
setelah pertemuannya dengan Kevin membuat Ifan merasa sedih karena ternyata pria itu hanya menganggap Diandra tidak lebih seperti wanita gampangan dan dengan langkah gontai Ifan melangkah masuk ke dalam rumah Riko.
"kamu sudah datang" tanya Sekar yang melihat Ifan melangkah masuk.
"iya Tante" jawab singkat Ifan sambil pandangan matanya melihat sekeliling.
"kamu cari Diandra" tebak Sekar yang memerhatikan seperti ada yang dicari oleh Ifan.
seketika Ifan tercengang karena ketahuan oleh tantenya jika sedang mencari Diandra dengan cepat dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Sekar yang melihat tingkah keponakanya itu hanya tersenyum karena mengira jika Ifan sedang jatuh cinta makanya sikapnya seperti itu.
"gak ko Tan" ucap Ifan yang sedikit malu karena ketahuan.
"iya juga gak apa- apa, wajar saja namanya juga lagi pacaran dulu juga om sama Tante kaya gitu" goda Sekar sambil terkekeh geli mengingat masa lalunya.
"hah pacaran?" Ifan kaget saat mendengar perkataan tantenya tentunya dirinya sangat bingung siapa yang tantenya maksud dengan pacaran.
"iya pacaran! bukannya kamu sama Diandra pacaran" ucap Sekar sambil menatap bingung melihat ifan yang kaget mendengar perkataannya.
"Tante itu becanda iya" sahut Ifan yang mengira tantenya hanya sedang mengerjainya.
"kamu itu aneh, Tante bicara serius malahan dibilang bercanda! bukannya kamu dan Diandra itu pacaran" jelas Sekar yang mengingat jika Riko sempat memberi tahunya tadi pagi.
Ifan merasa bingung bagaimana Tantenya bisa berpikir bahwa dia dan Diandra berpacaran sedangkan kenyataannya dirinya hanya membantu Diandra yang sedang dalam masalah.
"Diandra sedang ada di taman belakang dengan riko" Sekar segera memberitahukan dimana keberadaan Diandra tanpa mempedulikan raut wajah keponakannya yang tampak bingung.
"kalau gitu Ifan kesana dulu Tan" ujar Ifan sambil melangkah melewati Sekar.
Sekar hanya menggelengkan kepalanya setelah melihat tingkah Ifan dan dia segera kembali menuju ke belakang untuk mempersiapkan makan malam sedangkan Ifan yang sudah sampai di taman belakang sejenak menghentikan langkahnya saat melihat Diandra yang sedang termenung di temani Riko sepupunya.
__ADS_1
"fan" Riko segera melambaikan tangan kepada Ifan.
Diandra yang duduk di sampingnya segera menoleh ke arah belakang seketika dia terdiam melihat Ifan berjalan ke arah mereka, Ifan yang berjalan ke arah mereka berdua terus berpikir bagaimana dia bisa membuat Diandra menjalani semuanya ditambah dia teringat bagaimana Kevin menghina wanita yang di cintai nya itu membuat Ifan berjanji tidak akan membiarkan Kevin menyakiti Diandra lagi.
"Lo mau jemput Diandra" tebak Riko sambil beranjak setelah Ifan berada di sampingnya.
"iya" jawab singkat Ifan.
"maaf aku jadi merepotkan kalian" ucap Diandra kepada keduanya sambil menundukkan kepala.
"santai aja kali lagian kaya sama siapa aja" sahut Riko yang merasa tidak keberatan dengan Diandra yang menginap di rumahnya.
"apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Ifan sambil melihat ke arah Diandra yang menundukkan kepalanya.
Diandra hanya mengangguk.
"gue masih ada urusan Ko" sahut Ifan saat mendengar ucapan sepupunya itu.
"kaya orang sibuk aja Lo" celetuk Riko sambil menatap kesal karena Ifan selalu saja begitu.
" terserah apa kata Lo aja" ujar Ifan sambil mengajak Diandra untuk pergi dan dengan cepat Diandra beranjak dari duduknya dan segera berjalan mengikuti langkah kaki Ifan.
