Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 58


__ADS_3

mereka bertiga sudah sampai di depan gerbang rumah yang begitu mewah Andi segera turun tidak lupa dia membantu Diandra turun mengingat tubuh Diandra yang masih begitu lemah sedangkan Ifan yang tidak ingin turun terpaksa ikut karena Andi memintanya.


"ka, ini rumah siapa?" tanya Diandra.


"ini rumah Kevin" sahut Andi.


"apa? kakak gak salah rumah kan" ucap Diandra. tentu saja dia merasa kaget apalagi rumah yang berada di depannya begitu megah bahkan dirinya baru pertama kali melihatnya.


"kita gak salah rumah, ayo" jawab Andi sambil mengajak keduanya masuk kedalam.


Ifan yang sedari tadi hanya diam saja sambil mengikuti langkah keduanya tentunya bukan hal yang sulit untuk Andi masuk mengingat semua penjaga serta yang bekerja disana sudah mengenal baik Andi.


"kakak, aku takut" ucap Diandra sambil memegang lengan Andi.


"kamu gak usah takut ada kakak" jawab andi yang mengerti apa yang dirasakan Diandra.


Diandra hanya mengangguk, Andi dengan cepat memencet bel cukup lama hingga pintu terbuka memperlihatkan seorang pelayan yang sudah berusia paruh baya.


"selama sore den Andi" sapa pelayan itu dengan sopan saat melihat ternyata teman tuan mudanya yang datang


"selamat sore bibi, apa Tante sama om ada?" tanya Andi seraya tersenyum.


"ada den, silahkan masuk" ucap wanita paruh baya itu kepada Andi.


Andi mengangguk dan segera melangkah masuk di susul Diandra serta Ifan, mereka bertiga mengikuti langkah kaki pelayan itu hingga mereka di minta menunggu di ruang tamu dan pelayan segera melangkah pergi setelah mempersilahkan ketiganya duduk.


Ifan memerhatikan sekeliling rumah itu dia tentunya tidak heran karena Kevin pernah menceritakan kepadanya berbeda dengan Diandra yang terpukau melihat sekeliling ruangan itu, tidak begitu lama seorang wanita dan pria berjalan ke arah Meraka.

__ADS_1


"sore Tante, sore om" sapa Andi dengan sopan kepada Heni dan Bima.


"sore Andi" jawab Bima sambil tersenyum namun senyuman itu memudar saat melihat siapa yang berada di samping Andi.


Heni yang sedari tadi sudah melihat Diandra sudah tidak mempedulikan sapaan Andi karena dirinya merasa tidak percaya wanita yang ingin dia singkirkan dari kehidupan anaknya justru berani menginjakan kakinya di rumahnya.


"untuk apa kamu membawa dia kesini" tanya Heni sambil menatap tidak suka ke arah Diandra.


"maksud Tante?" tanya Andi yang bingung siapa orang yang wanita dihadapannya maksud.


"tentu saja wanita di samping kamu" jawab Heni dengan nada sinis.


Diandra hanya menundukkan kepalanya tentunya dia sudah tau reaksi seperti apa yang akan di berikan oleh ibunya Kevin apalagi ini pertemuan kedua kalinya antara dirinya dan ibunya Kevin sedangkan Ifan yang sedari tadi terdiam merasa aneh dengan ucapan wanita dihadapannya.


"tapi Tan, aku kesini memang ada hubungannya sama Diandra" sahut Andi menatap tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"om tidak keberatan jika kamu datang kesini tapi kalau kamu datang dengan wanita itu om tidak akan menerimanya" ucap Bima dengan sombongnya.


"Tante harap kamu bawa wanita itu keluar karena rumah ini tidak menerima wanita dari kalangan rendahan seperti dia" ucap Heni masih memandang sinis ke arah Diandra.


Ifan yang mendengarnya terasa darahnya mendidih karena dirinya merasa marah saat Diandra di hina dihadapannya Ifan mengepalkan tangannya sambil menahan emosi, sedangkan Diandra memberanikan diri mengangkat kepalanya melihat kearah wanita yang sejak tadi menghinanya.


