Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 46


__ADS_3

andi yang melihat Ifan segera menghampirinya tentu saja dia berniat untuk membicarakan masalah Diandra dan Ifan, dia berharap bahwa Ifan akan mengerti dan mau kembali bersikap seperti biasa kepada Diandra.


"gue boleh duduk" tanya Andi saat sampai di hadapan Ifan.


"duduk aja" sahut Ifan yang masih fokus membaca buku tanpa melihat ke arah Andi.


"apa Lo sedang sibuk?" tanya Andi yang sudah duduk di hadapan Ifan.


"gak juga" jawab Ifan sambil menutup bukunya dan segera melihat ke arah Andi.


"fan, sebenarnya ada yang mau gue bahas sama Lo" Andi memberanikan diri berkata sebenarnya dia ragu tetapi dia mencoba dulu untuk membicarakannya.


"kalau Lo mau membicarakan soal Diandra sorry gue udah gak mau denger apapun" tebak Ifan yang tau bahwa yang akan di bicarakan Andi pasti soal dirinya dan Diandra.


Andi membulatkan matanya karena Ifan sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan nya sedangkan Ifan yang tidak ingin membahas lagi tentang Diandra segera beranjak dari duduknya dan melangkah pergi.


"fan, tunggu" panggil Andi saat melihat Ifan melangkah pergi menjauh dan dia segera menyusul Ifan.


"gue harap jangan pernah bahas apapun lagi tentang dia kepada gue" tegas Ifan sambil menghentikan langkahnya.


"tapi fan, Lo harusnya mengerti mengapa Diandra tidak memberi tahu Lo tentang hubungannya" ucap Andi yang sudah berdiri di hadapan Ifan.


"iya gue lupa disini gue yang harus mengerti tapi Lo denger juga mau dia punya hubungan dengan siapapun gue gak peduli dan iya satu lagi mulai sekarang gue juga gak mau dengar apapun lagi tentang dia, gue harap Lo menghargai keputusan gue" ucap Ifan panjang lebar.


seketika membuat Andi bungkam seribu bahasa mendengar semua perkataan Ifan karena dia tidak menyangka akan mendengar semua itu keluar dari mulut Ifan sedangkan Ifan yang sudah mengeluarkan apa yang ingin di katakan-nya segera beranjak pergi meninggalkan Andi.


"gue tahu apa yang Lo rasain fan, tapi gue tidak menyangka bahwa akan secepat ini Lo melupakan Diandra sebagai sahabat lo" gumam Andi yang melihat punggung Ifan menghilang di ujung koridor kampus.


Ifan yang berjalan menyusuri koridor kampus tidak sengaja berpapasan Kevin tentu saja hubungan keduanya sekarang sudah berubah apalagi Ifan masih mengingat bagaimana Kevin mengenalkan Diandra sebagai kekasihnya sedangkan Kevin yang melihat Ifan tentu saja dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


"lebih baik Lo lupain Diandra dan jangan pernah bermimpi untuk mendapatkannya" ucap Kevin yang sejenak menghentikan langkahnya.


"Lo gak perlu takut, gue sudah melupakan dia" ujar Ifan sambil melangkah pergi melewati Kevin.


Kevin mengepalkan tangannya mendengar itu di sisi lain dia senang saat Ifan mengatakannya tetapi di sisi lain dia tidak begitu saja percaya bahwa Ifan sudah melupakan Diandra.


"Lo pikir gue akan percaya" ucap Kevin yang masih berdiri di tempatnya.


mendengar hal itu Ifan menghentikan langkahnya tentu saja ucapan Kevin memancing emosinya tetapi Ifan berusaha tenang menghadapi Kevin karena baginya tidak penting menanggapi ocehan Kevin yang tidak berarti.


"terserah Lo mau berpikir apa, yang penting gue sudah mengatakannya" ujar Ifan sambil melirik ke arah Kevin dan tanpa menunggu jawaban Kevin dia segera melangkah pergi.


Kevin semakin emosi dibuat Ifan tetapi dia tidak mau mencari masalah apalagi baginya yang penting baginya sekarang Diandra hanya miliknya.


