
Setelah pembicaraannya dengan Andi membuat pikiran Diandra merasa tergangu dirinya begitu sangat ketakutan jika apa yang selama ini dia tutupi dari Andi akan ketahuan, dia tidak bisa membayangkan kalau sampai hal itu diketahui Andi tentu saja Diandra takut ibunya juga akan tau.
"kamu kenapa? aku perhatikan kamu melamun terus" ucap Kevin yang memerhatikan Diandra yang melamun semenjak mereka pulang dari kampus.
"tadi aku bertemu ka Andi," jawab Diandra.
"jadi karena itu kamu melamun terus" sahut Kevin yang merasa cemburu karena gara- gara Andi membuat Diandra tidak mempedulikannya bahkan Diandra banyak diam serta melamun terus.
Diandra menganggukkan kepalanya.
Tentu saja jawaban Diandra membuat Kevin kesal tanpa bertanya lagi Kevin segera beranjak dari duduknya dengan perasaan kesal, Diandra segera melihat ke arah Kevin dengan tatapan bingung apakah ada yang salah dengan ucapannya.
"aku keluar sebentar" ujar Kevin tanpa menunggu jawaban Diandra. dia segera melangkah keluar apartemen.
Diandra yang sedang bingung bersikap cuek saat Kevin pergi begitu saja, sedangkan Kevin yang sudah berada di luar apartemen semakin bertambah kesal dia berpikir Diandra akan menghentikannya ternyata Kevin harus kecewa karena Diandra sama sekali tidak menahannya saat akan pergi.
Saat sampai di loby apartemen Kevin tidak sengaja bertemu dengan Ifan, tentunya membuat keduanya kaget apalagi Kevin yang merasa kaget melihat Ifan di apartemen itu sedangkan Ifan yang melihat Kevin seketika bertanya- tanya mengapa mereka selalu bertemu secara tidak kebetulan seperti ini.
"kebetulan sekali kita bertemu disini" ucap Ifan saat melihat Kevin berjalan ke arahnya.
"iya sepertinya memang kita ditakdirkan untuk selalu bertemu" jawab Kevin sambil tersenyum.
"sepertinya begitu" sahut Ifan.
"jangan bilang Lo tinggal disini juga" tebak Kevin.
"iya gue tinggal disini" jawab Ifan.
"kenapa bisa kebetulan sekali, gue juga tinggal disini" jawab Kevin dirinya tidak menyangka bahwa Ifan ternyata tinggal di tempat yang sama.
__ADS_1
"sepertinya takdir memang selalu mempertemukan kita dimana pun, bahkan tempat tinggal kita pun sama" sahut Ifan sambil terkekeh geli.
"iya benar juga asal jangan cewek juga sama" celoteh Kevin.
"kalau cewek kita sama gimana ceritanya" canda Ifan sambil menggelengkan kepalanya.
Tentu saja becandaan Ifan membuat Kevin tertawa lepas hingga melupakan kekesalannya kepada Diandra, akhirnya Ifan memutuskan mengajak Kevin untuk nongkrong bareng mengingat dia merasa sedikit suntuk tanpa berpikir panjang Kevin menyetujui ajakan Ifan setidaknya dia bisa menghilangkan semua kekesalannya sejenak.
mereka berdua telah sampai di sebuah cafe Kevin yang memang tau seluk beluk kota ini membawa Ifan kemana dirinya sering menghabiskan waktu ketika ingin menenangkan diri.
"kapan Lo mulai kuliah? tanya Kevin setelah mereka duduk di sudut ruangan cafe.
" mungkin Minggu depan karena gue masih harus ngurus sedikit formalitas lagi" sahut Ifan.
"gue penasaran mengapa Lo memutuskan pindah kuliah kesini?" tanya Kevin penasaran mengingat Ifan kuliah di luar negeri bahkan kuliah di kampus ternama di sana.
"gue hanya ingin dekat saja dengan keluarga gue jika gue kuliah di sini kalau kangen mereka gak butuh waktu lama kan untuk pulang" jelas Ifan sambil melihat ke arah Kevin .
"sebenarnya ada satu alasan lagi, gue pindah kuliah agar bisa dekat dengan cinta pertama gue" jawab Ifan sambil tersenyum.
