
"sayang" Kevin segera mencari Diandra sambil memanggilnya.
Saat bersamaan suara berisik terdengar dari dalam lemari milik Kevin dengan cepat dia berjalan mendekat untuk memastikan bahwa suara tadi memang dari dalam lemari, Kevin dengan penasaran segera membuka pintu lemari seketika matanya menatap tidak percaya melihat Diandra ada didalam sana.
"kamu ngapain? ayo keluar" ucap Kevin yang melihat Diandra berada di dalam lemari.
"apa ka Andi udah pulang" tanya Diandra yang mendudukan dirinya sambil melipat kedua kakinya.
Kevin segera mengangguk dengan cepat dia membantu Diandra keluar dari dalam lemari, Diandra segera mengambil napas sebanyak mungkin karena saat berada di dalam sana dirinya merasa sesak.
"kamu ngapain di situ" tanya Kevin kembali sambil menatap tidak percaya Diandra mempunyai ide untuk bersembunyi di dalam lemari.
"tentu saja aku ngumpet" sahut Diandra sambil menatap heran mendengar pertanyaan Kevin seperti itu.
"iya tapi gak harus disana juga, gimana kalau terjadi apa- apa?" jawab Kevin yang hampir saja di buat jantungan oleh tingkah Diandra.
"tapi aku gak kenapa- Napa kan" ucap Diandra yang memahami kekhawatiran Kevin.
"pokoknya lain kali jangan ulangi lagi" pinta Kevin.
Diandra segera mengangguk.
tentunya siang ini menjadi momen keduanya di buat hampir jantungan karena hampir ketahuan oleh Andi, dengan cepat Kevin mengajak Diandra keluar ruangan ganti dan segera menyuruhnya membersihkan diri karena Kevin sudah merasa lapar.
Kevin yang baru teringat bahwa sebentar lagi kedua orang tuanya akan segera pulang tentunya dia sudah merasa bingung karena dia tidak akan bebas bertemu dengan Diandra, hingga lamunan Kevin buyar saat mendengar dering pesan masuk.
dia segera meraih ponsel yang berada di atas meja samping tempat tidur, Kevin sejenak terdiam karena itu pesan yang masuk ke dalam ponsel Diandra tetapi rasa penasarannya muncul saat nama di yang tertera di sana akhirnya dengan rasa penasaran dan curiga Kevin segera meraih ponsel Diandra dan membukanya.
"sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Diandra yang baru saja keluar kamar mandi.
"gak, sayang" jawab Kevin sambil membalik badannya saat mendengar Diandra bertanya kepadanya.
__ADS_1
"ya udah kamu mandi dulu" ujar Diandra yang tidak merasa curiga segera melangkah menuju ruang ganti.
Kevin yang masih penasaran langsung mengurungkan niatnya untuk melihat isi pesan yang masuk tadi, dia segera menaruh ponsel milik Diandra di atas meja kembali dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*****
sore harinya Ifan terlihat sibuk bahkan sudah membuat Riko pusing dengan tingkah Ifan yang sedari tadi seperti orang sibuk saja, sedangkan Ifan yang ingin bertemu Kevin dan setelah menemui temannya itu Ifan berniat menyatakan perasaannya kepada Diandra yang sudah dia simpan cukup lama.
"gimana?" tanya Ifan sambil meminta pendapat Riko tentang penampilannya.
"fan, Lo sebenarnya mau kemana?" jawab Riko yang sudah pusing karena Ifan sudah menanyakannya lebih dari lima kali.
"gue mau ketemu temen gue setelah itu gue mau menyatakan perasan gue sama Diandra" sahut Ifan sambil memerhatikan penampilannya di cermin.
"apa" Riko yang kaget segera membenarkan posisinya.
"biasa aja kali" sahut Ifan yang melihat reaksi Riko seperti itu.
Riko segera turun dari tempat tidur milik Ifan dan segera berjalan menghampiri Ifan yang masih sibuk dengan penampilannya, Riko yang sudah berada di samping ifan tentu saja masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.
"iya, kenapa? Lo iri karena sebenar lagi gue punya cewek" sahut Ifan saat mendengar pertanyaan dari riko.
