
hari pernikahan pun tiba karena semuanya tidak serba mendadak hingga acara pun di selenggarakan begitu sederhana, Diandra yang awalnya menolak terpaksa menerima permintaan Ifan menikah dengannya apalagi sekarang semua orang tahu bahwa anak yang di kandungnya adalah anak Ifan.
"apa kamu yakin akan menikahi aku hari ini?" tanya Diandra yang memastikan kembali dengan keputusan sahabatnya itu.
"aku yakin apa ada yang membuat kamu ragu?"
Diandra menghela napasnya tentu saja dia meras ragu apalagi jika sampai keputusan Ifan justru suatu saat nanti akan membuat mereka dalam masalah karena telah membohongi semua orang.
"aku hanya takut, bagaimana jika suatu saat ada yang mengetahui tentang rahasia ini"
saat bersamaan Wike yang melangkah masuk kedalam kamar dimana Ifan dan Diandra berbicara tidak sengaja mendengar ucapan Diandra dengan rasa penasaran Wike melangkah mendekati keduanya sontak Ifan dan Diandra merasa kaget karena Wike yang tiba-tiba masuk.
"rahasia apa yang kamu maksud sayang?" tanya Wike dengan tatapan penuh tanya kepada keduanya.
Ifan yang panik berusaha bersikap santai, " iya maksud diandra jika ada yang tahu tentang kehamilan Diandra ma" bohong Ifan sambil tersenyum. "bukan begitu sayang" Ifan segera menoleh ke arah Diandra untuk meminta persetujuan atas perkataannya.
"iya Tante" sahut Diandra dengan suara sedikit panik.
"kirain mama ada apa, kalau soal itu kalian tidak perlu memikirkannya karena kan sebentar lagi kalian menikah jadi tidak akan ada yang mengatakan apapun jika ada yang tahu kamu hamil"
"iya ma, aku sudah jelaskan tetapi Diandra masih takut" ucap Ifan seraya menoleh ke arah mamanya.
untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia membohongi wanita yang melahirkannya tetapi dia juga harus melakukannya karena di lain sisi dia tidak mungkin membiarkan Diandra menjalani semua ini sendirian.
"kamu tidak usah khawatir sayang karena setelah kamu menikah dengan Ifan maka semuanya akan baik-baik saja yang terpenting sekarang kamu harus pokus menjaga kandungan kamu karena mama tidak mau terjadi apa-apa dengan cucu mama" sahut Wike seraya tersenyum.
tentu saja Wike mengerti apa yang di rasakan oleh Diandra apalagi sekarang Diandra sedang mengandung tentu saja perasaannya agak sedikit sensitif, mendengar perkataan Wike tentu saja membuat Diandra terenyuh andai saja yang mengatakannya itu adalah Kedua orang tuanya Kevin tentu saja dia sangat bahagia.
__ADS_1
tanpa mau membuang waktu Wike segera mengajak keduanya keluar karena penghulu sudah menunggu mereka di luar dan keduanya segera mengikuti Wike keluar kamar dan berjalan ke arah ruang keluarga di mana semua orang sudah menunggu mereka.
acara ijab Qabul dimulai dengan satu tarikan napas Ifan mengucapkan ijab Qabul sedangkan Diandra yang duduk di samping Ifan tidak bisa menyembunyikan rasa harusnya karena dia tidak tau harus membalas Budi seperti apa kepada Ifan yang rela menikahi dirinya.
setelah acara ijab Qabul selesai penghulu langsung meminta Ifan memasangkan cincin di jari Diandra Susana pun seketika menjadi harus apalagi Bu Rahma yang tidak kuat menahan air matanya melihat putri satu-satunya kini telah menjadi seorang istri.
"selamat semoga kalian menjadi keluarga sakinah,mawadah dan warohmah" Riko segera memberikan selamat kepada keduanya.
"terimakasih Rik, semoga Lo cepat nyusul" goda Ifan.
"sorry gue gak ada niat nikah muda" jawab Riko yang tentu saja tahu bahwa Ifan sedang menggoda dirinya.
