
Ifan yang sudah sampai rumah Riko melangkah masuk tentunya dia segera mencari sosok maminya yang tadi menelponnya , dari kejauhan mami Wike yang melihat Ifan masuk kedalam rumah segera menghampiri putranya .
" kamu dari mana saja ," mami Wike langsung menanyakan kemana saja Ifan .
" dari kampus Riko mi ," jawab Ifan sambil menghentikan langkahnya di depan maminya.
"oh iya mami lupa ," sahut mami Wike seraya terkekeh geli .
Ifan hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan maminya , dari kejauhan sekarang yang melihat adik serta keponakannya berjalan ke arah keduanya tentunya dia penasaran apa yang sedang dibicarakan keduanya .
" kalian sedang ngobrol apaan ? " tanya sekarang yang sudah berada dihadapan keduanya .
" biasa Tan , mami lupa aku habis pergi ke kampus Riko ," jawab Ifan sambil menoleh ke arah sekarang yang berada di samping maminya .
" mami kan lupa fan ," bela mami Wike .
" kamu itu masih saja pelupa ," ejek Sekar kepada Wike .
" maklum mba sudah sepuh ," balas mami Wike .
Ifan hanya menghela napas melihat tingkah maminya yang tidak berubah , di sisi lain mami Wike yang baru teringat akan sesuatu segera mengajak Ifan ke ruang keluarga sedangkan sekarang melangkah ke arah dapur .
" sini fan mami mau ngomong ," ucap Wike sambil menepuk bagian sofa di sampingnya .
" ada apa mi ? " Ifan segera mendudukan dirinya di samping maminya .
" begini fan , mami dan papi berencana untuk membeli apartemen milik sahabat papi, gimana menurut kamu ? " Wike segera menanyakan pendapat Ifan tentang rencana dirinya .
" untuk apa mi ? bukankah itu akan tidak penting ," sahut Ifan yang sedikit kurang setuju dengan niat mami dan papi nya.
" tapi fan , papi hanya ingin menolong sahabatnya itu kan tidak salah ," ucap Wike .
" iya mi tapi untuk apa kita membeli apartemen disini ?" tanya Ifan .
" kan kamu bisa tinggal disana setelah lulus kuliah , lagian papi ingin membuka perusahan baru disini ," jawab mami Wike .
Ifan hanya mengagukan kepalanya walau awalnya dia tidak setuju tetapi Ifan berpikir itu ada baiknya juga karena dengan begitu dia bisa dekat dengan Diandra , mami Wike yang mendengar persetujuan Ifan merasa senang saking senangnya mami Wike lupa jika dirinya sedang membuat kue .
" aduh mami lupa ," celetuk mami Wike sambil menepuk dahinya .
__ADS_1
" ada apa lagi mi ," Ifan menatap heran melihat tingkah maminya .
" mami tadi bikin kue ," sahut mami Wike sambil beranjak dan melangkah menuju dapur tanpa menunggu jawaban Ifan .
Ifan hanya bisa menghela napas melihat tingkah maminya , dia segera menyandarkan tubuhnya di sofa entah mengapa kembali teringat dengan Diandra yang tidak berhasil dia Jumpai ,Ifan segera mencari ponselnya dia berharap bahwa Diandra belum mengganti nomor ponselnya .
Apartemen
Diandra yang merasa bosan segera turun namun saat hendak berdiri dia meringis kesakitan di bagian bawahnya hingga Diandra mengurungkan lagi niatnya , saat bersamaan ponselnya berdering tanpa pikir panjang Diandra mengambil ponselnya sambil duduk dengan pelan di ujung tempat tidur .
" Ifan ." gumam Diandra saat melihat nama di layar ponselnya .
Diandra terdiam tentunya dia masih menatap tidak percaya Ifan yang selama ini tidak pernah ada kabar kini menghubunginya , hingga panggilan telepon terputus tidak begitu lama ponsel berdering kembali Diandra yang sedikit ragu segera mengangkat telepon dari Ifan .
" halo ," ucap pria di seberang sana .
" Ifan ," balas Diandra dengan suara ragu- ragu.
" iya ini aku ," sahut Ifan .
" kamu kemana aja ? kenapa tidak pernah mengabari aku ," tanya Diandra dengan nada sedih .
" maaf aku sibuk , bagaimana kabar kamu ? " jawab Ifan .
