
Ifan yang sudah berada dikamar Diandra merasa bingung karena ranjang milik Diandra begitu kecil dan akan sangat sesak jika mereka tidur di sana berdua di saat sedang kebingungan Diandra melangkah masuk tentunya dengan perasaan canggung.
karena biasanya tidur di kamar berbeda namun kali ini justru dalam satu kamar membuat diandra merasakan jantungnya berdetak lebih kencang.
"apa kita akan tidur dalam satu kamar?" tanya Ifan sambil membalik badan ke arah Diandra yang termenung di dekat pintu.
"iya tapi kamu tidak usah takut kita tidak akan tidur bersama kamu bisa tidur di ranjang nanti aku akan tidur di bawah" jawabnya sambil melangkah ke arah Ifan.
"kenapa kamu bicara seperti itu? mana mungkin aku membiarkan kamu tidur di lantai dalam keadaan seperti itu"
"kamu tidak perlu khawatir soal itu fan karena itu aku sudah terbiasa justru aku takut jika kamu sampai tidur dibawah apalagi aku tahu bahwa kamu pasti tidak akan bisa"
Ifan terdiam mendengar perkataan Diandra tentunya memang benar jika dirinya belum pernah tidur di lantai karena selama ini di terbiasa tidur di tempat tidur yang besar bahkan ukuran kamar Diandra sangat kecil menurutnya tapi dia juga tidak bisa membiarkan istrinya sampai tidur di lantai sedangkan dia tidur nyaman di tempat tidur.
"mana mungkin aku membiarkan Istri aku tidur di lantai sedangkan aku tidur di atas tempat tidur" ucap Ifan tidak menyadari perkataan yang Keluar begitu saja dari mulutnya.
Diandra kembali tertampar saat mendengar perkataan Ifan walau mungkin Ifan mengatasinya tanpa tidak sadar namun kini Diandra sadar bahwa dirinya sekarang adalah istri dari Ifan dan dia harus mulai sadar dengan posisinya sedangkan Ifan yang tidak menyadari atas kesalahan atas ucapnya segera berjalan ke tempat tidur yang tidak terlalu besar itu.
"ini kan ukurannya lumayan besar jadi kita bisa berbagi" ucap Ifan yang sudah berdiri samping tepat tidur.
"tapi fan-
"kamu tidak perlu khawatir Di, aku tidak akan mengambil kesempatan jadi kamu tidak usah takut " potong Ifan yang mengerti apa yang ada dalam pikiran Diandra saat ini.
tanpa berkata apapun lagi Ifan segera mendudukan sedikit badannya dan segera meraih guling yang ada di atas tempat tidur sedangkan Diandra yang masih berdiri ditempatnya memerhatikan apa yang dilakukan oleh Ifan sedangkan Ifan segera menaruh guling itu sebagai pembatas antara dirinya dan juga Diandra.
"kamu akan tidur di sebelah sana dan aku sebelah sini dan guling itu sebagai pembatas antara kita" ucap ifan yang segera membenarkan posisinya.
__ADS_1
Diandra segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban tentunya dia bisa merasa lega karena walaupun mereka tidur bersama dalam satu tempat tidur tapi Ifan tidak mengambil kesempatan dalam hal itu.
"sekarang kamu lebih baik istirahat" ucap Ifan yang melihat kearah Diandra.
"nanti saja karena aku harus membereskan ini dulu" tolak Diandra seraya memperlihatkan tas yang di bawanya.
Ifan yang melihat arah pandangan diandra segera berjalan ke arah Diandra dan segara mengambil tas yang ada di tangan Diandra hingga membuatnya kaget dengan apa yang dilakukan. oleh Ifan.
"kamu istirahat saja biar aku yang bereskan, oh iya aku harus membereskan ini dimana?" tanya Ifan yang sudah menegang tas yang berisi paketannya.
"kamu bisa letakan itu di lemari aku" ucap Diandra seraya menunjuk ke arah lemari yang tidak jauh dari mereka.
