Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 87


__ADS_3

Niko yang tidak melihat anaknya pulang merasa cemas karena tidak biasanya Riko seperti ini membuatnya memikirkan hal yang tidak-tidak, dari kejauhan Sekar yang melihat suaminya duduk termenung di ruang keluarga segera menghampiri


"papa sedang memikirkan apa?" tanya sekar sesampainya di sana


Niko segera menoleh ke arah istrinya, "ma, Riko kemana sih! dari kemarin tidak pulang bahkan tidak ada kabar sama sekali"


"jadi sejak tadi papa memikirkan hal itu?" tanya sekar sambil mendudukan dirinya di samping Niko seraya tersenyum


Niko lantas mengagukan kepalanya karena memang dirinya begitu mengkhawatirkan Riko walau pun anaknya sudah dewasa tetapi semenjak kejadian yang menimpa Ifan membuat dirinya merasakan takut


sedangkan Sekar tidak berhenti tersenyum karena dia tau mengapa anaknya tidak pulang karena sebelumnya Riko Sudah memberi tahunya prihal niatnya untuk menginap di tempat Andi jadi oleh sebab itu dirinya tidak merasakan khawatir sama sekali


Niko yang melihat Sekar terus tersenyum merasa heran karena dia tidak melihat sama sekali raut wajah cemas istrinya karena anak mereka tidak pulang semalam."mama memang tidak khawatir kepada Riko?" tanya Niko dengan tatapan penuh tanya


"ya ampun papa, Riko itu sudah besar bukan anak kecil lagi jadi kenapa mama harus khawatir" jawab Sekar yang merasa jika ke khawatiran suaminya itu terlalu berlebihan


"mama itu aneh, tetap saja aku khawatir apalagi dia tidak biasanya seperti itu mungkin kalau dulu karena ada Ifan jadi bisa menginap di sana sedangkan sekarang itu sudah tidak mungkin, jujur saja ma, papa sangat takut jika apa yang menimpa Ifan nanti juga akan terjadi kepada anak kita jika kita terlalu membebaskannya" jelas Niko yang mengatakan semua rasa takut dalam dirinya


Sekar yang mendengarkan hal itu segera membalik badannya menghadap ke arah suaminya yang begitu sangat cemas. "papa, mama mengerti ke khawatiran papa tetapi mama yakin anak kita tidak akan melakukan hal itu apalagi mama tahu betul bagaimana Riko dan iya kenapa mama tidak khawatir karena Riko tidak pulang karena sebelumnya Riko sudah memberi tahu mama akan menginap di tempat seniornya di kampus" jelas Sekar seraya mematahkan semua yang ada dalam pikiran suaminya


"apa mama serius? tapi bagaimana mama bisa percaya bisa saja anak itu berbohong" ucap Niko yang masih saja merasa takut


"papa itu aneh banget sih! justru kalau papa seperti ini mama yakin nanti yang ada Riko tidak akan betah lagi di rumah"

__ADS_1


"bukannya papa aneh ma, wajar saja setiap orang tua takut jika anaknya salah jalan dan itu yang papa khawatirnya apalagi usia Riko yang masih terbilang sangat muda papa hanya takut dia terbawa pergaulan dan nantinya akan menghancurkan hidupnya tentu saja papa tidak mau hal itu terjadi" Niko tidak bisa membohongi perasaanya yang merasa ketakutan jika anaknya salah jalan


"sudah papa gak usah terlalu berpikir sejauh itu karena mama yakin kalau Riko tidak akan mengecewakan kita dan lebih baik sekarang kita minum teh saja" ucap Sekar yang langsung beranjak dari duduknya


Niko hanya mengagukan kepalanya tentunya dia merasa sedikit lega karena Sudah membicarakan apa yang mengganjal dalam hatinya tetapi dia juga merasa bingung dengan apa yang menimpa keponakannya karena sejujurnya sampai detik ini dia masih belum percaya tentang Ifan yang berbuat seperti itu.


