Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 67


__ADS_3

Ifan yang setia menemani Diandra di rumah sakit selama dia dirawat bahkan tidak pernah Ifan meninggalkan Diandra sedetikpun walau sekarang Diandra berubah menjadi pemurung bahkan lebih banyak melamun membuat Ifan serta Andi sedih melihatnya hingga mereka setiap hari berusaha menghibur Diandra.


"apa kamu mau sesuatu?" tanya Ifan dengan suara pelan.


Diandra hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tentu saja membuat Ifan merasa sedih melihat keadaan Diandra yang berubah drastis bahkan Ifan tidak mengenali Diandra yang sekarang.


"untuk sementara kamu tinggal di tempat kakak" ucap Andi sambil menatap nanar ke arah Diandra yang menjadi pendiam bahkan Andi sudah tidak melihat keceriaan dan senyuman di wajah Diandra yang dia liat sekarang hanya tatapan kosong dan wajah sedih yang selalu Diandra tunjukan.


"kalian mengapa menolong aku?" tanya Diandra dengan tatapan masih menghadap ke arah jendela rumah sakit.


"tentu saja karena kami tidak mau terjadi apa-apa kepada kamu dan anak kamu" jawab Ifan.


"heh,, kenapa? apa kalian kasian kepada aku?" ucap Diandra.


"kamu kenapa bicara begitu! kami sayang sama kamu maka dari itu kami tidak mau terjadi apa- apa sama kamu" sahut Andi yang tidak menyangka akan mendengar perkataan Diandra seperti itu.


"apa kamu pikir dengan cara seperti itu kamu akan menyelesaikan masalah?" tanya Ifan dengan sedikit menaikan nada bicaranya karena dia tidak suka dengan ucapan yang keluar dari mulut Diandra.


Diandra hanya tersenyum kecut tanpa menjawab perkataan keduanya andai saja Kevin yang bicara seperti itu mungkin dia akan merasa senang tapi sayangnya dia mendengar itu justru dari orang lain sedangkan Ifan segera menoleh ke arah Andi yang berdiri tidak jauh darinya, Andi hanya bisa menggelengkan kepala saat mendapatkan tatapan dari Ifan.


"harusnya Kalian biarin aku mati saja" ucap lirih Diandra yang mulai meneteskan air matanya karena dipikirannya saat ini tidak ingin hidup lagi setelah kevin mencampakkannya.

__ADS_1


sontak perkataan yang keluar dari mulut Diandra membuat Ifan marah bagaimana tidak wanita yang dulu dirinya anggap kuat ternyata sekarang mempunyai pikiran sebodoh itu sedangkan Andi yang mendengarnya segera mengepalkan tangannya andai saja Ifan tidak mencegahnya untuk datang ke rumah Kevin sudah pasti dirinya akan membuat kevin menyesali apa yang telah dia lakukan kepada Diandra.


"apa kamu gila? kamu pikir dengan mengakhiri hidup kamu semuanya akan selesai, bagaimana dengan ibu jika tahu bahwa anak yang dia banggakan berpikir seperti ini" sahut Ifan sambil beranjak dari duduknya.


"iya, apa kamu tidak berpikir apa yang akan terjadi kepada ibu jika sampai kamu melakukannya" timpal Andi dengan tatapan tidak percaya kepada Diandra.


''buat apa aku hidup! jika aku harus menanggung dosa ini dan membuat ibu hancur" sahur sambil membalikan badannya menghadap kepada Ifan dan juga Andi.


Ifan segera beranjak dari duduknya tentu saja dia sangat marah karena Diandra. cukup lama Ifan berpikir bahwa ini sudah waktunya dia berbicara tentang niatnya untuk menikahi Diandra dan juga mau menerima anak di dalam kandungan Diandra, hingga dia melirik ke arah Andi yang berdiri tidak jauh darinya dan dengan Andi segera mengagukan kepalanya sebagai tanda setuju bahwa setelah mendapat tatapan dari Ifan.


"kamu masih punya aku dan Andi, jadi aku mohon kamu mau menjadi istriku" ucap Ifan sambil menggenggam tangan Diandra.


