
" Hay mi ," Kevin yang baru saja sampai segera mencium pipi maminya .
" kamu kemana aja ," tanya maminya .
" aku nginep di tempat Andi mi , " bohong Kevin sambil mendudukan dirinya di samping maminya.
Heni yang memerhatikan wajah anaknya merasa ada yang di sembunyikan oleh Kevin , sedangkan Kevin sedang berpikir bagaimana memberitahu soal Diandra kepada orang tuanya .
" kamu masih ingat pulang ," ucap Bima yang baru melihat anak lelakinya .
" kenapa ? papi gak suka aku pulang ," sahut Kevin dengan nada tidak suka mendengar perkataan papinya.
memang hubungan keduanya tidak begitu baik semenjak Bima membuat wanita yang Kevin Sukai pergi jauh , Heni yang melihat ketegangan keduanya hanya menghela napas.
" papi senang kamu kembali , setidaknya kamu tidak kelayapan tidak jelas ," jawab Bima .
" siapa yang kelayapan Pi , aku kuliah ," sahut Kevin .
" udah Pi , Kevin baru pulang jangan di ajak berdebat ," ucap Heni menengahi keduanya .
itulah yang membuat Kevin malas untuk pulang karena dirinya tidak cocok dengan papinya , sedangkan Bima merasa heran mengapa Kevin mau pulang sedangkan dulu bersikeras pergi dari rumah .
Kevin yang sudah berada dikamar tentunya membuat dia kangen dengan suasana kamar yang hampir satu tahun dia tinggalkan .sedangkan di ruang tamu Bima menatap ke arah Heni .
" mami bujuk anak itu ," tebak Bima .
" iya Pi , mami cuma mau Kevin kembali ke rumah ini ," sahut Heni walaupun dia harus berbohong karena belum bercerita kepada suaminya tentang pembicaraan dia dan Kevin .
" jangan bilang mami membujuk dia dengan cara yang papi tidak suka ," Bima mencoba mengingatkan istrinya lagi .
" Pi , maafin mami ," ucap Heni sambil menundukkan kepalanya .
" jadi benar dugaan papi ," tebak Bima sambil menatap penuh tanya ke arah Heni.
Heni hanya menganggukkan kepalanya , Bima menatap tidak percaya istrinya melakukan itu demi agar anak mereka kembali padahal sudah sering Bima tegaskan bahwa Kevin harus mengikuti aturan yang dia berikan .
Kevin yang merebahkan tubuhnya merasa rindu kepada Diandra padahal baru beberapa jam mereka tidak bertemu , namun saat ingin menelpon suara pintu terbuka Kevin segera mengurungkan niatnya .
__ADS_1
" Vin , " ucap Heni sambil melangkah masuk.
" kenapa mi ," jawab Kevin seraya bangun saat melihat maminya.
Heni segera berjalan ke arah Kevin dan mendudukan dirinya di samping Kevin , Kevin segera mengubah posisinya hingga menghadap kepada maminya.
" mami mau bicara ," ucap Heni .
" ada apa lagi mi ," sahut Kevin . karena Kevin menyangkan bahwa maminya akan membicarakan soal dirinya dan papinya.
" begini , mami dan papi harus keluar kota selama satu bulan jadi mami harap selama mami dan papi pergi kamu jangan berbuat aneh- aneh ," pesan Heni karena dirinya sangat tau watak Kevin .
" kenapa mendadak memangnya ada apa ? " tanya Kevin yang sedikit kaget dengan kepergian mami dan papinya yang secara tiba- tiba .
" kamu tau kan , papi sedang buka perusahan baru disana jadi mami akan menemani papi disana ," jawab Heni .
mendengar itu Kevin tentu senang karena dia tidak punya alasan untuk tetap dirumah , sedangkan Heni yang melihat raut wajah kevin merasa curiga .
" kamu kenapa senyum- senyum , jangan bilang kamu senang papi dan mami pergi ," tebak Heni .
" lagian kamu , mami mau pergi malahan seneng ," kesal Heni yang merasa Kevin sudah tidak sayang lagi kepadanya .
" tentu aja aku sedih mi ," ucap Kevin sambil memasang raut wajah sedih agar maminya percaya bahwa dirinya sedih di tinggal mami dan papinya.
