
Ifan sudah merebahkan dirinya di tempat tidur sedangkan Diandra masih duduk di tepi tempat tidur dirinya masih tidak menyangka hal yang sama terjadi lagi tapi kali ini ada yang berbeda karena perasaanya berbeda saat pertama kali tidur satu ruangan
"kamu sampai kapan duduk seperti itu?" tanya Ifan yang melirik ke arah diandra
"fan, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Diandra yang tidak menjawab pertanyaan Ifan kepadanya
Ifan segera membalik badannya mendengar hal itu hingga dia menghadap ke arah Diandra yang duduk di tepi tempat tidur
"kamu mau bertanya apa?" tanya Ifan yang penasaran apa yang ditanyakan Diandra kepadanya
"kalau anak ini sudah lahir apakah kamu akan menceraikan aku?" ucap Diandra entah mengapa dirinya sudah berpikir sejauh itu
Ifan yang mendengarnya terdiam karena dirinya tidak tahu kedepannya akan seperti apa namun jujur dia belum memikirkannya sedangkan Diandra kini sudah melihat ke arah Ifan yang belum memberinya jawaban
"kalau untuk itu, aku belum bisa menjawabnya sekarang kita hanya mengikuti saja takdir apa yang akan terjadi karena jujur aku belum memikirkan sejauh itu" jawab Ifan yang memang tidak pernah memikirkan hal itu bahkan dirinya belum memikirkan tentang perpisahan antara mereka.
Diandra hanya tersenyum mendengarnya tentunya dia tahu bahwa terlalu dini dia menanyakan hal itu kepada Ifan tetapi dirinya merasa takut jika hal itu terjadi
"sudah lebih baik kamu tidur karena sudah larut" ucap Ifan yang merasa sudah ngantuk
Diandra langsung menganggukan kepalanya dia pun segera naik ke atas tempat tidur tetapi sejak tadi dirinya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari pad biasanya, Ifan yang melihat Diandra sudah naik ke atas tempat tidur langsung membalikan badannya karena dia pun merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat
di sebuah kamar seorang pria terus berjalan mondar mandir dirinya masih belum percaya bahwa sahabatnya telat berubah hingga membuatnya berpikir bahwa sekarang dia tidak bisa mengandalkannya untuk menemukan Diandra
"gue harus bisa menemukan Diandra bagaimana pun caranya" gumam Kevin yang tidak bisa kehilangan gadis yang sekarang tengah mengandung anaknya
__ADS_1
dia pun segera mengehentikan langkahnya dan segera meraih kunci mobil yang ada di meja dan bergegas keluar kamar saat bersamaan dirinya berpapasan dengan maminya
"kamu mau kemana Vin?" tanya maminya yang melihat Kevin berjalan terburu-buru
"aku ada urusan mi" jawab Kevin yang berjalan melewati maminya
Heni yang tahu kemana anaknya akan pergi segera menghentikannya tentunya dia tidak ingin jika sampai Kevin berani menentang dirinya lagi, Kevin yang ingin mencari Diandra segera berjalan menuju tangga
"kamu mau mencari wanita murahan itu?" ucap Heni yang sudah membalik badan menghadap ke arah Kevin
seketika Kevin menghentikan langkahnya dan langsung membalik badan ke arah maminya tentunya dia tidak terima dengan sebutan mamanya untuk Diandra karena dirinya tahu diandra bukan wanita seperti yang maminya ucapkan
"jaga ucapan mama" sahut Kevin dengan nada sedikit tinggi
"kenapa? apa kamu marah? kamu seharusnya sadar bahwa wanita itu tidak lebih dari wanita murahan yang mencari pria kaya lalu menjebaknya" jawab Heni yang sengaja mengatakan itu agar anaknya membenci Diandra
"mama cukup! jangan pernah mama mengatakan itu tentang Diandra karena mama tidak mengenal dia dan satu lagi sudah cukup mama dan papa memperlakukan dia seperti itu jadi aku mohon berhenti ma" pinta Kevin yang sudah tidak tau lagi harus berkata apa agar mamanya mengerti bahwa dirinya begitu sangat mencintai Diandra
"kamu berani berkata seperti itu kepada mama?" tanya Heni yang langsung berjalan ke arah Kevin yang masih berdiri di dekat tangga
"iya, karena aku mengatakan yang sebenarnya kenapa mama terus saja menghina dia! apa salah dia sama mama?" jawab Kevin yang sudah tidak bisa menolerir lagi semua perkataan mamanya yang menghina Diandra
Heni semakin tidak terima karena dia pikir setelah menjauhkan gadis itu bisa membuatnya mendapatkan kembali anaknya tetapi dugaannya salah karena justru Kevin sekarang semakin menentang dirinya
tanpa mengatakan apapun lagi Heni segera menampar wajah Kevin tentunya itu dia lakukan supaya anaknya itu sadar bahwa dirinya melakukan semuanya Demi kebaikannya
__ADS_1
Kevin yang mendapatkan tamparan di wajahnya segera menyentuh pipinya yang terasa panas akibat tamparan yang di berikan mamanya
"mama tampar aku?" tanya Kevin sambil melihat ke arah mamanya yang kini sudah berdiri di hadapannya
"iya, mama melakukan itu supaya kamu sadar" jawab Heni dengan nada penuh kemarahan
Kevin segera tersenyum getir bagaimana bisa mamanya melakukan itu padahal dirinya mengatakan semuanya dengan sadar bahkan dia mengatakan kebenaran yang harusnya mamanya sadar
"mama bilang supaya aku sadar! mama salah justru setelah mama menampar aku membuat aku semakin yakin bahwa aku harus berjuang demi Diandra dan juga calon anak aku" tegas Kevin yang sudah tidak bisa lagi bersikap lembut kepada wanita yang sudah melahirkannya itu
Heni membulatkan matanya saat mendengarnya dia tidak habis pikir bagaimana bisa Kevin berkata seperti itu hingga membuat dirinya semakin marah melihat tingkah anaknya itu
"sampai kapan pun di rumah ini wanita itu tidak akan di terima" teriak Heni yang membuat semua orang di rumah itu kaget mendengar teriakannya begitu juga dengan bima yang berada di lantai bawa
Bima yang mendengar itu bergegas berlari karena dia tahu bahwa sedang terjadi keributan yang terjadi di lantai atas ternyata tebakannya benar saat melihat dari lantai bawa istri dan anaknya sedang berdebat di dekat tangga tanpa menunggu lagi dia langsung berlari ke lantai atas
"ada apa ini?" ucap Bima. dengan nada sedikit tegas hingga membuat Kevin dan juga Heni melihat ke arah dirinya yang baru saja tiba di sana
Heni yang melihat ke datangan suaminya langsung berjalan mendekatinya, "pa, Kevin sudah berani menentang perkataan mama"
mendengar itu aduan dari sang istri Bima langsung membulatkan matanya tentunya dia sudah bisa menebak apa yang terjadi saat ini sedangkan Kevin yang mendengar mamanya mengadu kepada papanya hanya bersikap santai
"apa yang telah kamu lakukan Kevin?" tanya Bima yang tidak suka karena mendengar aduan dari istrinya tentang Kevin
"aku tidak melakukan apapun pa, aku hanya mengatakan apa yang harus aku katakan" jawab Kevin dengan santainya
__ADS_1
"bohong pa, Kevin jelas-jelas membentak mama demi wanita murahan itu" potong Heni yang sengaja membuat suaminya marah
"cukup ma, Diandra bukan gadis seperti itu!" teriak Kevin dengan nada penuh emosi saat lagi-lagi mamanya menghina Diandra