"maaf nyonya saya juga tidak mau datang kesini tapi saya kesini hanya untuk bertemu Kevin" akhirnya Diandra yang tidak tahan dengan hinaan dan cacian yang diberikan Heni berani berkata.


"lebih baik kamu pergi dan iya lebih baik kamu lupakan Kevin" jawab Heni.


"Tante ijinkan Diandra bertemu dengan Kevin" ucap Andi dengan sedikit memohon kepada Heni.

__ADS_1


"Andi, om minta kamu bawa wanita itu dari sini dan satu lagi Kevin sudah tidak mau mempunyai hubungan apapun lagi dengan dia jadi mulai sekarang kamu jangan pernah bawa dia lagi ke rumah ini" jawab Bima yang menatap ke arah Andi.


"Om gak bisa lakuin itu, saya harus ketemu Kevin" tegas Andi yang sudah berusaha sopan namun kedua orang dihadapannya terus menghina Diandra hingga membuatnya tersulut emosi.


"Kevin sudah tidak ada disini jadi lebih baik kamu bawa dia pergi sebelum Tante dan om melupakan bahwa kamu sahabat Kevin" ucap Heni dengan sedikit menaikan nada bicaranya.


seketika badan Diandra terasa lemas saat mendengar perkataan Heni dan membuat dirinya memundurkan langkahnya hampir terjatuh namun Ifan berhasil menahan tubuh Diandra hingga tidak terjatuh, kedua orang tua Kevin hanya tersenyum sinis saat melihat Diandra tentunya mereka tau bahwa wanita yang bersama Andi pasti shock mendengarnya.


"Tante jangan becanda, aku harus ketemu Kevin" ucap Andi yang tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan keduanya.


"kami sudah bilang Kevin sudah tidak berada di sini jadi lebih baik kamu pergi dan bawa mereka segera keluar dari rumah ini" ujar Bima sambil membalik badannya.


Ifan yang sudah geram segera melangkah melewati Diandra dan Andi tentunya membuat keduanya menatap bingung dengan apa yang di lakukan oleh Ifan tanpa mereka sadari Kevin sedari tadi memerhatikan mereka dari jauh Andai saja dia tidak terikat janji mungkin akan segera berlari untuk memeluk wanita yang beberapa hari ini sangat dia rindukan.


"tunggu" ucap Ifan dengan nada tinggi.


Bima dan Heni yang hendak pergi dari sana segera membalikan badannya sambil menatap bingung ke arah Ifan tentunya karena keduanya tidak mengenal siapa pria yang menghentikan keduanya. Ifan segara melangkah mendekat kepada keduanya.


"kamu siapa?" tanya Bima sambil menatap penuh kebingungan karena dirinya tidak kenal dengan pria yang berjalan ke arahnya.


"kalian tidak perlu tahu saya, tapi saya sudah cukup diam saya sudah cukup mendengar semua penghinaan kalian kepada Diandra tetapi semuanya sudah cukup" ucap Ifan yang mulai mengeluarkan semua kemarahannya.


Diandra segera melihat ke arah Andi sambil menatap nanar Andi hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau bahwa Ifan akan melakukan itu karena sedari tadi Ifan hanya terdiam.


"kamu siapa dan apa hak kamu berbicara seperti itu kepada saya" tanya Bima yang tidak Suka ada yang berbicara tidak sopan kepadanya.


"kalian tidak perlu tau siapa saya dan hak saya membela wanita yang kalian hina itu, wanita yang kalian hina barusan sekarang sedang mengandung anak dari KEVIN" ucap Ifan dengan penekanan di akhir ucapan.

__ADS_1


Deg


Bima dan Heni terdiam sambil menatap tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengan bahwa wanita rendahan di hadapan mereka sedang mengandung anak dari Kevin, Kevin yang mendengarnya hendak melangkah namun dia mengurungkan niatnya karena jika dirinya menemui Diandra, dia yakin kedua orang tuanya bisa melakukan hal yang lebih nekad daripada yang sebelumnya.


__ADS_2