Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 71


__ADS_3

Ifan tampak bingung dia sudah bisa menduga Tante dan omnya sudah memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang apa yang terjadi, Andi yang melihat Ifan gusar segera berjalan ke arah Andi.


"lalu kita harus gimana?" tanya Andi sambil menepuk bahu Ifan yang sedari tadi berjalan mondar mandir.


"gue akan menikahi Diandra dan gue harap Lo bisa menyembunyikan tentang siapa ayah kandung dari bayi yang Diandra kandung biar Dimata semua orang gue lah ayah dari anak itu"


"apa Lo gila?" sontak Andi menatap dengan bingung bagaimana mungkin dia melakukannya sedangkan dia tahu bahwa tidak mungkin semua orang begitu saja percaya apalagi kandungan Diandra yang sudah membesar.


"iya gue gila, tapi gue jauh lebih gila jika membiarkan Diandra menanggung semuanya sendiri" tegas Ifan dengan penuh penekanan di setiap perkataannya.


dia tidak peduli jika Andi menganggapnya gila tetapi dia tidak mungkin membiarkan Diandra menanggung semuanya sendirian sedangkan Andi yang masih menatap Ifan sungguh tidak habis pikir jika Ifan akan senekat ini bagaimana dia menjelaskan tentang kehamilan Diandra sedangkan pertemuan Ifan dan Diandra itu baru 3 bulan.


"gue tahu niat baik Lo tapi apa Lo yakin jika nanti tidak akan curiga jika tahu bahwa usia kandungan Diandra itu sudah hampir 5 bukan sedangkan Lo baru bertemu kembali sekitar 3 bulan lebih" ucap Andi.


"masalah itu Lo gak perlu khawatir gue akan membuat mereka yakin bahwa Diandra sedang mengandung anak gue lagi pula kehamilan Diandra belum terlihat besar" sahut Ifan yang memang sudah memikirkan dengan semua kemungkinan yang terjadi.


"ya udah kalau itu keputusan Lo seperti itu gw akan mendukung Lo tapi ingat satu hal jangan pernah membuat Diandra meneteskan air matanya kalau itu terjadi maka Lo akan berurusan sama gue"


"gue Janji sama Lo, gue gak akan membuat dia sampai meneteskan air matanya lagi" ucap Ifan dengan penuh keyakinan.


Andi merasa lega mendengarnya karena dia tidak akan khawatir lagi setelah mendengar perkataan Ifan, tanpa mereka sadari seseorang mendengarkan pembicaraan keduanya tentu saja Riko yang menguping sedari tadi merasa terkejut setelah mendengarkan semuanya ternyata dugaannya benar.


"jadi Diandra sedang hamil" ucap Riko berjalan ke arah keduanya.


sontak Andi dan Ifan dibuat kaget saat mendengar suara itu keduanya langsung melihat ke arah pria yang berjalan ke arah mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Lo disini?" ucap Ifan dengan raut wajah kaget melihat Riko berada di sana.

__ADS_1


"iya gue disini dan gue sudah mendengar semuanya"


"kita bisa jelasin" sahut Andi yang mulai panik karena sekarang Riko pun tahu tentang rahasia yang tentang Diandra.


"kalian tidak perlu jelasin apa-apa, gue udah denger semuanya" ucap Riko yang memang sudah mendengar semua pembicaraan keduanya.


sontak Andi dan Ifan saling menatap tentu saja mereka sekarang bingung apalagi Riko sudah mengetahui tentang hal itu sedangkan Riko yang melihat ke arah mereka tentunya sudah tahu apa yang sedang di pikirkan keduanya.


"gue setuju Lo menikahi Diandra" ucap Riko.


"apa?" Ifan menoleh ke arah Riko saat mendengar perkataan yang barusan keluar dari mulut sepupunya itu.


"Lo gak bercanda kan?" tanya Andi yang tidak percaya saat mendengarnya karena awalnya dia menyangka Riko akan marah kepada mereka namun justru sebaliknya.


