Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 79


__ADS_3

Ifan yang berada di kampung halamannya memutuskan untuk mengunjungi mama dan papanya karena semenjak pernikahannya dengan Diandra, dirinya belum sama sekali bertemu dengan Kedua orang tuanya


"Di, aku mau ke rumah papa dan mama, apa kamu mau ikut?" tanya ifan yang berjalan menghampiri Diandra yang tengah duduk di tepi tempat tidur


"kapan kamu kesana" jawab Diandra sambil melihat ke arah Ifan


"sore ini" sahut Ifan yang sudah berdiri di hadapan Diandra


"baiklah aku akan ikut tapi kita pamit dulu kepada ibu"


"baiklah kalau begitu kamu siap-siap karena kita akan sekalian menginap disana"


Diandra langsung menatap tidak percaya mendengarnya karena kejadian semalam saja masih membuatnya malu dan sekarang Ifan malam mengajaknya menginap di sana dan mereka pasti akan tidur di tempat tidur lagi membuat Diandra langsung memegang ujung tempat tidur.


Ifan yang masih berdiri di hadapan Diandra sadar saat memerhatikan tangan Diandra yang memegang erat ujung tempat tidur.


"kamu tidak usah cemas di sana kita tidak perlu tidur di atas tempat tidur yang sama karena aku akan tidur di sopa" Ifan mengatakan itu seraya memecah keheningan yang terjadi di antara keduanya.


Diandra segera mendongkak kepalanya melihat ke arah Ifan,"kamu kenapa bicara seperti itu?"


"aku tahu pernikahan kita hanya demi anak yang kamu kandung jadi kamu tidak perlu takut aku tidak akan memanfaat keadaan apapun karena aku menghargai kamu dan aku tidak akan berbuat lancang walau pun aku berhak melakukannya"


seketika bibir Diandra terkunci mendengar perkataan Ifan tentunya apa yang dikatakan pria yang berada dihadapannya itu benar tapi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa sampai detik ini masih mencintai Kevin walaupun kenyataanya ifan yang kini telah menjadi suaminya.


"maafin aku fan" ucap Diandra sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"kamu tidak perlu minta maaf, sekarang cepat rapih-rapih biar aku tunggu di depan" sahut ifan yang langsung membalikan badannya dan melangkah pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Diandra.


Diandra yang sadar Ifan telah pergi dari sana merasa bersalah terhadap Ifan yang sudah banyak berkorban untuk dirinya tetapi dia tidak bisa melakukan apapun karena dia masih mengharapkan jika suatu saat kevin akan kembali dan berkumpul dengan dirinya dan buah cinta mereka.


Ifan yang berada di luar kamar menghela napas panjang karena hatinya begitu sakit melihat ekspresi Diandra beberapa saat lalu membuat dirinya sadar bahwa sampai detik ini wanita yang Resmi menjadi istrinya itu masih mencintai pria lain walau berat baginya tapi Ifan sadar bahwa apa yang di lakukan semuanya demi rasa cintanya kepada Diandra.


mereka berdua pun sudah sampai di depan kediaman Kedua orang tua Ifan, sejenak Diandra terdiam saat keluar dari mobil dan Kembali bagaimana terakhir kali dia datang ke rumah itu namun sekarang dia datang dengan status baru yang di sandangnya membuatnya gugup.


Ifan yang menyadarinya segera menoleh ke arah istrinya sambil tersenyum dan tanpa berkata apapun segera meraih tangan diandra dan segera mengajaknya melangkah masuk. Diandra yang mendapat perlakuan itu terus melihat ke arah Ifan yang berjalan di terlebih dahulu.


Wike dan Edwin segera menyambut kedatangan anak serta menantu mereka dengan penuh rasa bahagia karena mereka senang dengan kedatangan keduanya.


"kenapa kalian tidak memberi tahu kamu kalau mau datang" ucap Wike dengan wajah di penuhi raut kebahagiaan.


"iya beneran, seharusnya kamu mengabari papa biar kami menjemput kalian" timpal Edwin


"tapi seharusnya kamu memberi tahu mama fan, biar mama siapkan kedatangan mantu mama dan calon cucu mama" ucap Wike


deg


Diandra hanya terdiam mendengar pembicaraan keduanya dan yang semakin membuatnya tak kuasa mengeluarkan kata-kata saat melihat rona bahagia di wajah keduanya andai saja Keduanya tahu bahwa bayi yang dia kandung bukan cucu mereka tentu saja sikap keduanya tidak akan seperti itu


"sudah mama, mereka pasti capek sudah suruh mereka untuk istirahat" ucap Edwin yang tahu bahwa keduanya pasti sangat lelah.


"iya pa, tapi sebentar mama masih kangen dengan mereka apalagi dengan mantu dan calon cucu kita" sahut Wike yang berdiri di samping diandra.

__ADS_1


Ifan yang melihat mamanya begitu bahagia tentunya merasa tidak tega karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya telah berbohong kepada keduanya hingga membuat dirinya merasa bersalah.


Ifan yang segera melangkah masuk mengikuti langkah papanya sedangkan Wike yang begitu kangen dengan Diandra segera mengajaknya untuk mengobrol di taman belakang.


"hati-hati sayang" ucap Wike yang membantu Diandra untuk duduk di bangku


"mama tidak usah khawatir aku baik- baik saja" sahut Diandra.


"tetap saja mama khawatir apalagi kamu sedang hamil muda tentunya mama tidak mau terjadi apa-apa kepada cucu mama" jawab Wike yang begitu perhatian karena ini adalah cucu pertama bagi dirinya


Diandra memerhatikan wajah Wike seketika dia merasa bersedih karena telah membohongi wanita yang begitu menyayanginya andai saja Kevin tidak meninggalkan dirinya tentu saja dia tidak harus berbohong kepada wanita yang kini duduk di sampingnya sedangkan wike yang sudah duduk di samping Diandra sadar jika menantunya itu memerhatikan dirinya.


"kamu kenapa sayang? melihat mama seperti itu?" tanya Wike yang melihat ke arah diandra yang sedari tadi memerhatikan dirinya.


"tidak apa-apa ma, aku hanya terharu saja karena mama begitu baik bahkan mama memerhatikan aku sampai seperti ini"


"tentu saja mama akan melakukan apapun apalagi sekarang kamu sedang mengandung cucu mama jadi mama tidak ingin terjadi sesuatu kepada mantu serta cucu mama"


"tapi mama jangan terlalu baik sama aku karena aku sangat takut jika suatu saat mama justru akan membenci aku"


Wike menatap bingung mendengar penuturan diandra bagaimana menantunya bisa berkata seperti itu tentunya dalam mimpi pun dia tidak pernah terbayangkan akan membenci Diandra apalagi memang harap dirinya sejak dulu bahwa Diandra akan menjadi menantunya dan semua harapan itu menjadi kenyataan.


"kenapa kamu bicara seperti itu? mana mungkin mama membenci kamu apalagi sebentar lagi kamu akan melahirkan penerus keluarga ini"


"aku hanya takut saja ma"

__ADS_1


"sudah kamu jangan berpikir yang tidak-tidak sekarang kamu itu harus pokus sama kandungan kamu dan kesehatan kamu dan jangan berpikir yang macam-macam"


Diandra segara mengagukan kepalanya sebagai jawaban entah dengan cara apa dia harus berterima kasih kepada wike yang begitu memerhatikan dirinya bahkan begitu sangat mempedulikan kandungannya.


__ADS_2