Ifan segera mengagukan kepalanya dan segera berjalan ke arah lemari yang berada sama begitu juga dengan Diandra yang sudah merasa lelah dia segara berjalan. ke arah tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang telah lelah akibat perjalanan yang cukup panjang.
malam harinya terjadi kecanggungan di antara mereka apalagi untuk pertama kalinya mereka akan tidur dalam satu tempat tidur setelah mereka resmi menjadi suami istri, Diandra merasakan jantungnya berdetak lebih kencang begitu juga dengan Ifan yang merasakan hatinya tidak karuan.
"kenapa?" jawab Ifan yang tidur membelakangi Diandra.
"apa aku boleh tanya sesuatu" tanya Diandra yang sedang memandangi punggung Ifan
"kamu mau tanya apa?"
"apa kamu mencintai seseorang?"
Ifan terdiam mendengar pertanyaan Diandra tentunya dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia
dirinya sebenarnya dia mencintai istrinya sendiri namun bibirnya terasa Kelu saat akan mengatakannya di tambah dia tidak mungkin untuk mengatakan yang sebenarnya pada diandra.
__ADS_1
"kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Ifan yang masih setia membelakangi diandra.
"tidak apa-apa aku hanya ingin tahu saja, karena aku takut jika pernikahan kita membuat kamu mengabaikan cinta kamu dan memilih menikahi aku"
Ifan mendengar itu langsung membalik badannya hingga berhadapan dengan Diandra dan tatapan mereka bertemu cukup lama mereka saling memang hingga dengan cepat Diandra menundukkan pandangannya.
"aku tidak pernah mengabaikan cinta aku karena menikahi kamu karena sebenarnya orang yang aku cintai itu istri aku sendiri' ucap Ifan yang entah mengapa dia mengatakan isi hatinya.
Diandra segera mengangkat wajahnya melihat ke arah Ifan tentunya dia menyangka bahwa Ifan sedang bercanda kepada Sedangkan Ifan masih setia memandang wajah wanita yang kini begitu dia cintai bahkan dia masih mengira bahwa mereka kini sudah menjadi pasangan suami istri.
"kamu becanda fan" Diandra segera tersenyum.
"aku tidak bercanda aku serius mungkin kamu tidak mempercayainya namun pada kenyataanya memang aku sangat mencintai istri aku"
Diandra lagi- lagi terdiam mendengarnya dia tidak tahu harus senang tau bahagia mendengar pernyataan cinta yang di ucapkan oleh suaminya sendiri sedangkan Ifan yang melihat Diandra terdiam memberanikan diri untuk mengangkat tangannya dan mulai mengarahkan ke arah wajah milik Diandra
ketika tangan Ifan menyentuh wajah cantik milik istrinya membuat jantung Ifan main berdetak tidak karuan bahkan hal itu membuat Diandra merasakan hal yang sama.
"mungkin kamu tidak percaya dengan ucapan aku, aku sudah berusaha memendam perasaan ini saat kita kecil dahulu bahkan perasaan cinta aku sama kamu tidak berubah sampai detik ini, mungkin kamu tidak mempercayainya tapi apa yang aku katakan itu benar Di" ucap Ifan yang langsung mengatakan cintanya kepada diandra.
"jadi selama ini kamu mencintai aku?"
"iya aku mencintai kamu tapi di saat aku ingin menyatakan perasaan aku pada kamu namun saat aku ingin mengatakannya justru aku mendapatkan kenyataan bahwa kamu sudah mempunyai kekasih pada saat itu hati aku begitu hancur namun sekarang perasan itu sudah hilang namun kita semua harapan aku kembali setelah penantian aku selama bertahun- tahun akhirnya kini aku bisa mendapatkan kamu" ucap Ifan panjang lebar.
"jadi selamat ini kamu mencintai aku tapi kenapa kamu tidak pernah mengatakannya?"
..
__ADS_1