
akhirnya Ifan serta Diandra sudah sampai di apartemen walau sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari mamanya namun akhirnya Ifan bisa menyakinkan mamanya kalau nanti kehamilan Diandra sudah besar maka Ifan akan membiarkan Diandra untuk tinggal dengan kedua orang tuanya
Diandra yang merasa lelah segera merebahkan tubuhnya di sopa karena perjalan yang cukup panjang hingga membuatnya sedikit lelah apalagi sekarang kandungannya sudah cukup besar hingga dirinya cepat sekali lelah
"Di, aku mau beresin barang-barang dulu, apa kamu mau aku buatkan sesuatu dulu sambil menunggu aku membereskan barang" Ifan segera melangkah mendekati Diandra yang terlihat sangat lelah
"tidak usah, nanti kalau mau sesuatu aku buat sendiri" tolak Diandra yang merasa tidak enak jika dirinya merepotkan Ifan
"ya sudah kalau gitu, aku ke kamar dulu" Ifan segera membalik badannya dan menarik koper yang berisi barang- barang miliknya dan juga Diandra
Diandra yang merasa lelah segera memejamkan matanya hingga tanpa sadar dirinya terlelap di sopa, Ifan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera melangkah keluar kamar hingga matanya tertuju ke arah Diandra yang sudah tertidur pulas
Ifan yang tidak tega langsung menghampiri Diandra yang tengah tertidur lelap dan dengan hati-hati dia mengendong tubuh Diandra, walau cukup berat namun Ifan memakluminya karena sekarang Diandra tidak sendiri sedangkan Diandra yang begitu lelap hanya menggeliat sedikit
"aku akan menjaga kamu dan anak kita" gumam Ifan yang sudah menidurkan Diandra ditempat tidur seraya menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik Diandra
setelah itu dia segera beranjak namun saat bersamaan entah Diandra bermimpi atau mengigau tanpa sadar memegang tangan Ifan hingga Ifan kaget dan segera menoleh ke arah Diandra yang masih tertidur lelap
akhirnya Ifan mengurungkan niatnya untuk pergi dan dia kembali duduk di tepi tempat tidur sedangkan genggaman tangan diandra semakin kencang membuat Ifan hanya bisa pasrah sampai Diandra melepaskan pegangan tangannya
**
di tempat lain Andi yang sudah pulang kuliah kembali dikagetkan oleh kehadiran Kevin yang sudah berada di depan kosannya, Kevin yang sejak tadi menunggu Andi langsung membenarkan posisinya saat melihat mobil Andi berhenti di depan kosan
__ADS_1
Andi yang dari dalam mobil melihat Kevin kembali lagi dibuat kesal karena tidak henti-hentinya Kevin terus mengganggu dirinya tanpa mau menunggu lama dia segera turun dari mobil dan berjalan menghampiri Kevin
"ada apa lagi Lo kesini?" tanya Andi dengan nada sinis
"gue pengen tau keadaan Diandra dan juga kandungannya" jawab Kevin yang langsung membalik badannya menghadap Andi
Andi tersenyum kecut mendengar jawaban yang Kevin lontarkan bukannya dia tidak tahu apa tujuan kedatangan Kevin namun dia masih tidak habis pikir mengapa Kevin masih saja belum menyerah menganggu hidup Diandra
"gue sudah katakan untuk kesekian kalinya! berhenti menggagu diandra dan biarkan dia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang" ucap Andi dengan nada penuh penekanan di setiap katanya
"siapa yang menggangu hidup Diandra? apa salahnya jika gue ingin tahu tentang kandungannya , apa Lu lupa sekarang dia sedang mengandung anak gue!" tegas Kevin yang tidak mau kalah saat mendengar ucapan Andi kepadanya
