
Diandra yang mengerti apa yang di inginkan pria di hadapannya segera menahan dada bidak milik Kevin seketika Kevin menatap bingung karena Diandra seolah menolaknya.
"kenapa?" tanya Kevin saat tangan Diandra menyentuh kedua dadanya.
tanpa menjawab perkataan Kevin justru Diandra justru mencium bibir milik Kevin seketika apa yang dilakukan Diandra membuat Kevin terkejut karena baru pertama kalinya Diandra melakukan hal itu selama mereka pacaran.
Diandra yang malu menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan warna merah di wajahnya karena dia masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan kepada Kevin sedangkan Kevin masih terpaku setelah mendapatkan hal yang tidak terduga dari Diandra.
"lepas, aku mau pake baju dulu" ucap Diandra yang masih menyembunyikan wajahnya dari Kevin sungguh Diandra sangat malu.
"kenapa harus pake baju, kita kan belum memulainya " goda Kevin yang kembali tersadar dari rasa kagetnya akibat ucapan Diandra.
"kita harus pergi ke kampus" tolak Diandra.
" ih,,,kamu curang iya" Kevin segera mendengus kesal padahal dia sudah sangat berhasrat tapi Diandra malah merusak suasana hatinya.
Diandra memberanikan diri mendongakkan kepalanya untuk memandang wajah Kevin sedangkan Kevin yang memasang wajah kesal langsung melepaskan tangannya dari pinggang Diandra.
"aku tunggu di luar, jangan lupa makan sarapan kamu" ujar Kevin sambil membalikan badannya.
sikap Kevin membuat Diandra merasa bersalah tanpa berpikir panjang Diandra segera meraih tangan kevin yang hendak melangkah Kevin langsung tersenyum saat Diandra meraih tangannya tetapi dia tetapi membelakangi Diandra.
"kamu marah" tanya Diandra dengan nada merasa bersalah.
"kenapa aku harus marah, kalau kamu tidak ingin aku tidak berhak memaksanya dan tidak berhak juga untuk marah" jawab Kevin yang masih berdiri membelakangi Diandra.
Diandra segera melangkah ke hadapan Kevin tentu saja dia tidak mau jika Mereka ribut lagi padahal mereka baru saja berbaikan, Kevin yang melihat Diandra sudah berdiri dihadapannya segera memalingkan wajahnya.
tanpa menunggu lama Diandra segera mendekat ke arah Kevin dan melingkarkan tangannya di leher Kevin, walaupun Diandra belum pernah melakukannya tapi Diandra memberanikan dirinya karena jujur dirinya pun menginginkan hal yang lebih setelah apa yang Kevin lakukan beberapa saat lalu.
__ADS_1
"kamu mau apa" tanya Kevin sambil memalingkan wajahnya melihat ke arah Diandra.
"aku gak mau kita berantem lagi, aku juga gak mau kamu marah- marah lagi sama aku" ucap Diandra entah mengapa Diandra sendiri tidak mengerti mengapa dia sangat takut jika Kevin marah kepadanya.
"kalau kamu seperti ini, jangan salahkan aku kalau aku tidak akan bisa menahan diri" sahut Kevin yang kembali berhasrat apalagi Diandra kali ini yang memulainya.
karena gairahnya sudah tidak di tahan lagi dengan cepat Kevin meraih pinggang Diandra sambil mendekatkan bibirnya dan bibir Diandra biasanya Diandra hanya menerima apa yang dilakukan Kevin namun kali ini Diandra memberanikan dirinya membalas apa yang di lakukan Kevin kepadanya.
pergulatan yang awalnya penuh dengan kelembutan berubah karena keduanya telah terbuai dengan sentuhan satu sama lainya, Kevin segera menggendong tubuh Diandra menuju tempat tidur sesampainya di tempat tidur Kevin segera merebahkan tubuh Diandra dengan penuh ke lembut.
Kevin memulai kembali aktivitasnya Diandra yang sudah terbiasa kini mulai menikmatinya bahkan dia sudah melupakan bahwa yang dia lakukan itu salah, hingga pagi itu pun hanya suara ******* yang terdengar di ruangan cukup lama mereka melakukannya hingga keduanya mencapai puncak bersamaan. Kevin segera mencium kening Diandra dengan penuh cinta.