" mana mungkin aku melupakan kamu ," jawab Ifan .
" bisa saja kan , apalagi kamu tinggal di luar negeri ," sahut Diandra dengan nada sedikit jutek .
" hehehe... mau aku pindah atau gak sampai kapan pun kamu selalu di hati aku ," celetuk Ifan sambil tertawa .
Diandra terdiam mendengar perkataan Ifan , sedangkan Ifan yang menyadari kesalahannya hingga membuat Diandra terdiam .
" Di , apa kamu masih di sana ," tanya Ifan .
" iya fan , " ucap Diandra .
" aku tadi bercanda , " sahut ifan yang meralat kembali ucapannya .
" iya aku tau ko , " jawab Diandra yang tau bahwa Ifan tidak serius mengatakannya .
__ADS_1
" ya udah aku tutup dulu iya , besok aku hubungi lagi ," ucap Ifan .
" iya fan ," jawab Diandra sambil mematikan sambungan teleponnya .
Diandra masih tidak percaya bahwa barusan Ifan menghubunginya hingga tanpa sadar senyum terukir di wajah cantiknya , saat bersamaan kevin yang masuk kedalam langsung menatap heran karena Diandra tersenyum sendiri.
" sayang ," ucap Kevin sambil berjalan ke arah Diandra yang berada di tempat tidur.
" kamu kapan pulang? " Diandra tersadar setelah mendengar perkataan Kevin .
" baru saja , habis telepon siapa ? kelihatannya bahagia banget ," tanya kevin yang merasa penasaran karena Diandra tersenyum sendirian.
" habis telepon ibu ," bohong Diandra . sambil meletakan ponselnya di atas meja .
Kevin segera mendudukan dirinya di samping Diandra tentunya dia ingin bertanya mengenai kalung yang di pakai Diandra dan yang membuat Kevin bertanya - tanya bagaimana bisa dua orang berbeda memiliki barang yang sama .
" sayang ," panggil Kevin .
" iya ," jawab Diandra sambil menoleh ke arah Kevin .
" aku mau tanya sesuatu boleh ," Kevin memberanikan diri bertanya tentang hal yang mengusik dirinya seharian ini .
" kamu mau tanya apa ," ucap Diandra sambil meraup wajah Kevin dengan kedua tangannya .
Kevin segera menyentuh kalung yang Diandra pakai tentunya apa yang di lakukan Kevin membuat Diandra kaget dan melepaskan tangannya dari wajah Kevin , Kevin yang menyentuh kalung Diandra memerhatikan dan dia semakin yakin kalung itu sama dengan yang dipake pria yang tidak sengaja bertabrakan dengannya di kampus tadi siang.
" ini kalung dari mana ," tanya kevin dengan tatapan masih memerhatikan kalung Diandra tanpa berkedip.
" oh ini , " jawab Diandra yang ikut memegang kalung yang dirinya pakai .
" iya , karena aku bertemu dengan orang yang memakai kalung sama persis dengan yang kamu pakai ," ucap Kevin sambil menatap penuh tanya kepada Diandra.
" ini pemberian ibu sebelum aku datang ke sini ," Diandra kembali berbohong tentunya semua itu agar Kevin tidak marah kepadanya , namun ada yang membuat Diandra siapa kah yang memakai kalung sama dengannya karena Ifan tidak mungkin mengingat sahabatnya itu masih di luar negeri.
Kevin hanya menggaguk sebagai jawaban tapi entah mengapa dia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Diandra , Diandra terpaksa berbohong karena dia sangat takut kevin marah dan mengambil barang kenangan yang diberikan Ifan kepadanya.
" apa kamu lapar ," tanya Kevin .
" iya , tapi aku mau mandi dulu ," ucap Diandra karena badannya sudah terasa lengket .
__ADS_1
" ya udah kamu mandi dulu , nanti baru kita makan ," ucap Kevin sambil beranjak .
Diandra sebenarnya sangat malu tapi mau tidak mau harus meminta bantuan Kevin dengan cepat Diandra meraih tangan Kevin . Kevin yang hendak melangkah mengurungkan niatnya saat Diandra menyentuh tangannya tentunya Kevin tau apa maksud Diandra tanpa bertanya lagi Kevin segera menggendong tubuh Diandra dengan lembut .