Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 72


__ADS_3

Bu Rahma dan kedua orang tua Ifan sudah sampai di depan apartemen seketika langkah Bu Rahma terhenti dirinya tidak sanggup harus bertemu dengan Diandra tentunya dia masih merasa kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Diandra yang sudah membuatnya malu.


"apa ibu baik-baik saja?" tanya Wike yang menoleh ke arah Bu Rahma yang menghentikan langkahnya.


"nyonya saya tidak sanggup" ucap lirih Bu Rahma sambil menahan airmatanya.


Wike segera berjalan mendekat ke arah Bu Rahma tentunya dia juga merasakan hal yang sama tetapi semua sudah terjadi sekarang mereka sebagai orang tua hanya bisa membuat keduanya memperbaiki kesalahan yang mereka perbuat dengan cara menikahkan keduanya.


Edwin yang melihat itu tentu saja hanya bisa menghela napas karena semua itu terjadi akibat kesalahan anaknya tetapi dia bersyukur karena wanita yang mengandung cucunya adalah Diandra, Wike mencoba menenangkan Bu Rahma dan segera menggandeng Bu Rahma sedangkan Edwin tanpa menunggu lama langsung memencet bel apartemen.


sedangkan Andi yang mendengar bel berbunyi segera beranjak dari duduknya, Ifan yang sedang menyuapi Diandra segera menoleh ke arah Andi yang sudah berdiri.


"siapa yang datang?" tanya Ifan yang merasa heran karena selama ini tidak ada yang pernah berkunjung ke apartemennya.


Andi segera menaikan kedua bahunya tanpa menunggu lama dia segera berjalan menuju pintu dan segera membukanya seketika dia membisu dan langsung panik saat melihat siapa yang sudah berada di depan pintu.


" siapa Di" kata Ifan dari dalam apartemen.


"i- ini" ucap Andi terbata-bata.


Edwan yang mendengar itu segera memberi tatapan kepada Andi begitu juga dengan wanita yang di belakang Edwan, Andi yang belum hilang rasa kagetnya segera mempersilahkan mereka masuk tanpa berkata apapun lagi.


Andi segara memundurkan langkahnya saat Edwan dan Keuda wanita yang mengekor di belakang sedangkan di dalam Ifan maupun Diandra belum menyadari kedatangan mereka. seketika Diandra menghentikan tangan milik Ifan.


"i- Bu" ucap Diandra dengan suara terbata dan tatapan matanya tanpa berpikir panjang Diandra segar beranjak dari duduknya saat melihat ibunya sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


Rahma tidak bisa membendung lagi air matanya setelah melihat keadaan putrinya yang sudah berbadan dua begitu juga dengan Diandra yang begitu merindukan ibunya hingga tempat terasa air mata mulai menetes membasahi wajah cantiknya.


"Bu, maafin aku" Diandra segera bersimpuh dihadapan ibunya yang hanya dia sambil menangis.


Wike yang tidak tega melihat Diandra bersimpuh di hadapan ibunya segera menyentuh pundak Rahma tentu saja itu membuat Rahma segera menoleh ke arah Wike yang menggelengkan kepalanya, berbeda dengan tiga pria yang berada di sana hanya dia melihat pemandangan itu.


Ifan yang tidak tega segera berjalan ke arah Diandra yang masih bersimpuh sambil memegangi kaki milik ibunya dia dengan lembut menyentuh kedua bahu Diandra dan membuat Diandra menoleh ke arah Ifan yang menundukan sedikit badannya.


"ayo bangun, kasian anak kita" ucap Ifan yang membantu Diandra untuk bangun.


"jadi benar apa yang dikatakan om Niko dan juga Tante Sekar" sahut Edwin dengan raut wajah begitu kecewa.


"ibu kecewa sama kamu nak, kenapa kamu melakukan ini sama ibu" ucap Bu Rahma di sela tangisannya.


"kenapa kamu menghancurkan mimpi kamu sendiri nak?" tanya Bu Rahma yang teramat kecewa dengan kenyataan bahwa Diandra melakukan hal itu.


