
"Vin, Lo mau bawa Diandra kemana? " tanya Andi yang sudah berdiri di hadapan Kevin.
"bawa pulang" celetuk Kevin.
"pulang" ulang Andi yang bingung dengan jawaban yang Kevin berikan padanya.
" maksud gue, nganterin dia pulang" sahut Kevin yang menyadari dirinya keceplosan dengan berkata begitu.
Andi yang tidak mau berpikir buruk segera mengagukan kepalanya, tanpa menunggu lama Kevin segera membawa Diandra keluar dari kosan Andi sesekali Diandra yang tertidur pulas hanya menggeliat.
Andi segara membukakan pintu mobil untuk Kevin dengan cepat Kevin merebahkan tubuh Diandra di kursi samping kemudi dengan hati-hati, Kevin segera membenarkan posisinya sambil menutup pintu mobil .
"ini tas Diandra" ucap Andi sambil menyerahkan tas milik Diandra kepada Kevin.
"makasih Di" sahut Kevin dan segera mengambil tas milik kekasihnya itu.
Kevin segera melangkah namun dengan cepat ditahan oleh Andi, Kevin kembali membalikan badannya saat tangan Andi menahan dirinya.
"ingat anterin dia balik dan jangan macem- macem" ucap Andi sambil menatap tajam ke arah Kevin.
"tenang aja gue pasti anterin Diandra pulang" tegas Kevin.
setelah mendapatkan jawaban dari Kevin dengan cepat Andi menarik tangannya dari bahu Kevin, Kevin segera masuk kedalam mobil setelah berhasil menyakinkan sahabatnya itu dengan cepat Kevin melajukan mobilnya menjauh dari kosan Andi.
****
Ifan berjalan mondar mandir karena sejak tadi tidak bisa mencoba menelepon Diandra ponselnya tidak aktif, Riko yang melihat Ifan gelisah segera menghampirinya.
"fan, bisa diem gak Lo? pusing gue liatnya" ucap Riko yang sudah berada di samping Ifan.
" berisik Lo" jawab Ifan dengan sedikit sinis.
Riko yang memerhatikan Ifan tentu saja tau apa yang membuat Ifan terlihat gelisah seperti itu pastinya karena Diandra, sedangkan Ifan yang tidak bisa menghubungi Diandra hanya mendengus kesal padahal mereka sudah janjian akan bertemu malam ini.
"Lo kenapa gak balik sih" kesal ifan yang melihat ke arah Riko yang sudah duduk di sopa.
__ADS_1
"gue masih mau nginep di sini" jawab santai Riko.
"mendingan Lo pulang sana" ucap Ifan sambil mendudukan dirinya di samping Riko.
"parah banget Lo, sepupu sendiri di usir" Riko segera memasang wajah cemberut karena Ifan mengusirnya padahal Riko belum mendapatkan bukti apa- apa tentang kecurigaannya kepada Diandra.
"lagian Lo betah banget di sini" sahut Ifan sambil menyadarkan kepalanya di ujung sopa.
"habis Lo tau, kalau di rumah mama sama papa sibuk sendiri- sendiri jadi gue kesepian" jawab Riko.
Ifan hanya menghela napas karena dia tau bahwa selama ini Tante dan omnya selalu sibuk jadi tidak heran jika Riko selalu merasa kesepian.
"makanya cari cewek" ejek Ifan sambil sekilas melirik ke arah Riko.
"hm- gue belum kepikiran soal cewek fan" sahut Riko tentunya dia punya alasan untuk tidak berpacaran karena masih ingin fokus dengan pendidikannya.
"bilang aja Lo gak ada yang mau" ucap Ifan sambil tersenyum.
"enak aja, banyak cewek yang ngejar gue tapi memang gue blum mau pacaran" jawab Riko dengan bangga.
"Lo gak jadi pergi?" tanya Riko sambil melirik ke arah Ifan.
"gak" jawab singkat Ifan yang kembali teringat jika Diandra tidak ada kabar hingga mau tidak mau Ifan membatalkan untuk pergi keluar.
"eh fan" panggil Riko sambil membalikan posisi duduknya menghadap Ifan.
