Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 33


__ADS_3

entah mengapa kejadian yang Riko liat selalu mengganggu pikirannya , dia masih belum mempercayai itu karena tidak mungkin Diandra bisa melakukan hal jauh itu hingga membuat Riko melamun.


" pagi- pagi udah melamun aja ," ucap Andi yang menghampiri Riko .


" aduh ka , Lo bikin kaget aja gimana kalau jantung gue copot ," celoteh Riko yang kaget karena kedatangan Andi yang tiba- tiba .


" lagian siapa suruh Lo melamun ," jawab Andi yang memerhatikan Riko melamun .


" gue bukan melamun tapi sedang memikirkan sesuatu ," sahut Riko .


" apa bedanya sama aja kan ," jawab Andi .


" beda lah ka ," ucap Riko sambil melirik ke arah Andi .


" tau apa anak kecil kaya Lo tentang perbedaan ," ejek Andi saat mendengar perkataan Riko .


" enak aja ngatain anak kecil , gue udah dewasa kali ," ucap Riko yang tidak menerima dirinya di sebut anak kecil oleh Andi .


" iya - iya terserah Lo aja ," jawab andi yang malas jika harus berdebat dengan Riko .


Riko sejenak melirik ke arah Andi , apa harus dia mengatakan apa yang mengganggu pikirannya sekarang .


" ka ," panggil Riko .


" ada apa ? " jawab Andi tanpa menoleh ke arah Riko .


" gue mau ngomong sesuatu ," ucap Riko .


" ya udah ngomong aja ," jawab Andi , yang masih sibuk memainkan ponselnya .


" apa ka Andi tau seperti apa hubungan Diandra dan Kevin ? " Riko memberanikan diri bertanya kepada Andi sebelum mengatakan apa yang sempat dia liat antara keduanya.


Andi segera masukan ponselnya ke dalam kantong celana saat mendapatkan pertanyaan mengenai Diandra dan juga Kevin tentunya dia saja tidak tau karena Kevin maupun Diandra menjadi tertutup setelah mereka pacaran .


"kenapa Lo bertanya soal itu," sahut Andi sambil mengubah posisinya menghadap ke arah Riko .


"sebenarnya gue sempat melihat sesuatu, tapi gue gak yakin itu Diandra" ucap Riko.

__ADS_1


"Lo ngomong apa? gue gak ngerti ," sahut Andi .


Riko segera membenarkan posisinya sambil menghela napas, dengan sangat hati- hati Riko menjelaskan semua yang sempat dia liat kepada Andi. Andi yang mendengarkan semua cerita dari Riko begitu emosi dan tidak percaya dengan yang barusan dia dengan dari Riko.


" Lo hati- hati kalau ngomong" Andi mengatakannya penuh dengan kemarahan, bagaimana tidak jika apa yang dia dengan tentang hal yang memalukan mengenai Diandra gadis yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


Riko sudah menduga bahwa Andi akan bereaksi seperti itu tetapi dia hanya mengatakan apa yang dia liat walaupun dia belum yakin bahwa yang dilihatnya itu adalah Diandra dan Kevin.


"gue hanya menceritakan apa yang gue liat ka, walaupun gue belum yakin" jawab Riko .


"Lo pikir Diandra cewek seperti itu?" Andi semakin tersulut emosi mendengar jawaban dari Riko.


"gue gak peduli Lo mau marah atau gak, tapi gue memberi tahu Lo karena gue peduli sama Diandra ka" ucap Riko. terpenting bagi Riko sekarang adalah mencari tau tentang kebenaran itu tidak peduli jika lelaki di hadapannya akan marah kepadanya .


Andi sudah di selimuti kemarahan akibat cerita dari Riko segera beranjak tanpa berkata apapun, melihat kepergian Andi, Riko hanya terdiam karena dia bisa mengerti dengan kemarahan dari Andi mengingat Diandra sudah Andi anggap sebagai adiknya sendiri.


****


Kevin yang sudah siap untuk berangkat ke kampus tapi entah mengapa Diandra belum juga keluar kamar. dia segera melangkah ke kamar untuk memanggil diandra saat bersamaan Diandra membuka pintu kamar.