Diandra menatap tidak percaya ke arah Ifan apalagi dia masih mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Ifan hingga membuat dirinya menatap penuh dengan kebingungan dan Ifan yang berdiri sambil memegang tangan Diandra berharap jika wanita di hadapannya menerima lamarannya.


jawab yang Diandra berikan membuat Ifan serta Andi terperangah karena dengan cepat Diandra menolaknya bahkan dengan tatapan dingin ke arah Ifan.


"kenapa?"


"maaf fan, aku tidak pantas untuk kamu dan semua kebaikan kamu sudah cukup buat aku jangan membuat diri kamu harus menanggung atas kesalahan yang aku perbuat"


"aku tidak merasa seperti itu, tolong kamu pikirkan lagi apa kamu tega jika kelak anak yang tidak berdosa yang kamu kandung harus menerima akibatnya?" Ifan berusaha menyakinkan Diandra tentang kedepannya apalagi Ifan tidak rela jika kelak Diandra jadi bahan cemoohan orang banyak.

__ADS_1


"apa yang dibilang Ifan benar Di! apa kamu rela jika anak kamu harus menanggung semuanya?" timpal Andi sambil menatap dengan tatapan nanar kepada Diandra.


Diandra menatap bergantian kedua pria di dalam ruangan itu tentunya perkataan keduanya itu benar tapi dia masih berharap jika suatu saat Kevin datang dan kembali kepadanya sedangkan Ifan dan Andi melihat ke arah Diandra yang menatap mereka bergantian tentunya keduanya tahu apa yang ada yang ada dalam pikiran Diandra.


"aku tidak bisa jangan paksa aku" pinta Diandra yang tidak bisa menerima lamaran yang Ifan berikan karena dia tidak mau jika sahabatnya harus menderita dengan menikahinya.


"kenapa? apa kamu masih berharap kepada lelaki yang jelas-jelas mencampakkan kamu begitu saja?"


"Kevin gak mencampakkan aku, aku yakin dia akan kembali lagi demi aku dan anaknya yang sedang aku kandung"


"kamu jangan bodoh Diandra, Kevin tidak akan pernah kembali apa kamu belum sadar dengan apa yang dia lakukan dan keluarganya lakukan kepada kamu apa lelaki itu masih kamu harapkan!" Ifan menaikan nada bicaranya kepada Diandra karena dia tidak habis pikir bahwa Diandra masih mengharapkan Kevin.


Andi yang melihat Ifan mulai menaikan nada bicaranya segera berjalan menghampirinya karena dia takut jika Ifan emosi justru dia akan membuat keadaan Diandra semakin drop. Diandra mulai meneteskan air matanya karena apa yang dikatakan Ifan tentu saja menjadi cambukan untuk dirinya mengingat kembali bagaimana Kevin dengan kejamnya mencampakkan dirinya dalam keadaan mengandung.


"fan" Andi segera menepuk bahu Ifan seketika membuat emosi Ifan mereda setelah mendapat tatapan dari Andi.


"Di, apa yang dibilang Ifan beneran, jadi kakak mohon kamu jangan egois pikirkan bagaimana masa depan anak kamu" ucap Andi yang mencoba menyakinkan Diandra jika semua yang Ifan lakukan demi menyelamatkan anak yang tidak berdosa.


"tapi aku gak bisa ka" tolak Diandra kembali dengan derai air mata membasahi pipinya.


"jadi kamu lebih memikirkan diri kamu sendiri di bandingkan anak kamu?" tanya Andi dengan memandang ke arah Diandra yang sedang menangis.

__ADS_1


"lalu apa yang harus aku jelaskan kepada semua orang jika sampai Ifan menikahi aku ka, aku tidak mau keluarga Ifan Malu" tegas Diandra yang memikirkan nama baik Ifan karena harus menikahi dirinya.


"apa kamu tidak percaya kepada aku? jangan pikirkan apa yang orang katakan lebih baik kamu pikirkan masa depan anak yang sedang kamu kandung" sahut Ifan yang masih berusaha menyakinkan Diandra agak mau menerima lamarannya.


__ADS_2