Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 74


__ADS_3

Diandra mulai terbiasa dengan status barunya dia berusaha menjadi istri untuk Ifan walau belum sepenuhnya, karena dirinya hanya berusaha melakukan apapun yang terbaik buat Ifan demi membalas semua kebaikan yang Ifan lakukan kepadanya.


pagi hari seperti biasa dia selalu bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan untuk Ifan karena terbiasa hingga kini dia tahu makanan apa saja yang Ifan sukai dan tidak sukai.


"kamu lagi apa?" tanya Ifan yang melihat Diandra sedang sibuk di dapur.


"aku sedang siapin sarapan buat kamu" sahut Diandra tanpa menoleh sedikit pun.


"kamu tidak usah repot-repot dan aku juga tidak mau kamu capek" sahut Ifan yang berjalan ke arah Diandra yang masih sibuk.


"aku tidak repot, lagian sudah seharusnya aku melakukan ini sebagai istri kamu"


seketika Ifan terdiam mendengar penuturan yang Diandra ucapkan tentu saja Ifan tidak lupa siapa Diandra saat ini namun dia tidak menyangka bahwa untuk pertama kalinya Diandra berkata seperti itu kepadanya sedangkan Diandra yang menyadari kesalahannya segara menghentikan aktifitasnya dan segera membalik badannya.


"fan, kamu jangan salah paham soal ucapan aku tadi" ucap Diandra yang merasa tidak enak karena telah melontarkan ucapan seperti itu.


"kamu tenang saja aku mengerti" sahut Ifan seketika hatinya sakit saat Diandra mengatakan itu.


Ifan yang sudah rapih mendudukan dirinya di kursi dan Diandra kenali pokus menyiapkan sarapan untuk mereka berdua sesekali Ifan melihat ke arah diandra yang tengah sibuk tentunya dia sangat berharap jika apa yang dikatakan Diandra menjadi kenyataan.


tetapi semua hanya harapan saja karena dirinya sadar bahwa hal itu tidak akan terjadi mengingat bahwa pernikahan dirinya dan diandra semata-mata menyelamatkan nama baik Diandra dan juga nama baik keluarganya karena Ifan tidak mau sampai ada orang yang bergunjing apalagi berkata buruk kepada Diandra.


"Ifan biasa minta tolong?" tanya diandra yang merasa kerepotan membawa piring berisi makanan yang telah dia masak.


"iya" Ifan segera beranjak dan berjalan menghampiri Diandra.


Diandra segera menyerahkan piring ke tangan Ifan dan dengan cepat Ifan meraihnya keduanya pun berjalan ke arah meja makan seperti biasa hubungan keduanya tidak seperti dulu lagi karena sekarang ada kecanggungan antara keduanya.


"kapan kamu periksa kandungan kamu?" tanya Ifan di sela sarapannya.


"lusa" jawab diandra.

__ADS_1


"baiklah lusa aku akan mengantar kamu memeriksakan kandungan kamu"


"tidak usah aku bisa sendiri" Tolak diandra yang tidak ingin merepotkan Ifan.


"kenapa? apa aku tidak boleh menemani istri aku memeriksakan kandungannya? lagi pula jika kamu pergi sendiri nanti apa kata orang"


Diandra terdiam sejenak mencerna ucapan Ifan beberapa saat lalu seketika tanpa dia sadari wajahnya merah merona dan Ifan yang melihatnya hanya menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.


sedangkan Diandra menjadi salah tingkah dibuat Ifan bahkan lidahnya terasa Kelu saat ingin menjawab perkataan Ifan sedangkan Ifan yang cukup lama tidak mendapatkan jawaban dari diandra menggap bahwa diantara menyetujuinya.


**


di kampus Andi terus berjalan mondar mandir menunggu Ifan tentu saja dia ingin memberikan kabar bahwa Kevin akan kembali tentu saja dirinya cemas apalagi jika Kevin tahu bahwa diandra telah menikah dengan Ifan bisa membuat pria itu murka dan oleh sebab itu Andi tidak ingin sesuatu terjadi kepada Ifan maupun Diandra.