"selamat iya untuk kalian berdua" andi yang duduk di samping Riko segera memberikan selamat kepada keduanya dirinya merasa terharu melihatnya.
"makasih Di" jawab Ifan.
Riko yang menyadari jika Diandra sudah mulai bersedih segera menghiburnya karena sekarang mereka sudah menjadi sepupu seketika suasana mencair karena celotehan Riko, di sisi lain Ifan merasa bersyukur memiliki sepupu seperti Riko yang mendukungnya.
setelah kepergian penghulu Ifan dan Diandra segera meminta restu kepada ibu serta Kedua orang tua Ifan dan mereka semua yang berada di sana memberi wejangan kepada keduanya tentang makna sebuah pernikahan, Ifan yang mendengarkan itu tentu saja akan berusaha menjadi suami serta ayah yang baik bagi calon anak Diandra walau bukan darah dagingnya tapi dia berjanji akan menyayangi anak itu seperti anaknya sendiri.
"nak Ifan ibu titip Diandra" ucap Bu Rahma dengan mata berkaca-kaca.
"ibu jangan bilang begitu, aku pasti akan menjaga Diandra dan ibu gak perlu khawatir tentang itu" jawab Ifan dengan tegas.
"sekali lagi ibu mengucapkan terimakasih karena nak Ifan, ibu tidak bisa berkata apa-apa lagi" seketika tangisan Bu Rahma pecah karena kini dia harus merelakan Diandra untuk ikut bersama suaminya.
Diandra yang duduk di samping ibunya segera memeluk tubuh wanita yang begitu dia sayangi seketika tangisannya pecah karena dia merasa bersalah dengan ibunya, Wike serta Sekar yang mengerti perasaan Keduanya segera menenangkannya.
__ADS_1
"sudah kenapa jadi bersedih, harusnya kita berbahagia karena sekarang kita semua sudah menjadi satu keluarga" ucap Wike segara mengelus pundak bu Rahma yang kini menjadi besannya.
"benar sekali ka ditambah sebentar lagi keluarga besar kita kehadiran anggota keluarga baru" timpal Sekar yang begitu bahagia.
Bu Rahma segera melepaskan pelukan yang di berikan oleh Diandra hatinya begitu terharu karena putrinya mendapatkan keluarga yang menyayangi dirinya hingga dia tidak perlu merasa khawatir dengan penuh kasih sayang dia mengusap air mata di pipi Diandra.
"ingat pesan ibu, mulai sekarang patuhi semua perkataan suami kamu dan jangan sekali-kali membantah perkataannya" pesan Bu Rahma.
Diandra segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban.
"dan mulai sekarang panggil kami papa dan mama" ucap Edwin seraya tersenyum ke arah menantunya itu.
"tapi-
" tidak ada penolakan sekarang kamu juga anak mama dan papa" potong Wike.
"benar yang di bilang mba Wike sayang dan mulai saat ini kamu juga adalah keponakan Tante" timpal Sekar.
Suasana di ruangan itu menjadi penuh harus bahagia Diandra tidak pernah menyangka bahwa orang- orang di sana begitu menyayanginya tetapi di lain sisi dia merasa bersalah karena harus berbohong kepada semua orang yang kini tersenyum bahagia atas pernikahannya.
sore harinya Ifan yang memutuskan untuk langsung membawa Diandra ke apartemennya sempat di tentang semuanya namun dengan lembut Ifan menjelaskan alasannya tentu saja semuanya langsung setuju apalagi mengingat mereka pengantin baru.
sesampainya di apartemen Ifan yang sudah resmi menjadi suami dari Diandra langsung mengajak wanita yang kini menjadi istrinya masuk, Diandra yang masih canggung dengan hubungan baru antara dirinya dan Ifan hanya mengikuti langkah suaminya itu.
"kamu bisa tidur di kamar ini dan aku akan tidur di kamar sini" Ifan segera menunjukan kamar yang selama ini di tempati Diandra.
"Fan, aku tidak tahu harus mengucapkan apa sama kamu, tapi aku hanya bisa mengucapkan terimakasih dengan semua pengorbanan kamu" ucap Diandra yang tidak tahu harus berkata apa lagi.
__ADS_1