Riko hanya bisa mendengus kesal melihat kepergian keduanya tetapi sejenak dia merasa aneh apalagi melihat sikap keduanya seperti dua orang asing saja hingga membuat rasa penasarannya semakin besar belum tentang mengapa Ifan bisa membawa Diandra kerumahnya di tambah apa yang membuat sikap keduanya seperti itu.
****
"fan, terima kasih" ucap Diandra karena Ifan sudah banyak menolongnya.
Ifan hanya mengagukan kepalanya dan segera membalik badannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun kepada Diandra sehingga membuat Diandra sadar bahwa dirinya telah menyakiti Ifan.
__ADS_1
"maafin aku fan" kata Diandra yang melihat Ifan berjalan menjauh darinya.
"kamu istirahat kalau perlu apa-apa hubungi aku" ucap Ifan tanpa menoleh ke Diandra dan segara melangkah pergi menuju apartemennya tanpa menunggu jawaban dari Diandra.
dia hanya bisa menghela napas melihat kepergian Ifan tentunya dia sadar Ifan hanya kasian kepadanya sebab itu Ifan membantu dirinya setelah cukup lama akhirnya dia segera membuka pintu apartemen dan melangkah masuk namun tanpa Diandra sadari jika Ifan belum benar- benar pergi dari sana.
"jadi selama ini benar! bahwa Diandra tinggal dengannya" batin Ifan yang satu persatu kebenaran yang Diandra sembunyikan akhirnya terungkap.
dengan rasa kecewa dihatinya Ifan kembali melangkah menuju apartemennya tentunya luka hatinya belum sembuh dan sekarang luka itu semakin dalam apalagi setelah mengetahui bahwa Diandra kini telah berbadan dua.
di dalam apartemen Diandra merasa ada yang aneh hingga langkahnya terhenti saat melihat koper miliknya sudah berada di dekat sopa dengan penuh tanya Diandra berjalan ke arah Koper dan di atasnya ada sebuah amplop dengan rasa penasaran dia segera mengambilnya dan membukanya.
seketika bola matanya membulat setelah melihat isi dalam amplop itu sebuah cek kosong dan sebuah surat dengan tangan bergetar Diandra mulai membukanya sepucuk surat itu.
sebelumnya aku minta maaf, mungkin setelah membaca surat ini kamu akan membenci aku seumur hidup kamu tapi aku harus jujur bahwa sebenarnya selama ini aku tidak pernah mencintai kamu.
aku hanya menganggap kamu tidak lebih dari wanita yang bisa menemani aku di atas tempat tidur tidak lebih dari itu namun aku tidak menyangka bahwa akhirnya ternyata kamu justru mencintaiku itu membuat aku menjadi bingung karena niatku hanya sebatas itu kepada kamu tetapi kamu berharap lebih kepadaku.
mungkin kata maaf aku tidak bisa mengubah kenyataan yang sudah terjadi jadi aku harap kamu paham bahwa kita tidak akan bisa bersama dan aku juga minta kamu gugurkan kandungan kamu karena aku tidak pernah menginginkan anak itu.
aku sudah menyiapkan cek kosong untuk kamu isi, anggap saja itu kompensasi dari apa yang telah terjadi antara kita berdua dan aku harap setelah kamu membaca surat ini kamu pergi sejauh mungkin karena aku tidak ingin bertemu lagi dengan kamu.
Kevin.
bagai di sambar petir saat Diandra membaca surat dari Kevin hatinya hancur ternyata selama ini yang Kevin tunjukan hanya kepalsuan saja dan bodohnya dia percaya dan bahkan mengorbankan semuanya dan menyerahkan apa yang paling berharga dalam dirinya hanya untuk Kevin.
tubuhnya terasa lemas bahkan dia tidak bisa lagi untuk berdiri hingga membuatnya menjatuhkan dirinya dilantai dengan berlinang air mata masih tidak percaya bahwa lelaki yang begitu dia percaya ternyata dengan mudahnya mencampakkannya dan yang lebih menyayat hati bahkan dia memintanya menggugurkan buah cinta mereka berdua.
"kamu jahat Vin,,,,kamu jahat ,,,, aku benci kamu" teriak Diandra sambil menangis histeris meratapi dengan apa yang terjadi kepada dirinya sekarang.
__ADS_1