"Lo lama banget, gue dari tadi nungguin Lo" ucap Andi dengan wajah panik.


"ada apa? kenapa Lo panik begitu" tanya Ifan yang bisa melihat jelas kepanikan di wajah Andi.


"iya ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Ifan kembali yang bingung dengan tingkah Andi.


"udah nanti gue jelasin" sahut Andi.


Ifan yang masih memerhatikan wajah Andi yang tampak panik segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban setelah mendapatkan persetujuan Andi segera melangkah pergi meninggalkan Ifan yang menatap kepergian Andi dengan tatapan penuh tanya.


walau penasaran tapi Ifan tidak mau ambil pusing tanpa menunggu lama dia segera berjalan menuju ke kelasnya hingga dari kejauhan sepupunya melambaikan tangan ke arahnya dan langsung di balas senyuman oleh Ifan kepada Riko.


"tumben Lo berdiri disini?" tanya Ifan yang sudah berdiri di depan Riko.


"memangnya tidak boleh, lagian tidak ada larangan buat berdiri disini" sahut Riko yang menjawabnya dengan enteng.


"iya terserah Lo aja" ucap Ifan seraya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban yang Riko berikan.

__ADS_1


"fan, nanti gue boleh main kan ke apartemen Lo?"


"mau ngapain?"


"ya ampun pake tanya mau ngapain, tentunya gue mau ketemu sahabat gue sekaligus kakak ipar gue"


"tidak bisa, lain Kali aja" ucap Ifan yang menolak permintaan sepupunya itu.


"pelit banget sih Lo" kesal Riko yang mendapatkan penolakan dari Ifan.


sebenarnya Ifan punya alasan mengapa menolak Riko berkunjung ke apartemennya karena dia takut jika Riko tahu tentang kebenaran tentang pernikahannya dengan Diandra dan tentunya Ifan sangat takut jika Riko datang maka dia akan tahu bahwa setelah menikah dirinya dan Diandra tidur di kamar terpisah.


Riko yang merasa kesal segera melangkah pergi meninggalkan Ifan tentunya dia kecewa karena Ifan menolaknya saat dirinya ingin bertemu dengan Diandra sahabatnya tetapi dirinya tidak hilang akan tentunya dia akan tetap datang walaupun Ifan melarang dirinya.


jam pulang Ifan yang mengingat janji bertemu dengan Andi di taman belakang segera keluar kelas dan berjalan menuju taman belakang dimana dirinya dan Andi akan bertemu tentunya dengan seribu tanya dalam benaknya apa yang akan Andi bicarakan apalagi dia melihat jelas wajah Andi begitu panik tadi pagi.


setelah sampai taman belakang Ifan segera mencari sosok andi hingga pandangan matanya tertuju ke arah sudut taman dimana Andi sudah berada di sama dan dia pun segera berjalan menghampiri Andi.


"Lo mau bicara apa? sampai harus bicara disini?" tanya Ifan yang sudah berada di samping Andi.


"ini tentang Kevin"


"apa?" Ifan kaget bukan main saat mendengar nama pria yang telah menghancurkan hidup istrinya.


"iya, gue harus memberi tahu Lo bahwa Kevin bulan dengan akan kembali, gue sangat takut jika nanti dia tahu bahwa Diandra menikah dengan Lo tentunya gue sangat khawatir jika Kevin melakukan hal yang tidak-tidak apalagi dia tahu bahwa Diandra sedang mengandung anaknya"


Ifan terdiam karena perkataan Andi itu bisa saja terjadi tapi selama dirinya berada di samping Diandra dia tidak akan membiarkan Kevin mendekat apalagi berani menyakiti istrinya.


"Lo tidak perlu khawatir karena gue tidak akan membiarkan Kevin mendekati Diandra lagi"


"tapi fan, ini tidak semudah itu apa Lo lupa bahwa diandra mengandung anaknya" ucap Andi mengingatkan lagi tentang keadaan Diandra.

__ADS_1


__ADS_2