Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 60


__ADS_3

Diandra menghentikan langkahnya setelah berada di halaman rumah Kevin membuat Ifan dan juga Andi juga ikut menghentikan langkahnya sambil menatap bingung ke arah Diandra.


"ka, aku harus bertemu Kevin" Diandra segera melepaskan tangan Andi darinya.


tentu saja ucapan Diandra membuat Andi dan Ifan terkejut bagaimana bisa dia masih ingin bertemu dengan lelaki yang jelas- jelas Sudan mencampakkannya, Diandra segera membalikan badannya untuk kembali ke dalam rumah itu.


"apa kamu sudah hilang akal" Ifan segera berdiri di hadapan Diandra saat wanita itu akan melangkah kembali masuk kedalam rumah.


"iya aku sudah hilang akal, aku harus bertemu dengan Kevin fan, aku mohon biarkan aku masuk kembali" ucap Diandra sambil meneteskan air matanya di hadapan Ifan.


"jangan lakukan itu, dengan kamu masuk kedalam berarti kamu merendahkan harga diri kamu di depan orang- orang itu" sahut Andi yang berdiri di belakang tubuh Diandra.


"tapi ka, Kevin harus tau aku sedang mengandung anaknya" Diandra menjawab sambil menoleh ke arah Andi yang berada di belakangnya.


Ifan menatap tidak percaya bahkan setelah dirinya di hina dan di permalukan Diandra masih mengharapkan Kevin tentu saja apa yang dikatakan Diandra membuat hatinya semakin sakit namun dia berusaha mengesampingkan perasaannya.


"baiklah kalau kamu bersikeras ingin kembali kedalam tapi ingat satu hal ini keluarga Kevin sampai kapan pun tidak akan menerima kamu dan anak kamu" tegas Andi yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya setelah apa yang terjadi di dalam beberapa saat lalu dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Diandra di hina oleh keluarga sahabatnya.


Diandra menjatuhkan dirinya meratapi apa yang terjadi dengan dirinya apa salahnya jika dia bukan dari kalangan atas seperti Kevin apa dia tidak berhak mencintai.


Ifan segera berjongkok di hadapan Diandra sambil melipat kakinya dia pasti Diandra merasakan hidupnya hancur tapi semua sudah terjadi dan dia harus menerima kenyataan bahwa dirinya dan anak yang dikandungnya tidak di inginkan.


"jangan seperti ini, kamu gak boleh lemah" ucap Ifan sambil menyentuh kedua bahu Diandra.


"hidup aku udah hancur fan! bahkan sekarang aku tidak punya keberanian untuk bertemu ibu" lirih Diandra yang menyesali semua kebodohan dirinya.

__ADS_1


"jangan ngomong seperti itu, nanti aku dan Andi akan menjelaskan semuanya kepada ibu kamu" jawab Ifan dengan penuh ketulusan mengatakannya.


Diandra menggelengkan kepalanya tentunya dia tidak ingin jika ibunya harus malu karena perbuatan dirinya sampai hamil di luar nikah.


melihat itu Andi mengepalkan tangannya dia berjanji pada dirinya sendiri akan membuat Kevin menyesali semua perbuatan yang di lakukan kepada Diandra dan Ifan yang tidak mau melihat Diandra semakin terluka segera membantunya bangun dan mereka pun segera meninggalkan rumah Kevin.


Andi dan Ifan yang bingung membawa Diandra kemana akhirnya memutuskan untuk membawa Diandra ke rumah Riko setidaknya untuk sementara Sampai keadaan Diandra lebih baik ditambah Diandra yang terus menangis tidak memberi tahu mereka dimana selama ini dirinya tinggal.


Andi segera memarkirkan mobilnya setelah sampai di depan halaman rumah Riko sedangkan Ifan yang berada di kursi belakang memberi kode agar Andi membantu dirinya membukakan pintu mobil karena Diandra tertidur.


