Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 54


__ADS_3

"iya Tante tahu jadi Tante sadar bahwa Kevin masih menjaga jarak" ucap Heni sambil memasang wajah sedih di hadapan Andi.


"Tante jangan ngomong gitu, Andi yakin Kevin hanya butuh waktu saja menceritakan semuanya kepada Tante" jawab Andi yang mengerti apa yang di rasakan wanita di hadapannya.


"mungkin iya, tapi apa kamu mengenal gadis itu" tanya Heni.


"tentu saja Tan, aku mengenal Diandra dengan sangat baik" ucap Andi dengan antusias bahkan dia melupakan bahwa ucapnya bisa menjadi masalah besar untuk Diandra.


"sungguh! Tante seneng mendengarnya apa boleh kamu ceritakan kepada Tante sedikit tentang Diandra" sahut Heni.


Andi menatap tidak percaya mendengar permintaan Heni bagaimana tidak bahkan berbeda saat mengetahui hubungan Kevin dulu. dia ingat jelas bagaimana kedua orang tua Kevin ikut menyalahkannya juga sedangkan Heni masih terus memerhatikan wajah Andi karena dia tau apa yang di pikirkan Andi saat ini.


"tenang aja Di, Tante dan om sudah tidak akan berubah dan Tante akan mendukung apapun keputusan Kevin" ucap Heni sambil mematahkan semua keraguan yang ada di diri Andi kepada dirinya.


walaupun Heni berusaha tersenyum saat mengatakannya dan berusaha terlihat tulus tapi jauh dari lubuk hatinya dia merasakan amarah sangat besar mengingat kembali bahwa wanita yang di menjadi kekasih anaknya adalah wanita kalangan rendahan. mendengar itu Andi segera memerhatikan wajah wanita dihadapannya sampai Andi yakin bahwa Heni mengatakannya dengan tulus.


akhirnya Andi menceritakan semuanya tentang kehidupan Diandra dan sampai bisa menjadi kekasih Kevin dengan sangat gamblang bahkan semua penjelasan Andi mampu membuat darah Heni mendidih saat mendengarnya namun dia berusaha bersikap tenang di hadapan lawan bicaranya.


"Tante senang dengan semuanya Tante berharap bahwa Diandra wanita yang pantas buat Kevin" ucap Heni.


"iya tan, apalagi aku tahu bahwa Diandra gadis yang baik" sahut Andi dengan antusias mendengar bahwa akhirnya maminya Kevin sekarang bisa menerima pilihan anaknya.


"Tante tahu itu" sahut Heni.


"aku mengucapkan terima kasih karena Tante sudah mau menerima Diandra dan aku bisa pastiin Diandra bisa membuat Kevin bahagia" ucap Andi.


Heni hanya membalaskan dengan senyuman karena dihatinya dirinya tidak sudi jika harus wanita itu masuk dalam keluarganya dia tidak bisa bayangkan apa yang akan dikatakan orang- orang tentang keluarga mereka jika mempunyai menantu bukan dari kalangan yang sederajat dengannya.


"ya udah kalau gitu aku pamit dulu Tante" ucap Andi sambil beranjak dari duduknya.


"kenapa gak makan malam dulu di sini" sahut Heni sambil ikut bangun setelah mendengar Andi berpamitan.

__ADS_1


"gak usah Tante makasih lain kali aja" tolak Andi.


"baiklah tapi lain kali kamu gak boleh nolak" jawab Heni sambil menghampiri Andi.


Andi segera mengangguk dan segera melangkah meninggalkan Heni yang masih berdiri di tempatnya setelah kepergian Andi, Heni segera mendudukan dirinya lagi di sopa sambil memijat kepalanya sungguh dia bisa bernapas lega karena sedari tadi dadanya terasa sesak ketika harus berpura- pura di hadapan Andi.


***


hari- hari pun berlalu Diandra merasa kehilangan karena Kevin tidak pernah lagi memberinya kabar bahkan ponselnya sudah tidak aktif membuat dirinya bingung mengapa Kevin tiba-tiba seperti menghindarinya.


"hey,,, ngelamun aja masih pagi" ucap Riko sambil duduk di samping Diandra.


"ngapain Lo kesini?" Diandra bertanya tanpa menjawab mempedulikan perkataan Riko kepadanya.