"kenapa?" tanya Ifan.
"kapan Lo kenali cewek itu sama gue" ucap Riko yang sengaja memancing pembicaraan tentang Diandra.
"cewek mana?" tanya Ifan yang sedikit bingung siapa yang di maksud Riko.
"memang cewek Lo ada berapa? iya tentu aja gue nanyain cinta pertama Lo itu" kesal Riko saat mendengar ucapan Ifan.
"oh dia, nanti kalau dia sudah ada waktu gue kenali" sahut Ifan yang masih dengan posisinya menatap langit ruangan itu.
__ADS_1
"kelamaan Lo, udah besok kenali gue gak ada penolakan" ucap Riko yang sudah tidak sabar ingin melihat Ifan jika tau bahwa wanita yang selama ini dia cintai sudah memiliki kekasih.
sebenarnya jauh dalam hatinya Riko sangat sedih karena Ifan mencintai wanita yang telah di miliki orang lain tetapi dia bukan tidak ingin memberi tahunya tetapi Riko hanya ingin Ifan mengetahuinya sendiri.
***
Diandra yang terbangun segera merentangkan tangannya tetapi saat dirinya membuka mata dia begitu kaget karena dirinya sudah berada kamar apartemen Diandra yang masih bingung di kagetkan dengan suara pintu terbuka memperlihatkan Kevin yang masuk sambil membawa nampan berisi sarapan di tangannya.
"pagi sayang, kamu udah bangun" ucap Kevin saat melihat Diandra sudah terbangun.
"kenapa aku bisa di sini?" Diandra segera bertanya kepada Kevin yang berjalan ke arahnya, tentunya Diandra masih ingat bahwa semalam dia tidur di kosan Andi.
"tentu aja aku yang membawa kamu pulang" jawab Kevin sambil menggelengkan kepala karena mendapat pertanyaan seperti itu dari Diandra.
Diandra yang masih kecewa segera turun dari tempat tidur setelah mendapatkan jawaban dari Kevin sebenarnya Diandra senang karena ternyata Kevin masih mempedulikannya,Kevin yang melihat Diandra menuju kamar mandi segara mendudukan dirinya di tepi tempat tidur untuk menunggu Diandra.
Diandra melangkah keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk di atas lutut untuk menutupi tubuhnya sedangkan rambutnya yang masih basah di biarkan tergerai, Kevin yang melihat itu tentu saja langsung bergairah dirinya tidak bisa membohongi jika Diandra selalu berhasil membuatnya terpancing hasratnya.
tanpa menunggu lama Kevin segara mengikuti Diandra menuju ruang ganti sedangkan Diandra yang belum sadar jika Kevin mengikutinya hanya berjalan santai hingga tidak begitu lama Diandra menghentikan langkahnya saat tiba- tiba tangan kekar melingkar di pinggangnya.
seketika Diandra terdiam membisu saat Kevin memeluknya dari belakang sedangkan Kevin yang sudah berhasrat segera mencium punggung milik Diandra yang begitu mulus sedangkan Diandra hanya memejamkan matanya saat Kevin melakukannya.
"maafin aku" bisik kevin di telinga Diandra.
Diandra begitu terenyuh mendengarnya dan hatinya luluh mendengar permintaan maaf Kevin.
Kevin yang tidak mendapat jawaban dari Diandra segera melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Diandra sehingga mereka saling berhadapan.
"kamu gak mau maafin aku" tanya Kevin dengan suara lembut sambil memegang kedua tangan Diandra.
"tapi kamu janji jangan kaya gitu lagi" jawab Diandra entah mengapa sulit sekali Diandra untuk tidak memaafkan Kevin apalagi dengan apa yang dilakukan Kevin beberapa saat lalu membuat Diandra seketika luluh.
"iya aku janji" ucap Kevin yang sedang karena Diandra telah memaafkannya.
Kevin segera melangkah semakin mendekat hingga tidak ada jarak antara keduanya sedangkan Diandra hanya bisa merasakan jantungnya yang berdetak kencang sedangkan Kevin yang sudah tidak bisa menahan hasratnya segera menarik pinggang ramping milik Diandra.
__ADS_1