Andi segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil agar Ifan dengan mudah membawa tubuh Diandra, kini Diandra ada dalam gendongan Ifan namun karena tidurnya yang terlalu nyenyak Diandra hanya menggeliatkan tubuhnya.


"apa Lo yakin! kalau Diandra kita bawa kesini tidak akan jadi Masalah" tanya Andi yang takut jika keputusan Ifan justru membuat masalah baru lagi dalam hidup Diandra.


"iya, Lo tidak usah khawatir semuanya akan baik- baik saja" sahut Ifan. dirinya sangat tahu kekhawatiran yang Andi rasakan tetapi masalah itu tentu saja sudah Ifan pikirkan sebelum membawa Diandra ke rumah Riko.


Andi segera mengetuk pintu rumah Riko sedangkan Ifan yang masih menggendong tubuh Diandra sesekali memerhatikan wajah cantik Diandra yang tertidur lelap di dalam gendongannya hingga suara pintu terbuka membuat Ifan tersadar dan segera melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Ifan" ucap Sekar yang sedikit kaget dengan kedatangan keponakanya dan yang membuat Sekar semakin kaget saat menyadari Ifan sedang menggendong tubuh seorang wanita.


"maaf Tante aku ganggu" sahut Ifan yang merasa tidak enak kepada tantenya.


"gak apa- apa, ayo masuk" ajak sekar kepada Ifan.


Ifan segera masuk di ikuti Andi dibelakangnya sedangkan Sekar yang berjalan lebih dulu terus memikirkan siapa gadis yang tertidur dalam gendongan keponakannya itu karena selama ini dirinya tidak pernah tahu kalau Ifan mempunyai pacar.

__ADS_1


"Tante, aku meminjam kamar tamu" Ifan segera meminta ijin kepada Tante saat mereka sudah berada di dalam rumah.


sekarang hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban karena sekarang yang ada dalam pikirannya hanya satu siapa wanita itu sedangkan Andi yang berada tidak jauh dari tantenya Ifan itu memerhatikan wajah wanita yang seumuran dengan mamanya tentunya dia sudah bisa menebak apa yang dipikirkan tantenya Ifan sekarang.


"ayo silahkan duduk" Sekar yang tersadar dari lamunannya segera menyuruh Andi untuk duduk.


Andi segera mendudukan dirinya di sopa sambil sesekali melihat ke arah dimana tadi tubuh Ifan menghilang, Riko yang menuruni tangga pandanganya langsung tertuju ke arah ruang tamu di mana dia mengenal betul siapa yang duduk bersama mamanya dengan cepat Riko menuruni tangga.


"ka Andi" ucap Riko yang tahu bahwa yang duduk bersama mamanya adalah Andi seniornya di kampus.


"hey Rik" sapa Andi sambil menoleh ke arah suara itu.


"kalian saling kenal" tanya Sekar kepada keduanya.


"kenal ma, ini ka Andi senior aku di kampus" jawab Riko yang sudah berdiri di samping mamanya.


"iya betul Tante saya seniornya Riko" ucap Andi.


"oh gitu, maaf iya soalnya tidak tahu" sahut Sekar yang merasa tidak enak karena tidak kenal dengan teman anaknya sendiri.


"gak apa- apa tan" sahut Andi dengan suara yang begitu sopan.


sedangkan Riko yang mendengar pembicaraan keduanya justru menatap bingung kepada Andi ditambah ini juga sudah malam ada urusan apa kakak seniornya itu ke rumahnya.


"tumben lo kesini! ada angin apa?" tanya Riko sambil duduk di samping mamanya.

__ADS_1


"gue anterin Ifan tadi" sahut Andi sambil melihat ke arah Riko.


sedangkan Sekar merasa tidak nyaman serta beranjak dan melangkah pergi meninggalkan keduanya kini hanya tinggal Riko yang masih menatap penuh rasa penasaran kepada, sedangkan Andi yang mendapatkan tatapan dari Riko hanya bersikap tidak peduli.


__ADS_2