
Kevin yang masih kesal melampiaskan kemarahannya kepada setiap orang yang tidak sengaja membuat kesalahan Andi yang memerhatikan tingkah Kevin hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap tidak percaya Kevin masih bersikap seperti itu jika sedang marah .
" Vin , Lo lagi datang bulan iya ? " ejek Andi sambil menatap dengan tatapan serius .
" sial , gue cowok normal ," Kevin segera melempar tisu di depannya ke arah Andi yang mengejeknya .
" lagian Lo marah - marah Mulu ," ucap Andi sambil menangkis tisu yang dilempar kevin yang hampir mengenai wajahnya .
" gue lagi kesel , sama mahasiswa junior itu ," celetuk Kevin dengan memasang wajah kesalnya .
" mahasiswa junior yang mana ? " Andi bingung karena setiap kesal Kevin selalu berkata hal yang sama .
" siapa lagi itu yang temenan sama Diandra ," ucap Kevin yang kembali teringan bagaimana Diandra melingkarkan tangannya di lengan Riko yang membuatnya terbakar cemburu .
" oh Riko , memang kenapa dengan Riko ?" tanya Andi yang sebenarnya tau apa yang terjadi sekarang .tetapi di lain sisi dia senang dengan kedekatan Riko dan Diandra setidaknya itu akan baik .
" terserah lah siapa namanya gue gak peduli ," sahut Kevin karena kecemburuannya itu baginya Riko hanya mahasiswa junior yang menyebalkan dan pengganggu .
tentunya Andi yang tau betul jika Kevin sedang cemburu melihat kedekatan Diandra dan Riko membuatnya semakin takut jika sahabatnya itu bisa berbuat di luar akal sehatnya akibat kecemburuannya , sedangkan Kevin yang memikirkan bagaimana caranya untuk mengambil perhatian Diandra agar bisa dekat dengannya .
#
Diandra yang hari ini diantara pulang oleh Riko merasa tidak enak karena harus merepotkan apalagi mengingat jika mereka berbeda arah namun Riko bersikeras ingin mengantarkannya akhirnya Diandra menyetujuinya .
" aku pulang dulu ," pamit Riko yang sudah mengantar Diandra di depan kosannya .
" iya terimakasih , maaf aku gak bisa mengajak kamu masuk ," ucap Diandra karena merasa tidak enak jika mengajak Riko untuk mampir .
" gak apa- apa santai saja ," sahut Riko yang mengerti posisi Diandra apalagi dia tau bahwa kosan yang ditempati Diandra adalah kosan milik Andi jadi dia tidak masalah jika Diandra tidak mengajaknya masuk.
Riko segera melangkah kembali menuju motor kesayangannya dan segera melajukan motornya menjauh dari Diandra yang masih berdiri sedangkan Diandra yang sudah melihat motor yang dinaiki Riko menjauh segera melangkah masuk kedalam kosan.
__ADS_1
namun seketika tangannya ditarik oleh seseorang hingga membuat Diandra kaget dan hampir berteriak namun seketika dia menatap tidak percaya jika yang melakukannya Kevin , tentu saja membuat Diandra marah dan segera menarik tangan Kevin dari lengannya sambil menatap tajam ke arah Kevin .
"kamu , bisa gak sopan ," ucap Diandra dengan nada marah .
" maaf kalau aku kurang sopan ," ucap Kevin yang merasa tidak enak .
" mau ngapain kamu , udah aku bilang jangan pernah datang lagi kesini ," ucap Diandra dengan sedikit menjauh dari Kevin .
" aku cuma mau ganti ini ,sorry kalau aku tadi keterlaluan ," sahut Kevin sambil menyodorkan coklat ke arah Diandra .
" gak perlu , aku gak butuh ," tolak Diandra sambil mendorong coklat yang disodorkan Kevin. tentunya Diandra masih semakin membenci Kevin apalagi semenjak kejadian tadi pagi semakin membuat Diandra memberinya .
" aku cuma becanda , jadi aku harap terima ini sebagai permintaan maaf aku ," Kevin masih memohon agar Diandra mau memaafkan dirinya tentunya dia tidak mau jika gadis dihadapannya semakin menjauhinya .
" aku bilang ,aku gak perlu dan jangan pernah deketin aku lagi ," Diandra segera membalikan badannya dan melangkah masuk tanpa menunggu jawaban dari Kevin.
