Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 48


__ADS_3

"aku tidak akan meninggalkan dia" jawab Kevin.


"jangan buat papi marah Vin, tinggalkan wanita itu atau papi buat dia seperti wanita itu" ucap Bima mengingatkan kembali kepada Kevin apa yang bisa dia lakukan jika sampai Kevin tidak menuruti ke inginnya.


"benar Vin, mami mohon dengarkan papi kamu" pinta Heni yang berharap Kevin mau mengikuti permintaanya.


Kevin menatap tidak percaya ke arah maminya dia pikir maminya sudah berubah ternyata dia salah besar ternyata maminya masih sama seperti dulu, Kevin yang sudah tidak mau mengikuti perkataan keduanya segera memundurkan langkahnya sedikit.


"gak, cukup mi, Pi, sekarang aku gak akan mengikuti permintaan kalian lagi dan aku gak akan pernah meninggalkan Diandra apapun yang terjadi" ujar Kevin sambil membalik badannya dan bergegas kembali berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.


melihat kepergian Kevin tentu saja semakin membuat Bima murka karena Kevin sekarang berani menentang dirinya, Bima yang hendak melangkah untuk menyusul Kevin di hentikan oleh Heni seketika Bima menoleh ke arah istrinya dengan tatapan penuh kemarahan.


"lepas mi, papi akan buat anak itu menyesal" ucap Bima dengan nada penuh kemarahan.


"biarkan dia pergi Pi" sahut Heni.


"papi tidak mengerti apa sebenernya maunya mami? apa mami liat sekarang anak itu sudah berani kurang ajar semua akibat wanita rendahan itu" jawab Bima yang masih menatap tajam ke arah Heni.


"apa papi pikir jika kita memaksa Kevin akan membuat dia meninggalkan wanita itu? gak akan Pi, justru Kevin akan semakin menentang kita dan akan tetap memilih wanita itu" jawab Heni yang tau bagai mana watak anaknya.


Bima hanya mendengus kesal lagi-lagi dia tidak bisa berbuat apa- apa karena apa yang dikatakan istrinya memang benar di lain sisi Heni sudah punya cara sendiri bagaimana cara agar Kevin sendiri yang pergi meninggalkan wanita itu dengan suka rela.


***


sesampainya di apartemen Kevin segera membuka pintu apartemen seraya melihat sekeliling apartemen yang begitu tentu saja membuatnya semakin khawatir apalagi mengingat perkataan kedua orang tuanya membuat Kevin takut jika orang tuanya berbuat hal yang tidak- tidak kepada Diandra.


"sayang, kamu dimana" Kevin melangkah masuk sambil memanggil Diandra.

__ADS_1


namun dia tidak menemukan sosok Diandra hingga pandangan matanya tertuju ke pintu kamar dengan cepat Kevin berjalan menuju pintu kamar masih dengan perasaan hati yang cemas.


"sayang" panggil Kevin kembali sambil membuka pintu kamar.


Diandra yang terduduk di lantai sambil menyembunyikan wajahnya diantara dua lututnya segera mendongakkan kepalanya saat mendengar pintu terbuka dan mendengar suara Kevin sedangkan Kevin yang melihat pemandangan itu dihadapannya segera berlari menuju ke arah Diandra.


"sayang, ngapain kamu duduk disini Ayo bangun" Kevin segera membantu Diandra untuk bangun.


Diandra segera beranjak dengan raut wajah yang begitu sangat kacau bahkan matanya ya begitu sembab, Kevin segera mengajak duduk Diandra di tepi tempat tidur sedangkan Diandra masih tetep diam tanpa berkata sedikitpun.


dia tau apa yang membuat Diandra seperti ini pasti ini ulah kedua orang tuanya, dia tau bahwa orang tuanya bisa melakukan apapun demi memisahkan dirinya dan Diandra tapi kali ini dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


"apa salah jika aku mencintai kamu?" tanya Diandra sambil melihat ke arah Kevin yang duduk di sampingnya.