"kenapa kalian kaget? gue memang sudah tahu sejak lama hubungan Diandra dan Kevin seperti apa, awalnya memang gue kecewa kepadanya tetapi gue sadar bahwa Diandra itu gadis polos yang termakan bujuk rayu dari Kevin itu sebabnya gue setuju Ifan menikahi Diandra karena gue yakin jika besama dengan Lo Diandra akan bahagia" ucap Riko panjang lebar kepada keduanya.


***


semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga Bu Rahma masih tertunduk lesu bahkan raut kesedihan bisa terlihat jelas di wajahnya bagaimana tidak anak gadis satu-satunya yang dia banggakan justru sekarang membuatnya malu dengan apa yang telah anaknya perbuat.


"lalu kapan kita akan menikahkan mereka?" tanya Niko seraya melihat ke arah kakak iparnya.


"hari ini kalau bisa" sahut Edwin karena dirinya tidak ingin menundanya lagi apalagi mengingat Ifan dan Diandra masih berkuliah.


"tapi mas, kita tidak bisa melakukannya secepat ini" sahut Sekar.


"kenapa tidak bisa?" sahut Wike dengan mata sembab dia melihat ke arah adiknya.

__ADS_1


"mba kita harus mempersiapkan semuanya di tambah keadaan Diandra yang sudah hamil di tambah kita belum bertemu dengan keduanya" sahut sekar.


tentunya karena kepanikan keduanya hingga lupa bahwa mengurus pernikahan tidak semudah itu sedangkan Bu Rahma hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"baiklah kamu urus semua keperluan pernikahannya masalah Ifan biar kami yang menemuinya langsung" ucap Edwin kepada adik ipar yang duduk di hadapannya.


"aku akan urus semuanya dan aku usahakan agar bisa secepatnya"


"maaf tapi apa tidak bisa jika pernikahan mereka di adakan di rumah saja" akhirnya Bu Rahma memberanikan diri berkata seperti itu tentunya dia mengingat bagaimana mendiang suaminya menginginkan Diandra untuk menikah di rumah mereka.


"Bu, kami paham ibu ingin Diandra menikah di sana tetapi keadaannya tidak mungkin jadi kita akan menikahkan mereka disini saya harap ibu bisa paham tentang hal itu" Wike segera memberikan penjelasan bahwa apa yang di harapkan oleh Bu Rahma itu tidak mungkin.


"tapi nyonya kalau menikah di kota besar seperti ini bagaimana dengan biayanya?" ucap Bu Rahma dengan polosnya karena dirinya tahu bahwa biaya di kota akan sangat mahal di bandingkan di kampung.


"ibu tidak perlu memikirkan itu semua biar saya yang urus" sahut Edwin.


Bu Rahma hanya bisa mengagungkan kepalanya karena dia yang dari dulu tinggal di kampung sama sekali tidak mengerti dengan kehidupan kota sedangkan keluarga Ifan sangat mengerti apa yang dipikirkan wanita paruh baya itu namun mereka bisa memakluminya.


"apa mas akan meminta Ifan kesini?" tanya Niko yang penasaran karena kakak iparnya belum menghubungi Ifan sama sekali.


"tidak, kami akan langsung ke apartemennya karena kami yakin Diandra pun ada di sana" sahut Edwin yang sudah mencari tahu tentang keberadaan anak dan calon menantunya itu.


"tapi kami minta mas jangan berbuat apapun kepada Ifan" pinta Sekar yang sangat tahu karakter kakak iparnya yang tegas hingga dia takut jika Edwin melakukan sesuatu kepada Ifan.


"kalian tidak perlu khawatir" jawab Edwin kepada keduanya.


tentunya dia tahu apa yang di khawatirkan keduanya awalnya dia pun marah dan kecewa tetapi dirinya sadar bahwa semua sudah terjadi dan kini dia menerima dengan tangan terbuka apalagi setelah mendengar bahwa yang akan menjadi menantunya Diandra.

__ADS_1


__ADS_2