seketika Andi tertawa mendengarnya bagaimana bisa lelaki pengecut seperti Kevin tiba-tiba datang mengakui bahwa anak yang di kandung oleh Diandra anaknya padahal sudah jelas sejak awal keluarganya menggagap Diandra seperti apa bahkan yang membuat Andi begitu marah kepadanya karena Kevin sama sekali tidak membela Diandra di saat kedua orang tuanya menghinanya
"Kevin... Kevin...! apa Lo lupa atau pura-pura lupa hah!" ucap Andi seraya menghentikan tawanya dan langsung menatap tajam ke arah Kevin
"jelaskan ada apa? gue sama sekali tidak mengerti apa maksud perkataan Lo" sahut Kevin yang bingung apa maksud perkataan Andi
"oke kalau Lo tidak mengerti, sekarang gue jelaskan dan Lo dengarkan baik-baik dan setelah itu pergi sejauh mungkin Dari kehidupan Diandra" pinta Andi yang Sudah tidak ingin melihat wajah Kevin lagi karena dirinya sudah bener-benar muka melihat Kevin yang begitu pengecut
Kevin hanya dapat terdiam bagaimana mungkin dia harus pergi begitu saja sedangkan saat ini wanita yang begitu dia cintai sedang mengandung anaknya dan dia berniat untuk bertanggung jawab dan memperbaiki semuanya
"kalau itu gue tidak bisa, maafin gue karena gue datang kesini hanya ingin tahu dimana Diandra dan gue ingin memperbaiki semuanya dan gue ingin bertanggung jawab" sahut Kevin yang tidak mau mendengar apapun kecuali tentang keberadaan Diandra
__ADS_1
"apa?" sontak Andi kaget mendengarnya matanya langsung membulat saat mendengarnya
"iya gue akan bertanggung jawab dan gue akan menikahi Diandra dan menebus semua kesalahan gue" ucap Kevin yang menjelaskan niat baiknya
"sayang sekali, Lo sudah terlambat Vin" jawab Andi
"maksud Lo apa? mengapa gue terlambat?" tanya Kevin yang langsung mendekat ke arah Andi yang baru saja mengatakan hal yang membuatnya cukup kaget.
Andi menghela napas karena dia tahu bahwa Kevin belum mengetahui kalau Diandra sudah menikah dengan Ifan tetapi jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya tentu saja Kevin akan terus menggagu Diandra dan itu tidak akan dia biarkan terjadi
Kevin yang belum mendapatkan jawaban terus menatap wajah pria yang dulu pernah menjadi sahabat dekatnya dirinya semakin penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi selama dirinya pergi
"katakan apa yang membuat gue terlambat" Kevin yang tidak sabar langsung menarik kerah baju milik Andi
sontak Andi kaget saat Kevin menarik kerah bajunya dan dengan kasar langsung menghempaskan tangan Kevin dari bajunya sambil menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan bahkan tatapan yang belum pernah Kevin liat semalam mengenal andi
"Lo mau tau! karena sekarang Diandra Sudah bahagia dengan orang lain jadi lebih baik kubur dalam-dalam niat baik Lo itu karena semuanya sudah terlambat dan iya gue minta pergi dari kehidupan Diandra jangan pernah gue melihat batang hidung Lo lagi karena jika sampai gue tahu Lo menggangu Diandra maka Lo akan berurusan dengan gue" tegas Andi yang langsung memberikan ancaman kepada Kevin
"tidak mungkin,,,Lo pasti bohong kan Ndi" ucap Kevin yang seketika badannya terasa lemas saat mendengarnya bagaimana mungkin wanita yang sedang mengandung anaknya kini telah menikah dengan orang lain
"untuk apa gue berbohong, anggap saja itu sebagai hukuman untuk Lo" tegas Andi dengan lantang
Kevin yang merasakan tubuhnya lemas bahkan kakinya terasa lemas hampir saja tidak bisa menopang tubuhnya namun dengan cepat tangannya menyentuh tembok yang ada di sampingnya sungguh yang dikatakan Andi mampu membuat hidupnya porak poranda karena dia berharap masih bisa memperbaiki semuanya tapi sekarang dia sudah terlambat
__ADS_1