"gak ada yang salah, apa mama menemui kamu" jawab Kevin yang sudah tau jika mamanya pasti datang menemui Diandra.


"apa mama mengatakan sesuatu?" tanya Kevin yang masih memeluk Diandra.


mendengar pertanyaan kekasihnya itu dengan cepat Diandra melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepalanya menatap wajah Kevin, Kevin begitu sakit melihat keadaan Diandra yang begitu bersedih dengan cepat Kevin mengusap air mata di wajah Diandra dengan kedua ibu jarinya.


"jangan nangis lagi, sekarang kamu ceritakan apa yang mama bilang sama kamu?" Kevin kembali menanyakan apa yang di katakan mamanya kepada Diandra.


"mama kamu minta aku, buat tinggalin kamu" Diandra menjawab sambil menatap penuh dengan kesedihan tentunya Diandra tidak bisa membayangkan jika harus berpisah dengan Kevin.


"apa? mama bicara seperti itu sama kamu" jawab Kevin yang sudah menduga bahwa mamanya aku melakukan apapun untuk membuat dirinya dan Diandra berpisah.


dia tidak pernah menyangka bahwa kejadian masa lalu harus terulang kembali sedangkan Diandra masih masih menatap lekat wajah Kevin.

__ADS_1


"iya, apa aku salah karena aku bukan kalangan orang seperti kamu" tanya Diandra.


"kamu gak salah, sudah kamu gak perlu pikirin masalah itu lagi biar nanti aku bicarakan semuanya sama orang tua aku" jawab Kevin sambil memasang wajah serius.


"jangan" ucap Diandra yang tidak mau Kevin menegur mamanya tentang masalah ini karena dia tidak ingin sampai Kevin bertengkar dengan dengan orang taunya gara-gara dirinya.


"kenapa? aku harus bicara sama mama, aku gak terima mama sudah buat kamu kaya gini" jawab Kevin sambil menatap tidak percaya Diandra malahan melarangnya untuk berbicara kepada mamanya.


"aku tidak mau kamu ribut dengan orang tua kamu gara-gara aku, kalau kamu sayang sama aku jangan lakuin itu" pinta Diandra sambil menatap penuh harap kepada Kevin.


dia segera mengagukan kepalanya, andai saja Diandra tidak melarangnya tentu saja Kevin akan berbicara kepada mami dan papinya untuk tidak menggangu Diandra lagi dan dia bisa melihat sifat lain dari kekasihnya.


"sekarang kamu tidur iya" pinta Kevin.


"aku mau kamu temenin aku disini" ucap Diandra yang merasa lebih baik jika Kevin di sampingnya karena dia bisa melupakan semua kejadian tadi siang bila bersama dengan Kevin.


"iya aku temenin kamu" jawab Kevin sambil beranjak dari duduknya.


Dia segera membatu Diandra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tanpa menunggu lama Kevin segara naik ke atas tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya di samping Diandra dan dengan lembut dia menarik tubuh Diandra kedalam pelukannya.


"Vin" panggil Diandra yang berada di dalam pelukan Kevin.


"hm- kenapa sayang?" jawab Kevin seraya mengelus puncak kepala milik Diandra.


"apa kamu akan tetep di samping aku, walaupun keluarga kamu menentang hubungan kita" tanya Diandra dengan suara pelan.


"aku janji apapun yang terjadi, aku gak akan pernah meninggalkan kamu" jawab Kevin dengan penuh kasih dan cinta saat mengatakannya. " sudah kamu jangan mikir yang aneh- aneh" sambung Kevin.

__ADS_1


Diandra segera terdiam mendengar jawaban dari Kevin tentunya dia tidak tau harus senang atau sedih saat mendengarnya tetapi baginya sekarang selama Kevin berada di sampingnya dia akan selalu memperjuangkan cintanya kepada Kevin.


__ADS_2