
Ifan dan juga papanya Sudah berada di ruang kerjanya, keduanya segera duduk di sopa di ruang kerja namun ada yang sedikit berbeda dari sikap papanya yang membuat Ifan merasa heran.
"papa, mau bicara apa? tidak biasanya papa mengajak aku bicara berdua seperti ini!" tanya Ifan yang langsung menanyakan apa yang ingin di bicarakan papanya
sejenak Edwan melihat ke arah wajah anak yang begitu dia banggakan tidak begitu lama dia segera menghela napas panjang tentunya ini hal pertama dalam hidupnya ketika mengetahui bahwa anaknya telah membohongi mereka
"papa ingin bertanya sesuatu tapi papa minta kamu jujur fan" jawab Edwan dengan wajah serius
Ifan yang mendengar itu menatap bingung karena dirinya merasa selama ini tidak pernah berbohong kepada kedua orang orangtuanya tentunya Ifan merasa bingung mendapatkan jawaban seperti itu dari papanya
"aku selama ini selalu jujur kepada papa dan juga mama, aku sama sekali tidak mengerti maksud perkataan papa apa?" tanya Ifan dengan memasang raut wajah bingung
"apa benar anak yang sedang di kandung Diandra itu anak kamu?" ucap Edwan dengan nada pelan namun terdengar tegas
seketika mendengar itu Ifan bagaikan disambar petir bagaimana tidak dia tidak pernah menyangka bahwa papanya akan bertanya tentang hal itu kepadanya tentu saja itu membuatnya panik karena dia tidak mungkin berkata jujur tentang siapa sebenarnya anak yang di kandung oleh istrinya
Edwan yang melihat anaknya kini terdiam semakin yakin bahwa memang apa yang dikatakan orang suruhannya itu benar mengenai menantunya yang sedang mengandung anak orang lain, tentu saja sebagai orang tua hatinya begitu kecewa karena anak yang begitu dia banggakan telah membohongi mereka
"papa bicara apa? tentu saja anak yang sedang di kandung diandra adalah anak aku" akhirnya Ifan dengan tegas mengakui bahwa anak yang di kandung oleh istrinya adalah darah dagingnya
__ADS_1
"kamu boleh bohongin semua orang fan, tapi papa tidak percaya dengan pengakuan kamu barusan karena papa sudah memiliki bukti bahwa kamu menikahi Diandra dengan terburu-buru karena dia sudah mengandung" dengan tegas Edwan mematahkan semua pengakuan yang Ifan berikan kepadanya
Ifan terdiam seketika bahkan lidahnya terasa Kelu karena akhirnya apa yang dia takutkan terjadi juga tapi dia masih bingung kalau papanya sudah tau lalu kenapa papanya menyetujui pernikahan itu karena bisa saja saat itu papanya menentang pernikahan dirinya dan juga Diandra
sebenarnya Edwan kecewa mendapati kenyataan itu tetapi dia tidak mungkin memisahkan anak serta menantunya apalagi dirinya tau bahwa anak dan juga istrinya begitu menyayangi Diandra itu alasan dia selama ini bungkam dan tidak memberi tahukan soal ini kepada istrinya karena jika dirinya memberi tahukan soal ini sudah pasti akan membuat istrinya shock
"jangan pernah kamu menutupinya lagi Fan, disini papa hanya ingin kamu berkata jujur apa benar semua itu?" tanya Edwan kembali yang ingin mendengar kebenaran langsung dari mulut Ifan
dengan gemetar dan wajah tertunduk Ifan memberanikan diri untuk mengatakan kebenarannya. "iya pa, anak yang Diandra kandung bukan anak aku. tapi aku mohon biarkan aku tetap menjalani pernikahan ini karena aku ingin melindungi Diandra dan juga calon anaknya" pinta Ifan dengan suara bergetar
"apa kamu pikir papa akan mengabulkannya?" jawab Edwan dengan nada serius
Edwan yang melihat tatapan tajam dari anaknya hanya bersikap santai tentunya dia tidak akan tega memisahkan keduanya walaupun mungkin berat baginya menerima bahwa ternyata menantunya bukan mengandung cucunya namun dengan berjalannya waktu dirinya sudah bisa menerima kenyataan itu dan akan mulai menerima bayi yang kelak lahir itu sebagai cucunya sendiri
"aku mohon pa, jangan pisahkan aku Dan Diandra. biarkan aku tetap bersama dia dan aku janji akan mengikuti semua keinginan papa asalkan jangan pisahkan kami" pinta Ifan dengan suara memohon dan tatapan nanar
"begitu berharganya dia bagi kamu! apa kamu pernah berpikir bagaimana jika sampai mama kamu tahu dan juga ibu dari diandra, apa kamu sudah memikirkan resiko apa yang akan kamu hadapi?" tanya Edwan yang ingin melihat sejauh mana Ifan akan berada di samping Diandra
"aku sudah memikirkan itu jauh sebelum aku menikahinya pa dan apapun yang terjadi nanti aku tidak akan membiarkan anak dan istri aku terluka" jawab Ifan dengan tegas
__ADS_1
seketika senyum tersungging di wajah Edwan dia tidak menyangka bahwa sekarang anaknya sudah menjadi lelaki dewasa yang sudah bisa mengambil keputusannya sendiri tentu saja membuatnya bangga walau pun jauh di dalam lubuk hatinya ada sedikit ketakutan jika suatu saat nanti rahasia ini terbongkar
"baiklah kalau jika itu keputusan kamu, papa akan membiarkan kamu tetap bersama dengan Diandra tetapi ingat pesan papa kedepannya kamu harus bisa menghadapi semuanya sendiri karena tidak akan selamanya papa dan mama bisa selalu di samping kamu" pesan Edwan yang ingin agar Ifan kelak bisa menghadapi masalahnya sendiri
Ifan yang mendengar perkataan papanya merasa bahagia bercampur sedih dengan cepat dia berdiri dan berjalan ke arah papanya yang duduk di hadapannya dan dengan cepat dia bersimpuh di hadapan papanya sontak hal itu membuat Edwan juga merasa terharu
"aku janji kedepannya aku akan mengahadapi semuanya sendiri pa, terima kasih karena papa sudah memberikan aku dan Diandra kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Ifan
"papa bukan memberi kesempatan untuk kamu memperbaiki semuanya tetapi papa melakukan ini karena papa tahu bahwa anak yang dalam kandungan Diandra tidak bersalah dan anak itu berhak bahagia" jawab Edwan seraya mengusap puncak kepala Ifan sama seperti dulu saat Ifan kecil setiap kali meminta sesuatu maka akan melakukan hal itu
***
"Ka, apa tidak bisa kita mampir ke rumah om sama tante gue dulu?" tanya Riko yang merasa sedikit kecewa karena Andi tidak membiarkannya untuk bertemu dengan om dan tantenya
"gue bingung sama Lo, kalau niat Lo mau kesana tidak usah ajak gue. memangnya gue supir Lo yang harus mengantar Lo kesana!" jawab Andi yang tidak habis pikir mendengar hal itu
"memang apa yang salah? kan sekalian kita kesini tidak ada salahnya gue sekalian mampir kesana" sahut Riko yang tidak mau kalah
Andi memijat pelipisnya sungguh dia tidak tau bagaimana jalan pikiran Riko saat ini, karena kepulangannya saat ini saja hanya untuk membicarakan hal penting dengan Ifan dan setelah selesai dia harus kembali lagi karena masih ada tugas kuliah yang harus dia kerjakan
__ADS_1
"kalau Lo masih mau disini tidak masalah, gue bisa balik sendiri" ucap Andi yang langsung masuk kedalam mobilnya