Kevin yang masih berdiri didepan gerbang merasa kesal dengan sikap Diandra namun dia segera sadar agar lebih sabar lagi supaya bisa menghadapi gadis seperti Diandra , sedangkan Diandra yang masih jengkel segera membuka pintu kamar kosannya dan segera melangkah masuk dia masih tidak habis pikir Kevin masih berani datang kesini padahal dia sudah sering mengusirnya .
#
di negara lain seorang pria sedang duduk sambil memandangi foto dirinya bersama Diandra , Ifan yang semenjak perpisahannya dengan Diandra belum pernah lagi mendapatkan kabar dari gadis yang telah lama mengisi hatinya itu membuat Ifan bermuram durja apalagi dia akan lama sekali berada di negara itu.
" bagaimana kabar kamu , apa kamu masih ingat padaku ," Ifan berbicara pada foto yang digenggamnya .
saat sedang asyik dengan lamunannya tiba- tiba ponselnya berdering seketika membuyarkan lamunannya dengan cepat Ifan meraih ponsel di hadapannya dan seketika kaget melihat nama maminya di layar ponsel.
" assalamualaikum mi ," sapa Ifan saat sambungan telepon terhubung .
" wassalamu'alaikum ," sahut mami wike. " bagaimana kabar kamu fan ?" sambung mami Wike karena semenjak Ifan pergi jarang sekali anaknya menghubunginya .
" aku baik- baik saja , kabar mami dan papi gimana? " balas Ifan .
__ADS_1
" mami dan papi baik , oh iya liburan nanti kamu pulang kan fan , inget sepupu kamu menikah ," ucap mami Wike mengingatkan Ifan kembali .
" iya mi , tapi aku gak bisa janji soalnya jadwal kuliah aku padat ," sahut Ifan . tentunya itu alasnya karena sebenarnya dirinya ingin pulang tetapi percuma karena tidak bisa bertemu dengan Diandra .
" mami gak mau tau , kamu harus pulang ," tegas mami Wike dengan nada yang sedikit berbeda .
" baiklah Ifan akan pulang , memang acaranya dimana mi ," tanya Ifan yang akhirnya menyetujui permintaan maminya .
" di Jakarta , nanti kamu langsung ke Jakarta saja kalau sudah sampai bandara nanti sepupu kamu jemput ," sahut mami Wike .
" beneran mi , " jawab Ifan yang antusias mendengarnya .
" iya bener masa mami bohong ," ucap mami Wike .
" Ifan pasti pulang mi , salam buat papi kalau gitu Ifan tutup dulu mi , assalamualaikum ," Ifan yang bahagian langsung memutuskan sambungan teleponnya sepihak setelah mendengar dimana acara itu dilaksanakan .
di rumah mami Wike yang sedikit kesal dengan sikap tidak sopan Ifan hanya menghela napas , tentunya mami Wike sadar apa yang membuat anaknya itu terdengar bahagia apalagi kalau bukan Diandra di lain sisi mami Wike merasa senang karena harapannya bisa menjadikan Diandra menantunya bisa terwujud .
" mami kenapa ketawa sendiri ," tanya papi Edwin yang melihat istrinya tertawa sendiri .
" biasa pi ,anak kita ," sahut mami Wike sambil melihat ke arah Edwin yang berjalan ke arahnya .
" memang kenapa dengan Ifan ? " papi Edwin merasa heran saat mendengar nama Ifan .
" sini mami ceritain ," dengan cepat mami Wike menarik lengan suaminya ke arah sofa papi Edwin hanya mengikuti tanpa bertanya keduanya segera mendudukan dirinya di sofa .
" sekarang ceritain apa yang membuat mami bahagia ," tanya papi Edwin sambil melihat ke arah mami Wike .
" tadi mami telepon Ifan , mengingatkan liburan semester untuk pulang agar menghadiri pernikahan sepupunya awalnya Ifan menolak setelah mami bilang acaranya di jakarta dia langsung setuju ," mami Wike menjelaskan mengapa dia tertawa .
" anak itu gak berubah ," celetuk papi Edwin sambil tersenyum karena dia juga tau mengapa alasan Ifan menyetujuinya dirinya pun berharap yang sama jika suatu saat nanti yang akan menjadi menantunya kelak adalah Diandra .
__ADS_1