Kevin yang sedang menikmati minumnya langsung berhenti sambil menatap tidak percaya bahwa pria dihadapannya masih percaya dengan namanya cinta pertama sedangkan Ifan masih tersenyum karena tidak sabar memberi kejutan kepada Diandra saat dirinya masuk kuliah nanti.
"Lo masih percaya cinta pertama?" tanya Kevin sambil menatap tidak percaya ke arah Ifan.
" tentu saja, memang Lo tidak pernah merasakan apa itu cinta pertama" jawab Ifan.
"dulu gue sempat percaya tetapi disaat orang tua gue menghancurkannya gue sudah tidak punya cinta pertama lagi" ucap kevin sambil menghela napas karena teringat kembali bagaimana orang tuanya memisahkan dia dan cinta pertamanya dulu.
"jadi maksud Lo, orang tua Lo melarang Lo pacaran gitu" tanya Ifan yang mengira bahwa kedua orang tua Kevin melarang Kevin untuk pacaran.
__ADS_1
saat mendengar pertanyaan Ifan akhirnya Kevin memutuskan untuk memberi tahu Ifan tentang apa yang pernah di alaminya saat memiliki cinta pertama, Ifan yang mendengarkan dengan serius tentu terkejut dengan cara berpikir Kedua orang tua Kevin yang menilai semua dari statusnya.
"jadi Lo paham kan?" ucap Kevin setelah menceritakan semuanya kepada Ifan.
"kenapa Lo gak coba berjuang demi cinta Lo?" tanya Ifan yang penasaran mengapa dengan mudahnya Kevin menyerah.
"andai gue punya pilihan saat itu pasti gue akan berjuang" jawab Kevin sambil menghela napas mengingat kembali bagaimana orang tuanya mengancam dirinya bahwa jika dirinya tidak meninggalkan gadis itu maka dia harus siap kehilangan segalanya tentu saja Kevin tidak ingin itu terjadi.
Ifan yang mengerti dari jawaban yang Kevin berikan hanya menggelengkan kepala ternyata pria di hadapannya lebih mementingkan harta dari pada memperjuangkan orang yang dia cinta di lain sisi Ifan merasa bersyukur karena memiliki orang tua yang tidak memandang orang dari statusnya.
"lalu bagaimana dengan gadis yang saat ini Lo pacari?" tanya Ifan yang semakin penasaran setelah mendengar cerita Kevin.
"orang tua gue belum tau" jawab Kevin.
"jadi cewek Lo juga sekarang juga bukan dari kalangan yang orang tua Lo inginkan?" tanya Ifan.
"bukan, makanya gue masih menyembunyikan hubungan gue dan cewek gue dari kedua orang tua gue"sahut Kevin.
"kenapa Lo gak coba pelan-pelan memberi tahu mereka" ucap Ifan sedikit memberikan saran untuk Kevin.
" Lo gak tau, bagaimana kerasnya sifat kedua orang tua gue makanya gue memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu mereka" jawab Kevin dirinya tidak mau terburu- buru memberi tahu Kedua orang tuanya karena Kevin belum yakin bahwa mereka benar- benar telah berubah.
Ifan hanya mengagukan kepalanya bagai tanda mengerti dirinya juga tau bagaimana posisi Kevin tetapi dirinya sangat tidak suka dengan cara berpikir Kevin yang rela mengorbankan orang lain asalkan dia bisa tetap hidup dengan kekayaan yang dimiliki orang tuanya.
"dari tadi Lo yang nanya sekarang giliran gue" ucap Kevin karena dia juga penasaran dengan kehidupan pribadi Ifan.
"kehidupan gue gak semenarik Lo" sahut Ifan karena orang tuanya selalu mendukung apapun keputusan dirinya.
"ceritain tentang cinta pertama Lo dan apakah kedua orang tua Lo setuju" tanya Kevin
__ADS_1
"dia gadis polos, cantik dan juga sederhana itu yang membuat gue sampai saat ini tidak bisa melupakannya dan gue akan berjuang untuk mendapatkan cintanya kalau masalah orang tua gue mereka sudah mengenal gadis itu dari kecil dan mereka setuju walaupun kami berbeda status" Ifan menjelaskan semuanya kepada Kevin dengan rona bahagia diwajahnya.