
karena perdebatan dengan Kevin hingga Diandra memutuskan untuk pergi ke kampus terlebih dahulu karena dirinya masih sangat kecewa dengan sikap Kevin kepadanya.
Diandra yang berjalan menuju lift sambil melamun tidak sengaja menabrak tubuh seseorang hingga Diandra meringis karena keningnya terkena bahu pria di hadapannya sedangkan seseorang yang merasa tubuhnya di tabrak segera membalikan badannya.
"kamu gak apa- apa?" dengan suara sedikit khawatir.
Diandra yang mengenal suara itu segera mengangkat kepalanya sambil memegang keningnya dia menatap tidak percaya bahwa pria yang barusan dia tabrak tidak lain adalah Ifan.
"maafin aku fan" ucap Diandra yang merasa bersalah karena akibat dirinya melamun hingga menabrak tubuh Ifan.
"mana yang sakit? sini aku liat" tanya Ifan tanpa mempedulikan ucapan Diandra kepadanya.
Ifan dengan penuh perhatian meniup kening Diandra yang tidak sengaja menabrak bahunya tadi seketika Diandra begitu terpana melihat perlakuan lembut Ifan hingga membuatnya melupakan masalah yang terjadi antara dirinya dan sang kekasih.
"jangan terus memandang Aku, nanti kamu jatuh cinta" ucap Ifan yang tersenyum saat Diandra tidak berkedip memerhatikan wajahnya.
sontak perkataan Ifan menyadarkan Diandra yang sedari tadi begitu terkesima dengan apa yang di lakukan Ifan dengan cepat Diandra memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya akibat ketahuan oleh Ifan jika dirinya begitu terpesona oleh Ifan.
"kamu masih mau disini" ucap Ifan kembali karena Diandra yang masih berdiri ditempatnya.
" eh- iya" Diandra segera mengikuti langkah kaki Ifan.
sesekali Ifan melirik ke arah Diandra yang begitu cantik bahkan bagi Ifan, Diandra wanita tercantik yang pernah dia temui selama hidupnya.
"kamu mau ke kampus? biar aku antar" ucap Ifan memberikan tawaran untuk mengantar Diandra mengingat dia akan pergi ke rumah Riko.
"gak usah nanti aku ngerepotin" tolak Diandra yang merasa tidak enak jika Ifan sampai mengantarnya.
Ifan terkekeh geli mendengar jawaban Diandra sejak kapan sahabat masa kecilnya itu, yang tidak pernah berubah bahkan sampai mereka dewasa tanpa menjawab perkataan Diandra dengan cepat Ifan mendorong tubuh Diandra menuju ke arah mobilnya.
"fan, aku bisa berangkat sendiri" tolak Diandra kembali saat tubuhnya di dorong oleh Ifan.
"gak ada penolakan, sekarang kamu masuk dan duduk yang manis" titah Ifan sambil membukakan pintu mobil untuk Diandra.
__ADS_1
Diandra hanya menurut dengan cepat dia masuk kedalam mobil Ifan dengan cepat Ifan memutari mobilnya dan masuk kedalam mendudukan dirinya di kursi kemudi dan segera melajukan mobilnya keluar area apartemen.
"apa nanti malam kamu ada waktu" tanya Ifan sambil sekilas melirik ke arah Diandra yang duduk di kursi samping.
"memangnya kenapa?" jawab Diandra sambil melihat ke arah Ifan yang kembali fokus menatap jalan.
"aku mau ajak kamu keluar" ucap Ifan.
"boleh, nanti kita ketemu di loby" jawab Diandra tentunya Diandra menyetujui ajakan Ifan untuk membalas Kevin karena kemarin malam meninggalkannya.
Ifan segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban.
Ifan segera menepikan mobilnya di depan gerbang kampus, Diandra segera turun setelah berterimakasih kepada Ifan karena telah mengantarkannya setelah melihat Diandra masuk kedalam kampus Ifan segera melanjutkan mobilnya menjauh dari sana.
dari kejauhan Riko yang melihatnya merasakan sedikit kesal karena kini Diandra malahan semakin dekat dengan sepupunya tentu saja Riko tidak mau jika nanti Ifan akan terluka jika tau tentang semuanya.
"Riko" Diandra yang melihat Riko segera memanggilnya seraya melambaikan tangan.