" maaf tadi kepala aku sedikit pusing" jawab Diandra.


" apa perlu kita ke dokter," ucap Kevin yang langsung khawatir mendengarkan penuturan kekasihnya itu.


" gak usah, udah baikan ko" tolak Diandra yang merasa sudah baikan sekarang.


" ya udah kalau gitu, ayo kita berangkat" ajak Kevin .


Diandra segera mengagukan kepalanya, keduanya segera keluar apartemen sesekali Kevin yang berjalan di samping Diandra memerhatikan wajah Diandra yang sedikit pucat yang semakin membuat Kevin khawatir.


" sayang, kita ke dokter saja" ucap Kevin . setelah mereka sampai di parkiran apartemen.


"aku bilang gak usah, lagian aku baik- baik saja" tolak Diandra lagi.


Kevin yang mendapat penolakan untuk kedua kalinya hanya mengenal napas karena memang sangat sulit membujuk Diandra yang sedikit keras kepala, tanpa bertanya lagi Diandra segera mengajak Kevin berangkat .


sesampainya di kampus Kevin tidak mengantar Diandra seperti biasanya karena dia harus segera masuk kelas, keduanya segera berjalan masuk ke dalam kampus dan berjalan berlainan arah mengingat Kevin berbeda fakultas dengan Diandra .

__ADS_1


Diandra yang merasakan kepalanya masih sedikit pusing akhirnya memutuskan untuk sejenak duduk di taman belakang kampus, mengingat jam kuliah siang ini masih kosong.


"kakak, tidak masuk kelas?" Diandra sedikit terkejut melihat Andi berada disana.


"kakak bolos" jawab singkat Andi sambil sekilas melirik ke arah Diandra yang berjalan ke arahnya.


Diandra yang berjalan ke arah Andi sedikit merasa aneh karena tidak biasanya Andi bolos, apalagi Diandra sangat mengenal betul Andi orang yang paling mementingkan pendidikannya sedangkan Andi yang kembali memandangi langit siang itu kembali teringat cerita Riko kepadanya tentang Diandra dan Kevin.


"kamu sakit?" tanya Andi saat Diandra duduk di sampingnya.


" gak ka" jawab Diandra .


"tapi wajah kamu pucat seperti itu," sahut Andi sambil membalikan badannya menghadap ke arah Diandra.


"mungkin hanya kurang tidur saja ka" jawab Diandra.


Andi sejenak memerhatikan Diandra hingga Andi sedikit heran karena sekarang tubuh Diandra sedikit berisi, sedangkan Diandra yang masih merasakan pusing tidak menyadari bahwa lelaki di sampingnya memerhatikan dirinya.


" Di, apa kakak boleh bertanya?" Andi memberanikan diri bertanya tentang kemungkinan yang di liat Riko itu benar, mengingat semenjak Diandra Pindah dari tempatnya Andi sama sekali tidak tau Diandra tinggal di mana.


"kakak mau tanya apa" jawab Diandra.


"apa selama ini kamu dan Kevin tinggal bersama" ucap Andi sambil terus memerhatikan Diandra.


deg


Diandra begitu terkejut dengan pertanyaan Andi kepadanya apalagi Andi langsung bertanya tentang hal yang selama ini Diandra sembunyikan darinya, Andi yang melihat raut wajah Diandra gugup jadi yakin bahwa yang dikatakan Riko tadi pagi memang benar adanya.


"kakak, jangan becanda " sahut Diandra berusaha bersikap tenang menanggapi pertanyaan Andi.


"kakak lagi gak bercanda, kakak serius" jawab Andi tentunya hanya ingin memastikan apa yang di katanya Riko itu benar atau cuma sekedar salah liat saja.


"iya gak mungkin lah ka, aku tinggal sama Kevin" elak Diandra sambil tersenyum.


"syukurlah Kakak sekarang tenang" jawab Andi. sekarang dia bisa bernapas lega karena ternyata Diandra tidak seperti yang di katakan Riko padanya.


Diandra sejenak melirik ke arah Andi sambil menghela napas tentunya Diandra sangat takut jika akan ketahuan namun yang membuat Diandra bingung kenapa Andi tiba-tiba bertanya soal itu kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2