"kamu janji akan selamanya menjadi milik aku" tanya Kevin kepada Diandra.
Diandra hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban karena dirinya terlalu lelah untuk berkata-kata.
keduanya pun memutuskan untuk tidak berangkat ke kampus karena aktivitas pagi mereka membuatnya kelelahan apalagi Kevin yang tidak merasa puas melakukannya lagi dan lagi hingga Diandra menyerah untuk mengikuti keinginan Kevin.
Ifan serta Riko sampai kampus karena hari ini pertama kali Ifan masuk ke kampus,keduanya segera melangkah ke dalam kampus Ifan yang berjalan di samping Riko segera memerhatikan sekeliling tentunya dia mencari Diandra sedangkan Riko yang sesekali melirik Ifan sadar siapa yang di cari sepupunya hanya bisa menghela napas.
"akhirnya Lo kuliah di sini juga" ucap Andi yang melihat Riko dan Ifan berjalan bersamaan.
"tentu gue kan udah bilang kalau kita pasti satu kampus" jawab Ifan.
"iya,,,iya, kalau bukan Diandra kuliah di sini Lo juga gak bakalan kuliah di sini" sahut Andi yang tau apa alasan sampai Ifan meninggalkan kuliahnya di luar negeri dan kuliah di sini.
Riko yang mendengar itu segera menaikan alisnya sebelah karena dia sudah menduganya sejak awal Ifan berniat untuk pindah kuliah, dirinya semakin tidak habis pikir bahwa Ifan rela mengorbankan apapun demi dekat dengan Diandra.
"Lo bisa aja, bukan karena Diandra juga kali gue pindah kuliah" elak Ifan karena dia tau bahwa sekarang Riko menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"lagian kalau cuma gara- gara Diandra dia pindah, gue orang pertama yang gak setuju" celetuk Riko sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
Andi dan Ifan segera melihat ke arah Riko saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Riko sedangkan Riko hanya bersikap cuek mendapatkan tatapan penuh tanya dari keduanya.
"ngomong- ngomong gue belum liat Diandra" ucap Ifan sambil memalingkan pandangannya kembali melihat sekeliling.
"gue juga belum liat" ucap Andi yang baru sadar jika dirinya belum melihat Diandra di kampus.
"palingan juga" Riko yang hampir keceplosan segera menutup mulutnya dengan cepat.
"palingan apa? " tanya Ifan dengan tatapan penuh tanya.
sedangkan Andi segera menatap tajam Riko yang hampir saja memberi tahukan semua kepada Ifan.
"palingan dia telat" ucap Riko yang meralat ucapan sebelumnya sambil menggerutu kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menahan mulutnya. " bukan begitu kan ka" sambung Riko meminta persetujuan kepada Andi.
"iya bener" sahut Andi yang terpaksa menyetujui kebohongan Riko.
Ifan yang mendapatkan jawaban keduanya entah mengapa dirinya merasa jika Andi dan Riko seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya, Riko yang yang tidak mau Ifan berpikir aneh- aneh segera mengajaknya masuk begitu juga Andi yang harus kembali ke dalam kelasnya.
Andi sejenak menghentikan langkahnya saat melihat Riko dan Ifan sudah menjauh darinya tentunya Andi merasa curiga karena Kevin pun tidak ada di kampus apalagi mengingat semalam Kevin menjemput Diandra dari tempat hingga membuat Andi takut jika sesuatu terjadi kepada Diandra.
akhirnya Andi memutuskan untuk menghubungi Kevin cukup lama akhirnya sambungan telepon tersambung.
"halo" ucap orang di sebrang sana dengan suara khas orang bangun tidur.
"Diandra" balas Andi yang mendengar suara Diandra di ujung telepon.
"ka Andi" ucap Diandra yang baru sadar telah mengangkat telepon di ponsel Kevin.
__ADS_1
"Di, kamu sama Kevin" tanya Andi dengan suara yang sulit di artikan.
namun Diandra yang panik dan bingung segera mematikan sambungan teleponnya sepihak, Andi yang sadar sambungan teleponnya di putuskan oleh Diandra masih tidak percaya dengan apa yang dia dengan tadi tanpa berpikir panjang Andi segara memasukan ponselnya dan segera berlari ke parkiran tentunya tujuannya sekarang ke apartemen milik Kevin.