
"tapi gue punya alasan mengapa saat itu gue tidak membela Diandra harusnya Lo paham keadaan gue"
Andi tersenyum getir saat mendengarnya tentunya dia tidak menyangka Kevin meminta dirinya mengerti di saat melihat apa yang telah terjadi kepada Diandra tepat di depan matanya
"apa gue tidak salah dengar! harusnya Lo yang paham keadaan saat itu bukannya Lari seperti pengecut tapi sudah semua sudah terjadi dan gue harap Lo jangan pernah menunjukan wajah Lo lagi didepan gue" Andi mengatakannya sambil membalik badannya.
"tapi ndi"
Andi langsung menaikan tangannya ke atas sambil membelakangi Kevin sebagai tanda dia sudah tidak mau mendengar apapun lagi keluar dari mulut Kevin
melihat itu Kevin hanya mengelus dada dia tidak pernah berpikir bahwa keputusannya telah merusak dua hubungan sekaligus namun dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
Andi langsung masuk kembali kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Kevin yang masih berdiri di tempatnya sedangkan Kevin yang melihat kepergian sahabatnya hanya bisa menghela napas karena dia berpikir awalnya Andi bisa mengerti namun dirinya salah.
dengan rasa kecewa Kevin segera melangkah pergi meninggalkan kampus namun dia berjanji jika suatu saat dia akan membuktikan bahwa apa yang dia lakukan saat ini semata-mata demi Diandra.
Andi yang melajukan mobilnya tampak semakin cemas apalagi dia teringat bagaimana Kevin ingin mengetahui dimana Diandra tentunya itu akan membuat masalah baru tanpa pikir panjang dia memutar mobilnya sekarang tujuannya adalah pulang kampung untuk bisa berbicara langsung dengan Ifan tentang masalah ini.
Diandra yang sudah berada di dalam kamar bersama Ifan tampak merasa bingung apalagi kini Mereka berada di rumah keluarga Ifan tentunya dia merasa canggung apalagi harus satu kamar lagi dengan Ifan.
"kamu kenapa berdiri saja, ayo sini" Ifan segera menepuk sofa di sampingnya yang masih kosong
Diandra langsung menoleh ke arah Ifan saat Ifan mengatakan hal itu dia pun segera berjalan ke arah Ifan yang sudah duduk di sofa dengan hati yang tidak karuan dirinya pun bingung dengan apa yang dia rasakan saat ini
__ADS_1
Ifan yang tahu bahwa diandra tidak nyaman berusaha memposisikan dirinya sebagai seorang sahabat seperti dulu bukan sebagai suami karena Ifan sadar siapa dirinya bagi Diandra.
"kamu jangan canggung begitu, anggap saja ini sebagai kamar kamu sendiri dan iya nanti kamu tidur di sana dan aku akan tidur disini" ucap Ifan sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang berukuran besar itu.
"tapi itu tempat tidur kamu, aku tidak mungkin tidur disana nanti biar aku tidur di sopa kamu saja yang tidur di sana aku tidak apa-apa"
"kamu itu ngomong apa? apa kamu lupa kalau sekarang kamu sedang mengandung mana mungkin aku membiarkan kamu tidur di sopa"
"tapi aku tidak apa-apa fan, lagian aku bisa tidur di mana saja"
Ifan sungguh tidak habis pikir mengapa gladys masih bisa berpikir seperti itu dalam keadaan hamil seperti ini bagaimana mungkin dia tega membiarkan Diandra tidur di sofa sedangkan dirinya tidur di tempat tidur.
Diandra merasa tidak ingin semakin berhutang Budi kepada Ifan tentu saja menoleh permintaan Ifan karena dia tidak enak jika Ifan harus tidur di sopa sedangkan dirinya di tempat tidur tentu saja Diandra tahu bahwa Ifan tidak akan bisa.
"hah tidur bersama" sontak Diandra kaget saat secara lantang Ifan mengatakan itu.
Ifan yang mendengar itu tentu saja tahu apa yang di pikirkan diandra saat dirinya mengatakan itu tentunya dia tidak akan memanfaatkan kesempatan saat seperti ini sedangkan Diandra tampak salah tingkah saat mengingat kembali Ifan mengatakan hal itu walau tidak ada salahnya jika mereka tidur bersama tetapi dia belum siap dengan status baru di antara mereka.
"kamu jangan berpikir macam-macam, kita akan tidur di sana tapi nanti akan ada pembatas di antara kita agar kamu lebih nyaman karena aku sudah sering katakan aku tidak akan melewati batasan aku"
Diandra langsung menoleh ke arah Ifan yang mengatakan hal itu lagi entah mengapa hatinya terasa sesak setiap kali Ifan mengatakan hal itu ada rasa tidak suka namun dia tidak bisa mengungkapkannya
Ifan yang merasakan badannya terasa lelah langsung beranjak dari duduknya namun saat berdiri tiba-tiba tangannya di Pengan oleh Diandra sontak hal itu membuat Ifan kaget dan segera menoleh ke arah diandra yang duduk sambil melihat ke arahnya.
__ADS_1
"kenapa?"
"Fan, maafkan aku seharusnya aku tidak merasa canggung dengan keadaan sekarang tapi jujur aku masih bingung mengapa aku tidak suka saat kamu mengatakan hal seperti tadi" ucap Diandra yang masih menatap wajah Ifan dengan lekat
Ifan merasa bingung mendengarnya karena dia merasa tidak ada yang salah apa yang dia katakan beberapa saat lalu semua yang dia katakan murni kesadaran dirinya dan posisinya di kehidupan Diandra.
"kita sudah sering membahasnya bukan? aku tidak akan merubah apapun antara kita dan tentang pernikahan ini aku tidak akan meminta lebih dari diri kamu karena aku tahu kamu tidak akan bisa menerima orang lain" sahut Ifan seraya melepaskan tangan diandra dari tangannya.
lagi-lagi Diandra merasakan hatinya begitu sakit kali ini bahkan lebih sakit dari sebelumnya, Ifan segera kembali membalik badannya namun dengan cepat Diandra berdiri dan segara memeluk tubuh Ifan dari belakang membuat jantung Ifan berdetak lebih cepat saat Diandra kali ini memeluk dirinya.
"Diandra apa yang kamu lakukan?" tanya Ifan yang berusaha menetralkan jantungnya.
"biarkan seperti ini sebentar saja" jawab Diandra yang merasakan nyaman saat dirinya memeluk tubuh Ifan
Ifan terus berusaha menetralkan jantungnya karena apa yang di lakukan diandra tentu membuat jantungnya berdetak lebih cepat namun dia membiarkan Diandra memeluk tubuhnya karena dia berpikir mungkin itu karena bawaan orang hamil.
Diandra semakin memegang erat tubuh Ifan cukup lama hingga dirinya mulai sadar bahwa mulai jatuh cinta kepada Ifan yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.
"kalau kamu terus memeluk aku bagaimana aku bisa bernapas" celetuk Ifan yang semakin lama Diandra memeluknya dengan erat.
"maafin aku" Diandra segera melepaskan pelukannya setelah mendengar celetukan yang Ifan lontarkan.
Ifan segera menarik nafas saat Diandra melepaskan pelukannya dan dia segera membalikan badannya menghadap ke arah Diandra yang sekarang sudah menekuk wajahnya sambil mengerucutkan bibirnya hal itu membuat Ifan semakin bingung dengan tingkah diandra.
__ADS_1
"kamu kenapa? apa perkataan aku tadi menyinggung perasaan kamu?" tanya Ifan yang semakin Bingung dengan tingkah Diandra yang berubah- rubah membuatnya bingung