**


Bu Rahma yang sedang membersihkan halaman di buat kaget dengan ke datangan anak dan juga menantunya karena sebelumnya keduanya berpamitan untuk menginap beberapa hari di rumah besannya itu namun sekarang mereka sudah kembali


"asalamualaikum Bu" sapa keduanya sambil mencium puncak tangan Rahma


"waalaikum salam" jawab Rahma dengan tersenyum. "kenapa kalian sudah kesini? bukannya kalian akan menginap beberapa hari di sana" sambung Rahma


"tadinya Memang seperti itu Bu, tetapi aku harus kembali berkuliah jadi kamu harus segera pulang" jelas Ifan


"besok pagi Bu, aku kesini dan juga Ifan ingin berpamitan kepada ibu" jawab Diandra


"ya sudah ayo masuk" Rahma segera mengajak keduanya untuk masuk


setelah sampai di dalam rumah dengan cekatan Bu Rahma segera menyiapkan minum dan cemilan yang seadanya untuk keduanya


"ibu tidak usah repot-repot" ucap Ifan yang melihat ibu mertuanya membawa nampan berisi makanan serta minuman

__ADS_1


"ibu merasa tidak repot nak" jawab Rahma yang langsung menaruh semuanya di atas meja


Diandra yang sejak tadi memperhatikan keduanya tentunya merasa bahagia namun jauh di dalam lubuk hatinya tetap saja ada perasaan bersalah terhadap ibunya karena dia telah berbohong namun dirinya tidak punya pilihan lain karena dia tidak mungkin untuk saat ini mengatakan yang sebenarnya


"apa kamu juga akan ikut?" tanya Rahma sambil melihat ke arah putrinya


"iya Bu, karena aku berniat untuk kembali berkuliah" sahut Diandra


Rahma tercengang mendengar nya bagaimana mungkin anaknya bisa kembali berkuliah sedangkan keadaannya sekarang sedang berbadan dua. "bagaimana kamu akan melanjutkan kuliah kamu? sedangkan sekarang kamu sedang mengandung,"


"ibu tidak perlu khawatir karena Diandra nanti akan kuliah secara online jadi dia tidak perlu capek-capek pergi ke kampus" Ifan segera menjelaskan semuanya saat melihat raut wajah mertuanya yang begitu cemas


"maksudnya nak Ifan apa? ibu sama sekali tidak mengerti, bagaimana Diandra kuliah kalau seperti itu!" ucap Rahma yang bingung karena dirinya tidak mengerti dengan perkataan menantunya


Ifan tentu saja memaklumi apa yang ditanyakan ibu mertuanya karena dirinya paham kalau ibu mertuanya tidak mengerti dengan hal itu dan dengan telaten Ifan mulai menjelaskan semuanya kepada Rahma cukup lama hingga akhirnya sedikitnya Rahma mengerti


"tapi bagaimana dengan biayanya? pasti itu sangat mahal" Rahma segera menghela napas karena memikirkan untuk biaya kuliah seperti itu


''ibu tidak perlu cemas karena semuanya aku sudah mengaturnya, apa ibu lupa sekarang aku suami dari anak itu jadi apa yang menyangkut dengan Diandra pasti aku akan mengurusnya" jelas Ifan sambil memegang tangan milik Diandra yang seketika mampu membuat jantung Diandra berdetak tidak karuan


Rahma seketika merasa lega karena memiliki menantu seperti Ifan jadi dirinya tidak perlu mengkhawatirkan tentang diandra lagi tapi tetap saja sebagai ibu dirinya merasa khawatir


"ibu tidak perlu mengkhawatirkan Diandra karena aku akan menjaganya dengan baik" ucap Ifan dengan penuh ketulusan

__ADS_1


"terimakasih, ibu tidak tahu harus berkata apa lagi" sahut Rahma dengan suara yang mulai bergetar dan Mata mulai berkaca-kaca


"ibu jangan bicara seperti itu, harusnya aku yang berterima kasih karena ibu telah melahirkan wanita yang begitu sangat aku cintai" jawab Ifan yang langsung memegang kedua tangan ibu mertuanya sebagai tanda terima kasih karena telah menghadirkan Diandra dalam hidupnya


__ADS_2