"bebas dong, lagian kantin ini milik umum kali" sahut Riko.


"iya,,,iya siapa bilang milik aku" jawab Diandra dengan nada sinis.


"aku lagi bete"


"hah! bete, sejak kapan seorang Diandra bete" ejek Riko sambil terkekeh kecil mendengar ucapan Diandra barusan.


Diandra segera melirik tajam ke arah Riko yang terkekeh geli seketika Riko menutup mulutnya saat Diandra meliriknya seketika dia sadar bahwa wanita di sampingnya memang beneran dalam keadaan bete.


"kalau kamu mau mengejek aku mendingan kamu pergi" Diandra yang kesal segera mengusir Riko dari sana.


"iya maaf, gak usah marah gitu dong" ucap Riko yang merasa bersalah karena membuat Diandra marah. " kamu cerita dong sama aku ada apa? siapa tau aku bisa bantu" sambung Riko sambil membalikan posisinya hingga menghadap ke arah Diandra.


Diandra menghela napas sambil berpikir sejenak haruskan dia menceritakan tentang Kevin yang menghilang tetapi Diandra ragu apakah Riko bisa membantunya jika dia menceritakannya.


"tuh malahan melamun lagi! udah cerita" ucap Riko yang melihat Diandra malahan melamun kembali dan tidak merespon perkataannya.

__ADS_1


Diandra segera melihat ke arah Riko mungkin dengan menceritakannya dia akan sedikit merasa lega tanpa berpikir lagi Diandra menceritakan semuanya kepada Riko tentang Kevin yang tiba- tiba menghilang. Riko yang berada di hadapan Diandra begitu serius mendengarkan cerita dari Diandra.


"apa kamu udah coba datang kerumahnya?" tanya Riko setelah mendengarkan cerita dari Diandra.


"belum, aku gak tahu rumah Kevin dimana" sahut Diandra sambil mendudukan wajahnya.


"apa? kamu belum tahu rumah dia" Riko menatap tidak percaya kepada Diandra karena mereka sudah lama berpacaran tapi Diandra bahkan belum tahu rumah Kevin.


"iya" sahut Diandra sambil mendongakkan kepalanya.


"haduh,, Diandra kamu itu cantik dan pintar tapi kamu kenapa bodoh sekali sih?" ucap Riko seraya menepuk jidatnya sendiri.


"memangnya harus aku tahu rumahnya? lagian kan selama ini dia gak pernah kaya gini" jawab Diandra.


"dengerin aku iya Diandra Saputri" kesal Riko yang mendapatkan jawaban seperti itu.


Diandra segera melihat ke arah Riko sambil menatap dengan nanar karena dia memang menyadari bahwa ucapan sahabatnya itu benar tetapi semua sudah terjadi dia hanya bisa bersabar sampai Kevin mengabarinya.


"namanya menjalin hubungan itu, kamu harus tau semua tentang dia dari sifat kebiasaan dan yang terpenting keluarganya" ucap Riko menjelaskan semuanya walau pun dia tidak tau seperti apa pacaran tapi setidaknya dia sudah banyak tahu tentang hal itu.


"terus aku harus bagaimana?" tanya Diandra.


"aku juga bingung kalau ceritanya begini tapi bentar kita bisa tanya ka Andi di mana rumah Kevin" sahut Riko.


"iya bener, kenapa aku sampai lupa sama ka andi" ujar Diandra sambil beranjak.


"eh....kamu mau kemana?" tanya Riko yang melihat Diandra sudah berdiri.


"cari ka Andi" Diandra menjawab dan segera melangkah meninggalkan Riko yang masih duduk di tempatnya.


Riko yang melihat kepergian Diandra dari sana hanya menggelengkan kepalanya tetapi dia merasa aneh mengapa Kevin tiba-tiba menghilang seperti itu bahkan Riko baru menyadari jika dia tidak pernah melihat Kevin berada di kampus.

__ADS_1


Diandra yang mencari Andi seketika mengentikan langkahnya saat kepalanya terasa pusing dan segera berpegangan ke tembok koridor dari kejauhan Ifan yang melihat itu berniat menghampiri Diandra tetapi dia mengurungkannya niatnya karena dia tidak mau sampai perasaannya tumbuh kembali setelah sekuat tenaga untuk melupakan tentang rasa cintanya.


__ADS_2