Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 18


__ADS_3

Kevin yang awalnya ingin mengajak Diandra mencari kosan untuk tempat tinggal barunya akhirnya mengurungkan niatnya , dia memutuskan untuk Diandra menempati apartemen yang dulu dia tinggalin selama pergi dari rumah , mobil yang dikendarai Kevin sampai di sebuah gedung yang tinggi dan begitu megah Diandra yang berada di kursi samping kemudi merasa heran karena kevin membawanya kemana .


" kenapa kita kesini ? " Diandra memberanikan diri bertanya .


" ayo turun , nanti juga kamu tau ," jawab Kevin yang sudah menepikan mobilnya .


Diandra yang tidak bertanya lagi segera turun dari mobil di susul oleh kevin sejenak Diandra berdiri terpesona begitu melihat bangunan dihadapannya yang begitu mewah bahkan ini kali pertamanya dia datang ketempat semewah itu , Kevin yang melihat Diandra terdiam sambil menatap gedung dihadapan mereka segera berjalan ke arah Diandra .


" ayo sayang ," ajak Kevin sambil meraih tangan Diandra .


Diandra segera mengikuti langkah kaki Kevin keduanya segera masuk ke gedung apartemen Diandra yang sedikit bingung terus mengikuti Kevin sedangkan Kevin yang sengaja memang tidak memberi tahu Diandra tentang itu sengaja karena dia ingin memberi kejutan untuk Diandra .


" ngapain kita kesini ," tanya Diandra saat mereka sampai di depan pintu kamar apartemen .


" nanti kamu juga tau ," ucap Kevin sambil membuka pintu apartemen miliknya . " ayo ," sambung kevin .


Diandra hanya menurut dan melangkah masuk kedalam apartemen seketika matanya membulat tak percaya melihat pemandangan di depannya , tentu saja karena dirinya baru pertama kali melihat ruangan yang begitu mewah bahkan dulu dia hanya melihatnya di televisi .


" kenapa disitu ? ayo sini ," ucap Kevin tersadar jika Diandra tidak berada dibelakangnya .


" ini tempat siapa ? ayo kita pulang ," Diandra yang merasa takut jika mereka masuk ke tempat orang segera mengajak Kevin pulang .


Kevin terkekeh geli karena dia baru menyadari bahwa Diandra begitu polos tentunya gadis itu belum tau bahwa apartemen yang mereka datangi itu miliknya. Diandra menaikan alisnya bingung melihat Kevin tertawa saat mendengar ajakannya .


" aku lupa , ini akan menjadi tempat tinggal kamu yang baru ," ucap Kevin sambil menghentikan tawanya .


" kamu jangan becanda deh , mana bisa aku bayar tempat semewah ini ," jawab Diandra sambil menghela napas . tentunya uang yang dia miliki hanya cukup untuk menyewa kamar kos biasa bukan tempat mewah seperti yang dia datangi sekarang .

__ADS_1


" memang siapa yang menyuruh kamu menyewanya ? " tanya kevin sambil berjalan ke arah Diandra .


" tadi kamu kan yang bilang ," ucap Diandra sambil mengerucutkan bibirnya .


" iya , tapi aku hanya bilang ini tempat tinggal kamu yang baru bukan meminta kamu menyewanya ," jawab Kevin sambil menarik tubuh Diandra hingga membuat jarak keduanya semakin dekat.


seketika jantung Diandra berdetak tidak karuan saat jarak dirinya dan Kevin hanya terhalang beberapa senti saja , sedangkan yang sadar semakin menarik tubuh Diandra hingga semakin membuat tubuh keduanya semakin dekat .


" Vin , lepas ," pinta Diandra sambil mendorong dada Kevin dengan kedua tangannya.


" kenapa ? aku suka begini ," goda Kevin yang semakin merasa gemas saat melihat wajah Diandra mulai memerah .


" lepas gak , kalau gak aku marah ," Ancam Diandra sambil menyembunyikan wajahnya yang merah merona akibat ulah kevin .


dengan cepat Kevin melepas tubuh Diandra tentunya dia takut dengan ancaman yang diberikan Diandra kepadanya di sisi lain Kevin semakin yakin bahwa Diandra tidak pernah dekat dengan pria manapun selain dirinya , sedangkan Diandra masih terdiam sambil menetralkan detak jantungnya karena untuk pertama kalinya dia sedekat itu dengan seorang pria wajah saja jika Diandra merasa malu dan tidak nyaman.