Diandra seketika kelu dirinya tidak bisa lagi mengatakan apapun setelah mendengar penuturan ibunya karena kini dirinya baru sadar bahwa dia terlalu bodoh karena dengan mudahnya menyerahkan kehormatannya demi nama cinta hingga akhirnya kini dirinya yang harus menanggung semuanya sendirian.


Andi yang merasa tidak nyaman berada di sana memutuskan untuk keluar apartemen karena itu akan membuat semuanya bisa menyelesaikan semuanya, Ifan yang melihat Diandra menangis tentu mengeri apa yang sedang di pikirkan wanita yang berdiri di sampingnya.


dengan penuh keyakinan Ifan segera mengakui anak yang ada di dalam kandungan Diandra tentu saja Diandra begitu kaget karena Ifan rela berbohong kepada semua orang demi menyelamatkan nama baiknya dan juga bayi yang dia kandung.


"apa kamu pikirkan apa akibatnya?" tanya Edwin setelah mendengarkan semua pengakuan yang keluar dari mulut Ifan.


"aku tahu pa, pasti kalian semua kecewa tapi kami melakukannya karena kami saling mencintai dan aku juga tidak akan lari dari tanggung jawab" sahut Ifan.

__ADS_1


"apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?" tanya Wike yang ingin memastikan kembali tentang niat anaknya untuk bertanggung jawab atas semua kesalahan yang di perbuatanya.


Ifan mengagukan kepalanya sebagai jawaban atas jawaban dari pertanyaan kedua orang tuanya sedangkan Bu Rahma masih terdiam tanpa berkata apapun karena hatinya masih begitu kecewa dia masih berharap semuanya hanya mimpi namun kenyataan justru menamparnya hingga membuatnya sadar bahwa semuanya nyata.


setelah pembicaraan antara mereka akhirnya keluarga Ifan memutuskan menikahkan keduanya esok hari dan Ifan menyetujuinya di lain sisi Diandra sempat memberikan penolakan dengan isyarat namun dengan cepat Ifan menyakinkan Diandra bahwa semuanya akan baik-baik saja.


***


esok harinya pernikahan antara Diandra dan Ifan di gelar, pernikahan itu terbilang begitu sangat sederhana karena semua sudah mereka pikirkan tentunya mereka akan menggelar pesta pernikahan setelah Diandra melahirkan.


semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga termasuk Andi yang ikut hadir acara berlangsung hikmat dalam kesederhanaan dan setelah Ifan mengucapkan ijab Qabul akhirnya keduanya resmi menjadi suami istri.


semua orang memberikan selamat dan wejangan kepada keduanya tentang pernikahan, Ifan dan Diandra mendengarkan semua nasehat dan wejangan yang di berikan semua orang di sana sedangkan Riko yang melihat pengorbanan sepupunya merasa terharu hingga tanpa sadar meneteskan airmatanya.


"den, ibu minta tolong jaga anak ibu jangan pernah kamu menyakitinya jika kelak kamu sudah tidak memiliki perasan apapun padanya tolong kembalikan kepada ibu dan dengan tangan terbuka ibu akan menyambutnya" pesan Bu Rahma sambil menahan tangisannya agar tidak jatuh.


"aku berjanji Bu, aku akan selalu membahagiakan Diandra dan calon anak kami setelah ini ibu cukup panggil aku Ifan karena sekarang aku menantu ibu"


" tapi den-


"bener Bu Rahma berhenti memanggil Ifan seperti itu dan ubahlah panggilan ibu kepada kami karena sekarang kita satu keluarga" ucap Wike dan segera di angguki oleh Edwin.


Bu Rahma yang awalnya merasa canggung apalagi mengingat siapa keluarga Ifan membuatnya malu untuk merubah panggilannya tetapi setelah di yakinkan oleh semua. akhirnya bu Rahma menyetujuinya.


Diandra yang sedari tadi terdiam segera mendekat ke arah ibunya dan memeluk tubuh ibunya sambil meminta maaf dengan semua apa yang dia lakukan dan dengan kebesaran hati Bu Rahma memaafkan kesalahan putrinya walau bagaimana pun nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


__ADS_2