*****


"mami, liat kelakuan anak itu" teriak Bima sambil melempar amplop yang dipegangnya.


"mami liat sendiri" ucap Bima sambil menjatuhkan tubuhnya di sopa.


tanpa menunggu lama Heni segera membuka amplop itu dan segera mengeluarkan isinya seketika matanya menjadi merah penuh dengan kilat kemarahan melihat foto-foto Kevin dengan seorang wanita.


"siapa wanita ini?" tanya Heni sambil berjalan mendekat ke arah Bima.


"dia wanita kampung yang dipacari oleh Kevin selama ini di belakang kita" ucap Bima dengan penuh kemarahan.


"apa? papi jangan becanda, gak mungkin anak kita melakukan kesalahan lagi" jawab Heni yang tidak begitu saja percaya ucapan suaminya.


"mami pikir papi becanda tentang hal seperti ini" ucap Bima seraya menatap tajam ke arah istrinya.

__ADS_1


Heni langsung memegangi kepalanya yang terasa pusing, dia tidak menyangka bahwa anaknya melakukan kebodohan yang sama tentunya dia tidak bisa bayangkan bagaimana jika kerabat dan koleganya tau tentang ini mau dimana taruh wajahnya.


"ini gara- gara mami selalu saja memanjakan dia, liat apa yang dia lakukan sekarang" ucap Bima sambil melihat ke arah Heni.


"papi jangan salahkan mami terus, papi juga yang terlalu sibuk hingga tidak bisa memerhatikan Kevin" jawab Heni yang tidak terima dirinya di salahkan kembali akibat ulah kevin.


"itu tugas mami bukan papi" ucap Bima.


Heni hanya terdiam sambil menyandarkan kepalanya yang terasa pusing sedangkan Bima kali ini sudah tidak bisa tinggal diam lagi setelah melihat semuanya.


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Pi, mami gak mau sampai kita punya menantu dari kalangan rendahan apa nanti kata kerabat kita" ucap Heni seraya melihat sekilas ke arah suaminya.


"papi akan membuat wanita itu seperti apa yang dulu papi lakukan" jawab Bima. tentunya dia akan melakukan apapun agar wanita itu pergi selamanya dari hidup anaknya.


"mami tidak setuju" ucap Heni. dia segera membenarkan posisinya tentunya dia tidak setuju dengan perkataan suaminya karena dia tidak mau kehilangan Kevin untuk kedua kalinya.


Bima segera melihat ke arah Heni saat mendengar penolakan dari sang istri , Heni yang mendapat tatapan dari suaminya segera membenarkan posisinya dia sendiri bingung apa yang harus dilakukan tapi jika dia harus kehilangan anaknya tentu saja dia tidak mau.


"jadi mami mau membiarkan anak kita dekat terus dengan wanita dari kalangan rendah itu?" tanya Bima dengan sedikit menaikan nada bicaranya.


"bukan itu maksud mami Pi, apa papi tidak ingat waktu dulu kita memisahkan Kevin dengan wanita itu bagaimana kita juga harus kehilangan Kevin yang memutuskan meninggalkan rumah ini. mami gak mau itu terjadi Pi" sahut Heni panjang lebar menjelaskan alasan penolakannya.


Bima memijat pelipisnya mendengar penjelasan istrinya tetapi dia juga tidak mau memiliki menantu yang bukan dari kalangannya, seketika ruangan itu menjadi hening Bima sibuk dengan pikirannya sendiri begitu juga Heni.


"mami akan menemui wanita itu" ucap Heni memecah keheningan diantara dia dan suaminya.


"maksud mami apa? apa mami mau memohon pada wanita rendahan itu untuk meninggalkan Kevin?" tanya Bima.


"tentu saja tidak akan mami merendahkan harga diri kita di depan wanita itu, mami punya cara agar dia sendiri yang akan pergi dari Kevin" tegas Heni .

__ADS_1


Bima segera mengagukan kepalanya tentunya dia percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya.


__ADS_2