali menolak dengan sangat tegas bahwa dia tidak akan menerima Perjodohan apapun yang diberikan oleh orang tuanya


Namun ternyata penolakan yang dia berikan tidak berarti apa-apa karena Sampai detik ini kedua orang tuanya terus saja memaksa dirinya menerima perjodohan yang tentu saja membuatnya begitu sangat muak apalagi dirinya sudah memutuskan untuk memperbaiki semuanya dan ingin bertanggung jawab terhadap Apa yang dia lakukan terhadap Diandra


"Kenapa kalian terus memaksa aku untuk menerima Perjodohan ini?"tanya Kevin dengan raut wajah tentu saja diliputi dengan rasa amarah


"karena kami ingin yang terbaik untuk kamu vin"jawab Maminya


"yang terbaik Mama bilang! kalau kalian ingin yang terbaik untuk diri aku kenapa kalian memisahkan aku dengan wanita yang aku cintai dan juga calon anakku"sahut Kevin yang kembali mengingatkan kedua orang tuanya tentang apa yang mereka lakukan terhadap Diandra dan juga calon anaknya


tentu saja ucapan Kevin membuat Papinya begitu sangat geram karena Lagi Dan Lagi Kevin mengungkit tentang apa yang pernah terjadi."cukup Kevin! jangan pernah menyebut nama wanita itu di rumah ini dan Kamu harusnya sadar belum tentu anak yang dikandungnya itu adalah anakmu"


"terserah Papi mau berkata apapun tentang Diandra Tapi yang aku yakin adalah anak yang dikandung Diandra itu adalah anak aku Pi dan aku mohon Kenapa kalian tidak pernah mengerti tentang apa yang aku rasakan"


"justru kami mengerti apa yang kamu rasakan makanya kami menjodohkan kamu dengan anak teman Papi karena kami tidak ingin kamu terjebak oleh wanita kampungan itu" ucap maminya yang tentu saja dia juga merasa tidak suka karena Kevin kembali mengungkit nama Diandra di rumah itu


"Sudah hentikan mi, Kevin mohon jangan terus Mami menghina wanita yang sebentar lagi Menjadi ibu dari anak aku.selama ini Kevin sudah menuruti semua keinginan Papi dan Mami bahkan Kevin mengorbankan wanita yang Kevin cintai dan juga calon anak Kevin jadi Kevin mohon biarkan Kevin memutuskan kehidupan Kevin"pinta Kevin kepada kedua orang tuanya Tentu saja dia tidak ingin terus-terusan dikekang oleh kedua orang tuanya

__ADS_1


"cukup Kevin Kalau kamu masih terus menyebut nama wanita itu di rumah ini! maka Papi pastikan kamu akan menyesalinya" Bima yang sudah tidak tahan dengan ucapan Kevin tentu saja langsung mengancam bahwa dia bisa melakukan apapun agar Kevin bisa kembali menuruti semua keinginannya


__ADS_2