
Kevin yang merasa haus akhirnya terbangun dan turun dari tempat tidur dan segera berjalan keluar kamar saat hendak melangkah ke dapur Kevin merasa penasaran dengan kertas yang berada dibawah meja dengan penasaran Kevin berjalan ke arah meja dan menundukkan sedikit badannya untuk mengambil kertas itu.
betapa terkejutnya Kevin saat melihat kertas yang berada ditangannya karena itu cek kosong, seketika Kevin meremas cek kosong itu penuh dengan kemarahan karena dia tau siapa yang memberikannya.
"ternyata mami masih menggunakan uang dan kekuasaannya buat pisahkan gue sama Diandra" batin Kevin sambil meremas kertas itu dengan kilat amarah dimatanya.
Diandra yang terbangun merasa bingung karena Kevin sudah tidak berada di sampingnya dengan cepat Diandra turun dari tempat tidur untuk mencari Kevin, tetapi setelah mencari ke seluruh apartemen Diandra tidak menemukannya.
dengan sedikit panik Diandra segera kembali ke kamar tentunya untuk mengambil ponselnya karena tidak biasanya Kevin pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada nya.
***
Kevin melangkah masuk kedalam rumah dengan penuh kemarahan dia segera mencari sosok maminya, hingga Kevin yakin kedua orang tuanya berada di ruang makan.
"apa maksud semua ini?" ucap Kevin dengan nada sedikit tinggi dan segera melempar cek kosong itu ke hadapan maminya yang berada di meja makan.
tentu saja apa yang diperbuat Kevin membuat Bima serta Heni menatap ke arah kertas yang Kevin lempar kehadapan keduanya, Bima yang melihat itu segera beranjak dari duduknya dengan kilat kemarahan dimatanya.
" Kevin, apa itu cara berbicara kepada orang tua kamu" teriak Bima dengan penuh kemarahan.
"jawab pertanyaan aku, apa maksud semua ini?" tanya Kevin kembali tanpa mempedulikan ucapan papinya.
"jadi wanita itu sudah mengatakan semuanya kepada kamu" sahut Heni sambil beranjak dari duduknya.
"Diandra namanya Diandra bukan wanita itu" ucap Kevin yang tidak suka maminya selalu menyebut Diandra dengan sebutan wanita itu.
"terserah mami tidak peduli, apa karena wanita itu hingga kamu sudah tidak bisa menghormati papi dan mami lagi" sahut Heni sambil membalik badannya menghadap ke arah Kevin.
__ADS_1
sedangkan Bima yang sudah menahan emosinya setara berjalan ke arah Kevin yang berdiri tidak jauh darinya tanpa berkata apapun satu tamparan di wajah tampan Kevin sedangkan Heni yang melihat itu tidak menyangka bahwa suaminya menampar Kevin.
"apa yang papi lakukan?" teriak Heni saat melihat suaminya menampar Kevin.
"biar anak ini sadar" jawab Bima sambil menatap tajam ke arah Kevin.
Kevin segera memegangi pipinya yang terasa panas sambil tersenyum sinis menghadap ke arah papi serta maminya karena untuk pertama kalinya papinya menampar dirinya.
"tampar aku lagi Pi" ucap Kevin sambil tersenyum mengejek ke arah papinya. " mau papi tampar seribu kali pun akan membuat aku meninggalkan Diandra" sambung Kevin dengan penuh keyakinan kepada kedua orang tuanya.
"cukup Vin, jaga bicara kamu! sampai mati pun mami tidak akan menerima wanita rendahan itu jadi menantu kita" jawab Heni.
"dasar anak tidak tau di untung, apa ini cara kamu membalas Budi kamu sama kami" ucap Bima.
"terserah kalian, kalau mami dan papi tidak menyetujui aku sama dia aku akan pergi dari rumah ini dan papi bilang apa balas Budi? aku juga tidak minta dilahirkan dari keluarga ini, keluarga yang hanya bisa menghancurkan hidup anak mereka sendiri" sahut Kevin.
