Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 51


__ADS_3

Kevin segera bangun saat melihat Diandra pergi dari sana walau dengan badan yang masih terasa sakit namun Kevin tidak mempedulikannya dia berusaha turun dari ranjang namun sayangnya tubuhnya masih sedikit lemah hingga hampir membuatnya terjatuh.


"Vin, Lo belum pulih benar" ucap Andi yang menahan tubuh Kevin yang hampir terjatuh.


"gue harus kejar Diandra" jawab Kevin sambil meringis menahan rasa sakit di kakinya.


"biar gue yang kejar dia, lebih baik Lo istirahat dulu" sahut Andi yang membantu Kevin baik ke tempat tidur.


"tapi Di, gue harus jelasin sama dia" sahut Kevin yang masih berusaha untuk turun.


"Lo kenapa keras kepala banget sih, apa Lo mau keadaan Lo makin parah" kesal Andi saat mendengar perkataan Kevin.


seketika Kevin terdiam tentunya dia tidak bisa protes lagi jika Andi sudah memasang wajah seperti itu sedangkan Andi yang sudah membantu Kevin untuk merebahkan dirinya hanya menghela napas melihat tingkah keduanya yang baginya seperti anak kecil saja.


"Lo bujuk Diandra supaya dia tidak marah lagi sama gue" pinta Kevin dengan wajah penuh memohon.


"iya nanti gue bujuk tapi gue gak janji dia mau memaafkan Lo atau gak" sahut Andi yang membenarkan posisinya.


"iya Lo harusnya berusaha dulu dong, ini juga karena Lo kan sampai buat dia marah" jawab Kevin yang langsung memasang wajah kesal akibat perkataan Andi.


"ko jadi gue" ucap Andi menatap bingung karena kini Kevin menyalahkan dirinya padahal mengatakannya hal yang benar.


"iya lah, kalau Lo gak duluan ngomong gitu pasti sampai sekarang Diandra masih disini dan tidak akan marah" jawab Kevin dengan menatap penuh kekesalan ke arah andi.


"iya- iya gue yang salah, udah puas" sahut Andi yang terpaksa melangkah karena malas jika harus berdebat dengan Kevin. " ya udah gue susul Diandra dulu" sambung Andi dan segera di angguki oleh Kevin.


Andi segera melangkah keluar ruangan inap sesekali dia melihat ke akan dan kiri hingga pandangannya tertuju ke arah bangku dimana Diandra sedang duduk sambil termenung dengan cepat Andi berjalan ke arah Diandra yang sedang duduk.


"ternyata kamu di sini" ucap Andi saat sudah sampai di dekat Diandra.

__ADS_1


"kenapa kakak kesini, udah temenin dia aja" ketus Diandra karena dirinya masih merasa kesal mengingat kejadian di dalam ruangan tadi.


"kamu masih marah" tanya Andi sambil mendudukan dirinya di samping Diandra.


"tentu saja aku masih marah" sahut Diandra sambil melirik sekilas ke arah Andi.


"kakak minta maaf, tapi kakak mengatakannya kan memang benar bahwa laki- laki biasa terluka" ucap Andi mengulang kembali perkataannya beberapa saat lalu.


"iya tapi sama aja ka, aku khawatir tapi kalian malahan bicara seolah semuanya itu biasa saja" sahut Diandra.


Andi hanya menghela napas panjang mengapa wanita di sampingnya ini tetap saja tidak mengerti dengan maksud ucapannya sedangkan Diandra langsung memalingkan Lagi pandanganya dari Andi tentunya rasa kesalnya masih ada bahkan Kedua orang pria itu tidak mengerti bagaimana rasa khawatir yang dia rasakan saat melihat kekasihnya terbaring dengan banyak luka di tubuhnya.


Kevin yang berada di dalam ruangan merasa heran karena Andi sudah pergi begitu lama tapi belum juga kembali hingga membuatnya penasaran apa yang membuat Andi begitu lama apa sahabatnya itu tidak bisa membujuk Diandra.


"kenapa lama banget sih" gumam Kevin dengan sedikit kesal karena Andi tidak kunjung kembali.


tak begitu lama suara pintu terbuka Kevin segera menoleh ke arah suara itu seketika raut wajah kesalnya menghilang berubah dengan raut bahagia ternyata yang membuka pintu Diandra. awalnya Diandra marah tetapi setelah Andi membujuknya akhirnya Diandra mengerti.