Riko membulatkan mata bagaiman bisa Ifan malahan ingin menyatakan cintanya padahal Riko berharap Ifan tau terlebih dulu sebelum dia melakukan itu tetapi apa yang di harapkan Riko seketika hancur.
"udah gue pergi dulu" ucap Ifan yang melihat Jam yang melingkar di tangannya sudah hampir jam enam sore.
"fan, gue ikut" jawab Riko sambil menyusul Ifan keluar dari kamarnya.
"ngapain Lo ikut, mending Lo diem disini kalau gak Lo pulang sana" ucap Ifan karena dirinya tidak ingin mengajak Riko bisa- bisa rencananya menyatakan cinta kepada Diandra berantakan.
"ayo fan, gue ikut" rengek Riko seperti anak kecil.
__ADS_1
"apaan sih Lo, gue bilang gak iya gak" tegas Ifan saat melihat Riko merengek kepadanya.
"pokoknya gue ikut, lagian gue juga pengen tau siapa sahabat Lo" ucap Riko yang mendapatkan ide saat mengingat ucapan Ifan beberapa saat lalu.
Ifan segera menghela napas sungguh sulit menolak permintaan Riko ditambah dia tidak ingin jika Riko merengek terus hingga membuatnya pusing.
"Lo boleh ikut tapi ingat gak usah macem- macem" ucap Ifan sambil memberikan peringatan kepada Riko.
"siap komandan" jawab Riko sambil tersenyum karena Ifan setuju untuk mengajaknya.
keduanya pun segera melangkah keluar apartemen karena jarak restoran cukup jauh sehingga Ifan harus berangkat lebih awal apa lagi mengingat bahwa di sana adalah pusat kemacetan.
Diandra dan Kevin sudah sampai di restoran dimana Kevin dan Ifan janjian untuk bertemu, di sisi lain Diandra yang mendapatkan pesan dari Ifan tidak sempat membalasnya karena Kevin mengajaknya secara tiba-tiba.
setelah berada di dalam restoran Kevin segera menarik kursi untuk Diandra setelah membantu Diandra duduk dengan cepat Kevin mendudukan dirinya di hadapan Diandra.
"ngapain kita kesini?" tanya Diandra yang masih bingung karena sejak mereka di apartemen Kevin belum memberitahunya.
"nanti kamu tau, aku akan kenalin kamu sama seseorang" sahut Kevin yang berencana mengenalkan Diandra kepada Ifan.
"siapa? jangan bilang selingkuhan kamu" Diandra segera memasang wajah kesal karena Kevin merahasiakan siapa yang akan mereka temui.
"itu dia sudah datang" ucap Kevin sambil beranjak saat melihat kedatangan Ifan seketika wajahnya berubah saat Riko juga ikut bersamanya.
Diandra yang duduk segera mengikuti pandangan mata Kevin seketika dia menatap tidak percaya bahwa yang akan Kevin kenalkan padanya adalah Ifan seketika tubuh Diandra merasa lemas dari kejauhan Ifan yang belum menyadari siapa yang bersama Kevin segera berjalan ke arah keduanya sedangkan Riko yang berada di belakang Ifan sudah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi.
"sorry gue telat" ucap Ifan setelah sampai di meja dimana Kevin dan Diandra berada.
"santai aja" sahut Kevin yang tidak mempermasalahkan itu.
Riko hanya menatap malas ke arah kevin begitu juga dengan Kevin tidak peduli dengan kehadiran Riko di tengah- tengah mereka sedangkan Diandra menundukkan kepalanya sambil meremas ujung gaunnya. Ifan yang hanya melihat bagaian punggung wanita dihadapannya merasa tidak asing tetapi dia pernah bertemu dimana.
__ADS_1
"oh iya kenalin ini cewek gue" Kevin segera mengenalkan Diandra kepada Ifan . " sayang ayo bangun" sambung Kevin sambil mengarah ke arah Diandra yang masih duduk.
Diandra yang mendengar itu memberanikan dirinya untuk beranjak dari duduknya sambil menetralkan rasa kagetnya sedangkan Ifan begitu penasaran dengan sosok wanita yang akan Kevin kenalkan kepadanya.