Riko yang melihatnya hanya membalas dengan senyuman, walau Riko kesal dengan apa yang dilakukan Diandra tetapi Riko tidak bisa marah kepadanya karena Diandra adalah teman pertamanya saat pertama kali masuk ke kampus.
"Lo aja, gue males" tolak Riko.
"ayo temenin gue" rengek Diandra sambil menarik lengan kemeja yang dipakai Riko.
" iya...iya" jawab Riko sambil beranjak dari duduknya saat mendengar rengekan dari Diandra.
Diandra tersenyum saat Riko mau menemaninya ke kantin, karena dia belum sempat sarapan mengingat dirinya kesal dengan Kevin hingga memutuskan berangkat sebelum Kevin terbangun.
****
Kevin yang baru terbangun tangannya segera menyentuh samping tempat tidur dia segera membuka matanya saat menyadari Diandra sudah tidak ada di sampingnya Kevin segera bangun dan menyadarkan dirinya di tempat tidur.
"sayang" panggil Kevin.
__ADS_1
cukup lama namun Kevin tidak mendapatkan jawaban tanpa menunggu lama Kevin turun dari tempat tidur dan segera mencari Diandra setelah mencari di seluruh apartemen Kevin tidak menemukan Diandra.
"pasti dia masih marah" gumam Kevin yang sadar jika Diandra sudah berangkat terlebih dahulu.
Kevin yang sudah rapih segera melangkah menuju ke arah meja dia segera meraih ponsel dan kunci mobil dan buru-buru keluar kamar apartemen.
sesampainya di kampus Kevin segera mencari sosok Diandra hingga pandangan matanya tertuju ke salah satu sudut kampus dimana Diandra sedang becanda dengan Riko bahkan sesekali keduanya tertawa melihat itu tentu kemarahan Kevin muncul bagai mana tidak Diandra berani tertawa di saat mereka sedang mempunyai masalah.
"pawang Lo datang" ucap Riko yang melihat dari jauh Kevin berjalan ke arah mereka.
Diandra segera mengikuti pandangan mata Riko seketika senyuman di wajahnya memudar saat Kevin semakin mendekat, Kevin berusaha menahan amarahnya karena tidak ingin membuat keributan di sana.
"ikut aku" ucap Kevin setelah berdiri diantara Riko dan Diandra.
"gak" tolak Diandra dengan wajah kesal yang di tunjukan kepada Kevin.
tentu aja melihat itu Kevin tidak bisa menahan amarahnya lagi dengan sedikit kasar Kevin segera menarik tangan Diandra hingga membuat Diandra meringis kesakitan, Riko yang melihat Diandra di perlakukan seperti itu tepat di hadapannya segera menarik tangan Diandra dari Kevin.
"kalau sama cewek jangan kasar" ucap Riko sambil menatap tajam ke arah Kevin.
"gak usah ikut campur ini urusan gue dan cewek gue" jawab Kevin yang tidak terima ketika tangan Diandra ditarik darinya.
"gue akan ikut campur, karena dia sahabat gue" sahut Riko yang sama sekali tidak takut dengan Kevin yang menatapnya tajam.
"Riko udah, gue gak apa- apa" Diandra segera menengahi keduanya karena dia tidak ingin jika keduanya sampai ribut.
"tapi DI -
"gue gak apa- apa, Lo duluan nanti gue nyusul" potong Diandra .
Riko hanya menghela napas kalau saja Diandra tidak ada di sana sudah pasti dia akan memberi pelajaran kepada pria dihadapannya sedangkan Kevin masih menatap penuh ke amarah ke arah Riko, Diandra yang menyadari itu segera mengajak Kevin pergi menjauh dari Riko.
"kamu itu kenapa sih" ucap Diandra saat mereka sudah berada di ujung koridor kampus.
__ADS_1
"aku yang harusnya tanya sama kamu? maksud kamu apa tertawa dan bercanda seperti itu dengan dia" jawab Kevin yang merasakan cemburu saat melihatnya.
Diandra menganga tidak percaya jika sekarang hal seperti itu saja Kevin permasalahkan padahal dia hanya sekedar bercanda dan mengobrol dengan Riko di sisi lain entah mengapa Kevin semakin posesif kepada Diandra bahkan dia tidak suka jika ada laki- laki yang membuat Diandra tersenyum dan tertawa karena bagi Kevin hanya boleh dia yang menjadi alasan Diandra tersenyum dan tertawa bukan orang lain.