"jangan banyak gerak" sahut Diandra dengan nada datar.


"kamu masih marah?" tanya Kevin seketika raut wajahnya Kevin berubah murung kembali.


"kalau aku marah tidak mungkin aku kembali" ucap Diandra sambil berjalan ke arah Kevin sebenarnya masih ada rasa kesal di hati Diandra kepada Kevin.


"kalau kamu udah gak marah, kenapa wajah kamu ditekuk seperti itu" tanya Kevin yang sedari tadi memerhatikan raut wajah kekasihnya itu.


"udah jangan banyak bicara, kamu sekarang makan terus minum obatnya biar cepet sembuh" sahut Diandra yang malas membahas soal itu lagi.


"aku gak mau, biarin aja aku lama sakit" tolak Kevin sambil memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Diandra kesal melihat tingkah Kevin namun dia berusaha sabar mengingat bahwa pria dihadapannya sedang terluka kalau tidak tentu saja Diandra tidak mau mengalah apalagi Kevin duluan yang sudah membuatnya kesal.


"ya udah kalau kamu gak mau makan, aku lebih baik pulang" ancam Diandra segera membalikan badannya.


mendengar itu tentu saja membuat Kevin segera membalikkan wajahnya ke arah Diandra dengan cepat Kevin meraih tangan Diandra agar tidak pergi karena Kevin tidak mau jika sampai kekasihnya itu marah kembali mengingat sangat susah membuatnya susah untuk berbaikan dengannya.


"iya aku mau makan tapi suapi" pinta Kevin sambil terus memegang tangan Diandra.


"ya udah lepas" ucap Diandra sambil membalikan badannya.


dengan cepat dia melepaskan tangan Diandra walau Kevin tau sebenarnya Diandra tidak akan tega meninggalkannya tetapi Kevin sadar jika akhir-akhir ini Diandra mempunyai emosi yang labil bahkan dirinya bingung mengapa kekasihnya itu hingga berubah seperti itu.


Diandra segera mendudukan dirinya dan segera meraih makanan yang berada di atas meja dengan penuh perhatian Diandra mulai menyuapi Kevin sesekali Kevin yang sedang mengunyah merasa sangat bahagia karena kekasihnya itu begitu perhatian.


"Andi kemana?" tanya Kevin yang baru sadar Andi tidak kembali bersama Diandra.


"ka Andi harus ke kampus" sahut Diandra. " tadi pagi kamu pergi kemana?" sambung Diandra yang penasaran kemana perginya Kevin hingga akhirnya bisa membuatnya kecelakaan.


"aku ada urusan" bohong Kevin sebenarnya dia tidak bermaksud membohongi Diandra tetapi dia juga tidak bisa memberi tahu Diandra bahwa tadi pagi dia habis menemui kedua orang tuanya.


Diandra menghentikan tangannya saat akan menyuapi Kevin tentunya Diandra tau bahwa saat ini Kevin sedang berbohong kepadanya apalagi dia mengingat kejadian kemarin saat ibu dari Kevin datang sudah pasti Kevin pergi kerumahnya.


"kamu habis pulang" tebak Diandra sambil terus menatap Kevin.


"g- gak " jawab Kevin dengan sedikit gelagapan.


"kamu gak usah bohong, aku tahu" ucap Diandra yang kembali fokus kepada makannya yang ada ditangannya.


"maafin aku" jawab Kevin sambil menahan tangan Diandra yang sedang memegang sendok yang berisi makanan.

__ADS_1


"aku udah bilang kan sama kamu, kalau kamu gak usah menegur orang tua kamu cuma gara-gara aku" ucap Diandra. dirinya kecewa karena Kevin tidak mau mendengarkan perkataan nya untuk tidak membahas itu lagi kepada orang tuanya.


"aku melakukan itu agar mereka berhenti untuk memisahkan kita, aku mohon kamu mengerti" pinta Kevin yang tau bahwa Diandra kecewa kepadanya karena menanyakan hal itu kepada maminya.


__ADS_2