
Ifan yang kembali setelah menemui Riko dan juga Andi, masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap-ngendap tentunya dia tidak ingin membangunkan semua orang karena kepulangannya
namun saat hendak menaiki tangga dirinya di kejutkan dengan kehadiran mamanya yang sontak membuatnya kaget bukan main, sedangkan mamanya merasa heran karena tidak biasanya Ifan berjalan mengendap-ngendap seperti itu
saat mamanya hendak bertanya dengan cepat Ifan memberikan isyarat dengan meletakan telunjuknya di atas bibirnya hingga membuat mamanya mengurungkan niatnya untuk bertanya, Ifan yang tidak ingin mamanya berisik akhirnya memutusakan untuk menghampiri mamanya
"mama jangan berisik" ucap Ifan dengan pelan
"tapi kenapa fan?" tanya mamanya dengan suara pelan mengikuti Ifan yang berbicara pelan
"besok aku jelasin sekarang aku ke atas dulu ma" ucap Ifan yang merasakan lelah ditambah pikirannya yang masih begitu kacau memikirkan soal Kevin
mamanya segera menganggukan kepalanya dan dengan cepat Ifan melangkah pergi kembali menuju ke arah kamarnya sedangkan mamanya yang melihat kepergian Ifan merasa heran melihat tingkah anaknya yang tidak seperti biasanya itu namun dirinya tidak ambil pusing dan kembali berjalan menuju ke arah dapur
__ADS_1
Ifan yang sudah berada di dalam kamar segera mengganti bajunya dan berjalan menuju tempat tidur dimana Diandra sudah terlelap tidur, sejenak dirinya memandangi wajah Diandra yang terlihat damai dalam tidurnya membuat Ifan merasa tidak rela jika dirinya harus kehilangan istri yang begitu dia cintai, cukup lama akhirnya dia pun segera naik ke atas tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya seraya perlahan menutup matanya
***
pagi hari seperti biasa setelah selesai sarapan Wike mengajak Diandra menuju ruang keluarga sedangkan Ifan dan juga papanya masih berada di ruang makan
"fan, apa papa boleh bertanya sesuatu?" tanya Edwan yang langsung bertanya setelah melihat istri serta menantunya menjauh dari sana
Edwan menghela napas tetapi mungkin ini sudah saatnya dia menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi apalagi dirinya tidak bisa membohongi perasaanya bahwa pernikahan yang dijalani oleh Ifan dan juga Diandra seperti ada yang tidak benar
sedangkan Ifan merasa heran apalagi melihat wajah papanya yang tampak begitu serius hingga dia yakin bahwa apa yang akan ditanyakan oleh papanya adalah hal yang sangat penting
"apa kita bisa bicara di ruangan papa?" tanya Edwan yang langsung mengajak Ifan menuju ruang kerjanya
__ADS_1
"baik pa" ifan langsung menyetujui permintaan papanya
tanpa membuang waktu keduanya segera berjalan menuju ke arah ruang kerja Edwan sedangkan Wike yang melihat sekilas keduanya menuju ke ruang kerja suaminya merasa heran karena tidak biasanya Ifan serta papanya kesana sepagi ini, Diandra yang berada di samping mama mertuanya tidak menyadari jika mama mertuanya sedang memerhatikan ke arah lain
"ma, bagaimana menurut mama?" tanya diandra sambil menunjukan gaun yang diminta dipilihkan olehnya
Wike yang mendengar itu segera menoleh ke arah diandra yang sedang memegang ponsel yang terdapat gambar gaun yang sudah menantunya pilih dengan cepat Wike menyetujui pilihan yang Diandra tunjukan karena menurutnya Diandra sangat pandai memilih gaun
"apa mama benaran menyukainya?" tanya diandra yang langsung menanyakan kembali karena dirinya takut jika mama mertuanya tidak bener-benar menyukainya
"mama sangat suka sayang, tentu saja pilihan kamu tidak usah di ragukan lagi" jawab Wike yang langsung memeluk tubuh Diandra karena baginya mimpinya sekarang sudah menjadi kenyataan
Diandra yang senang langsung membalas pelukan yang di berikan mama mertuanya tentunya dia sangat senang karena mama mertuanya bener-benar menyukai pilihannya
__ADS_1