******
Diandra merasa kesal karena Kevin tidak di hubungi semenjak dirinya pulang , dengan kesal Diandra membanting ponselnya ke atas tempat tidur .
" nyebelin katanya pulang ,tapi gak bisa di hubungin ," gumam Diandra.
akhirnya Diandra yang kesal memutuskan untuk menghubungi Ifan , tentunya dia tidak merasa kesepian karena Kevin tidak mempedulikannya .
setelah menelepon Ifan , Diandra segera melangkah menuju kamar mandi setelah selesai mandi dia segera bersiap- siap untuk pergi bersama sahabat lamanya , tentunya Diandra senang karena dia bisa menghabiskan waktu bersama lagi dengan Ifan.
Diandra yang sudah menunggu Ifan di loby apartemen merasa kesal karena Ifan belum datang juga , tidak begitu lama Diandra yang sudah kesal melihat kedatangan Ifan segera memasang wajah cemberut .
" maaf telat ," ucap Ifan .
__ADS_1
" aku udah berdiri lama tau gak !" kesal Diandra saat mendengar perkataan Ifan .
" jangan marah , tadi macet ," ucap Ifan sambil menghela napas karena Diandra masih bersikap manja seperti dulu .
" biarin , kamu tau gak kaki udah pegel banget ," Diandra masih kesal karena kakinya terasa pegal akibat berdiri terlalu lama menunggu Ifan.
" kan aku udah minta maaf ," Ifan kembali membujuk Diandra yang masih kesal kepadanya .
" iya aku maafin , tapi jangan kaya gitu lagi ," jawab Diandra .
Ifan segera mengaguk , tanpa menunggu lama Ifan segera mengajak Diandra pergi sebenarnya Ifan bingung akan pergi kemana mengingat ini pertama kalinya dia dan Diandra pergi berdua setelah mereka dewasa .
mereka sampai di taman , sebenarnya Ifan tidak setuju saat Diandra memintanya pergi ke taman tetapi karena Ifan tidak mau Diandra marah lagi akhirnya hanya bisa menyetujui ke inginkan gadis yang begitu dia cintai itu.
"apa kamu pernah kesini ? " tanya Ifan saat mereka sudah berada di taman.
" pernah satu kali ," ucap Diandra sambil melingkarkan tangannya di lengan Ifan .
tentu saja yang di lakukan Diandra membuat jantung Ifan berdetak kencang , dia berusaha menetralkan detak jantungnya karena dia tidak ingin Diandra mengetahuinya , sedangkan Diandra yang melingkarkan tangannya tidak menyadari bahwa pria di sampingnya begitu kikuk ,
" apa kamu sudah punya pacar ," tanya Diandra yang penasaran dengan kehidupan pribadi sahabatnya itu.
" belum ," sahut Ifan . tentu saja dia tidak berniat memiliki pacar karena dirinya hanya ingin Diandra yang kelak menjadi pendamping hidupnya .
" kenapa ? bukanya wanita di sana cantik- cantik ," Diandra merasa heran . padahal Ifan begitu tampan tidak mungkin jika tidak ada wanita yang menyukainya .
" iya , tapi berharap kamu yang akan jadi pacar aku ," celetuk Ifan .
Diandra segera menghentikan jalannya , Ifan yang terbawa suasana tidak menyadari bahwa ucapannya membuat Diandra kaget .
" kamu itu bercandanya keterlaluan ," ucap Diandra sambil terkekeh geli karena dia menyangka bahwa Ifan sedang bergurau kepadanya .
" aku kira kamu akan percaya ," sahut Ifan . sebenarnya Ifan kecewa karena Diandra menganggap ucapannya hanya candaan tetapi ifan harus bersabar karena dia sudah berniat jika mereka lulus kuliah Ifan akan langsung melamar wanita pujaannya .
" aku gak bakalan percaya fan , " sahut Diandra yang masih terkekeh geli .
Ifan yang melihat Diandra tersenyum merasa bahagia karena bisa melihat senyuman Diandra kembali , mereka pun menikmati suasana di taman sambil mengenang masa- masa kecil mereka hingga keduanya tidak berhenti tertawa mengingat semua kenangan yang sudah banyak mereka lewati bersama .
__ADS_1