Ifan yang sedang menyandarkan tubuhnya di tempat tidur terus teringat dengan sosok Diandra , mengingat dia harus datang ke acara pernikahan sepupunya membuat Ifan harus menunda untuk mencari dimana Diandra mengingat ibu Diandra hanya memberi tahu jika Diandra di kota itu bersama Andi . setidaknya Ifan sedikit lega karena dia sangat mengenal sosok Andi .


" fan , mana oleh - oleh buat gue ," tanya Riko yang main masuk saja ke kamar yang ditempati Ifan .


" Lo bisa gak! kalau masuk kamar itu ketuk pintu dulu ," kesal ifan akibat Riko membuatnya kaget .


" ya ampun , biasa juga Lo gak marah ," jawab Riko santai sambil mendudukan dirinya di tepi tempat tidur .


" itu kan dulu Riko , " Ifan menekankan menyebut nama Riko di akhir perkataannya . karena dirinya sudah dewasa wajar saja jika agak risi jika seseorang masuk begitu saja ke kamarnya.


"apa bedanya dulu dan sekarang sama saja ," jawab Riko . karena baginya tidak ada yang berubah .

__ADS_1


" terserah Lo aja ," kesal ifan sambil kembali fokus memainkan ponselnya .


Riko merasa heran karena sejak kembali Ifan selalu sibuk dengan ponselnya membuat rasa penasaran di dalam diri Riko muncul akhirnya dengan kebiasaan isengnya langsung menarik ponsel yang dipegang Ifan , hingga membuat Ifan kaget tentunya dia takut jika sepupunya melihat foto di ponsel miliknya.


" Riko balikin , gak lucu ," ucap Ifan sambil berusaha mengambil kembali ponsel miliknya dari tangan Riko .


" nih ambil kalau bisa ," Riko segera beranjak dan mengangkat ponsel Ifan ke udara .


Ifan yang takut jika ponselnya terjatuh dan rusak akibat ulah usil Riko segera turun dan terus berusaha merebut ponselnya dari tangan Riko hingga keduanya saling berebut namun sayang karena badan Riko yang kalah besar membuatnya harus menyerahkan ponsel milik Ifan .


" fan sakit tau ," lirih Riko sambil menyentuh bahunya yang sempat di cengkram oleh tangan kekar milik Ifan .


"itu akibatnya kalau Lo masih usil ," tegas Ifan yang segera memasukan ponselnya ke dalam kantong celananya .


" kejam banget sih Lo ! gara- gara ponsel aja sampai segitunya , memang ada apa di dalam ponsel itu ? " tanya Riko yang penasaran mengapa sejak dulu Ifan selalu kalang kabut saat ponselnya di ambil .


" Lo gak perlu tau ," ucap Ifan sambil membalik badannya membelakangi Riko . tentunya dia tidak suka jika urusan pribadinya diketahui orang lain biarpun itu sepupunya sendiri .


" jangan bilang ada foto aneh- aneh kalau gak ada foto cewek Lo ," tebak Riko sambil berjalan mendekat ke arah Ifan . " sini biar gue liat calon kakak ipar gue ," pinta Riko sambil melipat kedua tangannya di hadapan Ifan .


" kakak ipar ? kayanya otak Lo harus di periksa ," ejek Ifan sambil berjalan ke arah tempat tidur kembali .


" kenapa dengan kepala gue ," ucap Riko sambil memegangi kepalanya sendiri .


Ifan yang melihat kelakuan Riko hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sungguh Riko masih sama seperti dulu yang pikirannya masih lemot , Riko yang sangat ucapan Ifan segera menatap tajam sepupunya itu sedangkan Ifan yang mendapat tatapan dari Riko hanya bersikap tidak peduli .


" oh iya , Lo kuliah dimana ? " tanya Ifan yang penasaran mengingat nilai Riko selama sekolah selalu jeblok membuat dirinya penasaran kampus mana yang mau menerima sepupunya itu.

__ADS_1


__ADS_2