"lepasin papi mi, biar papi kasih pelajaran biar dia sadar bahwa kita melakukan demi kebaikannya" ucap Bima yang tidak terima Heni menahan tangannya.
"biarin mi, bukan kah dengan seperti ini kalian akan puas?" sahut Kevin sambil tersenyum getir.
Heni segera melepas tangan Bima dari genggamnya dan membalik badannya menghadap ke arah Kevin yang berdiri di hadapannya tanpa berkata apapun Heni dengan mata berkaca-kaca menampar Kevin.
"mami kecewa sama kamu" ucap Heni dengan suara mulai bergetar.
sontak Bima membulatkan matanya melihat itu awalnya dia berpikir bahwa istirnya akan membela Kevin tetapi ternyata apa yang dipikirkannya itu salah, Kevin segera memegangi pipinya kembali namun kali ini dia merasa sedih bahkan tamparan barusan tidak terasa apapun dibandingkan rasa sakit di hatinya.
"mami" ucap Kevin menatap tidak percaya bahwa wanita yang begitu dia sayangi juga menamparnya.
__ADS_1
"jangan sebut aku mami" sahut Heni dengan berurai air mata.
"apa yang mami katakan?" tanya Bima yang sontak kaget saat mendengar ucapan dari yang keluar dari mulut istrinya.
"iya Pi, anak ini bahkan lebih membela wanita itu dibandingkan kita bahkan dia lebih membela wanita itu dibandingkan kita orang tuanya jadi buat apa dia kita menggagap dia sebagai anak karena dia pun sudah tidak menggagap kita sebagai orang tuanya" Heni mengucapkannya dengan panjang lebar sambil berurai air mata.
Kevin menggelengkan kepalanya mendengar perkataan maminya dia tidak menyangka maminya bisa berkata seperti itu kepadanya. dia segera melangkah mundur sambil menatap tidak percaya bahwa maminya akan mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu.
"aku tidak mengira bahwa akan mendengar semua itu dari mami, aku benci sama kalian" ujar Kevin dia segera membalik badannya dan berlari meninggalkan kedua orang tuanya dengan hati yang begitu hancur.
"Kevin" teriak Bima dengan penuh emosi.
" biarkan dia pergi" ucap Heni yang masih menatap tidak percaya bahwa sekarang dirinya benar- benar kehilangan Kevin.
Bima yang melihat istrinya menangis segera menenangkannya dia pun tau apa yang di rasakan oleh istrinya karena dia juga merasakan hal yang sama masih tidak percaya bahwa anaknya yang dia harapkan akan membanggakannya justru telah berani melawan dirinya hanya karena wanita kampungan.
Kevin yang melajukan mobilnya penuh kemarahan bahkan sepanjang jalan dia di teriakan oleh pengendara lain karena cara membawa mobilnya yang ugal- ugalan tetap Kevin tidak mempedulikan semuanya karena sekarang hatinya begitu hancur.
"kenapa? kenapa kalian tidak pernah membiarkan aku bahagia? kenapa?" teriak Kevin sambil memukul setir mobil dengan penuh kemarahan.
Kevin yang dalam keadaan marah tiba- tiba tersadar saat mendengar bunyi ponselnya dari tadi, dia yang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi tidak menyadari saat mengambil ponsel dirinya tidak fokus ke jalan hingga mobil yang di bawa Kevin mengalami kecelakaan fatal.
di dalam kamar Diandra yang berusaha menghubungi Kevin merasa sedikit kesal karena Kevin tidak juga menjawab teleponnya, dia yang kesal tanpa sengaja menyenggol foto Kevin yang berada di atas meja hingga jatuh dan hancur ke lantai.
deg
perasan Diandra tiba- tiba tidak enak saat tanpa sadar menyenggol foto Kevin hingga melihatnya hancur dengan cepat Diandra berjongkok untuk membereskan pecahan yang berada di foto Kevin tanpa sengaja tangannya terkena pecahan kaca itu hingga membuatnya jarinya terluka.
__ADS_1
"aku harap kamu baik- baik aja" batin Diandra sambil merinding entah mengapa perasaannya tiba- tiba merasa terjadi sesuatu dengan Kevin.