
Diandra melangkah ke luar kamar sambil membawa tas , seketika dia menghentikan langkahnya sambil membalikan badannya menatap kamar yang sejak kecil dia tempati namun sekarang dia harus meninggalkan kamar itu , tidak mau berlama-lama Diandra segera membalik badan dan berjalan ke arah ruang tamu dimana ibunya sudah menunggunya .
" ayo ," ajak Bu Rahma saat melihat Diandra yang berjalan ke arahnya .
" Bu , kalau ada apa- apa , cepet hubungin Diandra ," ucap Diandra . jujur dirinya tidak tega meninggalkan ibunya tetapi ibunya bersikeras agar dirinya tetep melanjutkan pendidikannya.
" iya nak , kamu jangan khawatir pasti ibu , yang penting kamu disana jaga diri baik- baik dan inget jangan sampai telat makan dan jaga kesehatan kamu ," nasehat bu rahma .
Diandra segera mengagukan kepalanya , seketika Diandra masuk kedalam pelukan ibunya Diandra sudah tidak bisa lagi membendung kesedihannya , Bu Rahma juga merasakan yang sama namun dia berusaha kuat agar tidak membuat Diandra semakin bersedih .cukup lama Diandra memeluk tubuh ibunya dengan cepat BU Rahma melepaskan tubuh Diandra dari pelukannya dan menghapus air mata Diandra dengan kedua ibu jarinya.
" putri ibu jangan menangis , nanti cantiknya ilang ," goda Bu Rahma .
" ibu , aku sedih juga ," ucap kesal Diandra saat mendengar ucapan ibunya .
Bu Rahma mencoba tersenyum , dan segera mengajak Diandra berangkat karena jarak berangkat karena jarak rumah dan terminal cukup jauh jadi mereka harus berangkat lebih awal , karena takut ketinggalan bis yang menuju Jakarta. ketika keduanya sampai di depan rumah dikagetkan dengan kehadiran Ifan di depan halaman rumah.
" nak , itu bukannya nak iFan ," ucap Bu Rahma sambil melihat ke arah Ifan yang berdiri di samping mobilnya .
" iya Bu ," jawab Diandra sambil mengikuti pandangan ibunya . namun Diandra merasa bingung bukanya Ifan sudah mengatakan tidak bisa menemuinya namun sekarang justru Ifan sudah berada disana.
Ifan yang melihat keduanya segera berjalan ke arah kedua wanita yang berbeda usia itu , walau sedih Ifan berusaha menutupinya karena dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan wanita yang dia cintai .
" assalamualaikum ," ucap Ifan sambil mencium tangan Bu Rahma .
" Wassalamu'alaikum , " jawab Bu rahma berbarengan dengan Diandra .
" maaf Bu , kalau di ijinkan saya mau ikut mengantar Diandra ," ucap Ifan sambil melihat ke arah Diandra .
" tentu saja boleh , tapi apa tidak merepotkan ," jawab Bu Rahma , yang merasa tidak enak jika merepotkan pria dihadapannya.
" gak ko Bu ," jawab Ifan .
__ADS_1
" bukannya kamu bilang gak bisa ," sahut diandra yang merasa sedikit heran .
" mana mungkin aku gak mengantar sahabat aku pergi ," ucap Ifan .
tanpa menunggu jawaban Diandra Ifan segera mengajak keduanya segera berangkat , mengingat mereka butuh waktu lama untuk mencapai terminal ,selama perjalanan sesekali Ifan melirik ke arah Diandra sedangkan Bu Rahma yang berada di kursi belakang hanya diam sambil memerhatikan keduanya .
Setelah sampai di terminal dengan cepat Ifan membukakan pintu untuk Bu Rahma dan Diandra , awalnya Ifan ingin mengantarkan Diandra sampai ke kota tetapi karena dia pun harus menyiapkan untuk keberangkatannya jadi dia tidak bisa mengantarkan Diandra. ketiganya segera melangkah masuk kedalam terminal dan mendudukan dirinya di kursi tunggu .
Bis yang ditunggu pun datang dengan cepet diandra bangun di ikuti ifan , Ifan masih setia menenteng tas pakaian milik diandra . Diandra segera berpamitan kepada ibunya dan juga Ifan setelah berpamitan Diandra segera membalik badannya , Ifan yang tidak ingin kehilangan kesempatan segera memanggil Diandra yang sudah sedikit menjauh darinya.
" Diandra ," panggil Ifan sambil berjalan menyusul langkah Diandra .
" kenapa fan ," ucap Diandra sambil membalik badannya.
" aku ingin memberikan sesuatu , " ucap Ifan sambil mengambil sesuatu dari kantong celananya .
" apa fan ," sahut Diandra sambil memerhatikan Ifan yang sibuk .
" apa ini ," tanya Diandra sambil menunjuk ke arah kotak di tangan Ifan.
"ini sebagai tanda persahabatan kita , aku mohon kamu mau menerimanya ," ucap Ifan . sebenarnya dia memberikan itu bukan sebagai tanda persahabatan mereka melainkan tanda cintanya kepada Diandra dan dia berharap dengan benda itu diandra akan selalu ingat kepada .
" anggap ini sebagai gantinya aku ," ucap Ifan sambil membuka kotak ditangannya .
Seketika diandra membulatkan mata saat melihat isi kotak itu , ifan segera mengambil kalung yang dia beli tentunya Ifan memesannya secara khusus kalung itu dengan liontin inisial nama dia dan Diandra yang disatukan . Ifan segera mendekat ke arah Diandra sedangkan Diandra masih mematung ditempatnya .
tanpa bertanya apapun Ifan segera memasangkan kalung itu kepada Diandra , setelah memasangkannya Ifan segera memundurkan dirinya sambil tersenyum ke arah Diandra , Diandra masih terdiam karena terpesona dengan sikap Ifan yang begitu berbeda.
" fan , ini pasti mahal , aku gak pantas memakainya ," ucap Diandra sambil menyentuh kalung yang dipasangkan Ifan kepadanya.
" itu gak seberapa , dibandingkan dengan kamu dan aku harap kamu jaga itu baik- baik , dan jangan pernah sekali pun kamu lepaskan ," pinta Ifan .
__ADS_1
" iya aku janji ," sahut Diandra .
Diandra segera membalikan badannya dan melangkah menjauh dari Ifan setelah berpamitan , dia sesekali melihat ke arah Ifan yang masih melambaikan tangan kepadanya . Ifan yang melihat kepergian Diandra merasakan hatinya hampa karena setelah sekian lama bersama kini dirinya dan Diandra berpisah.
*****
ditempat lain Kevin merasa gelisah entah mengapa dia selalu teringat terus dengan Diandra , Andi yang berjalan ke arah Kevin merasa heran dengan tingkah sahabatnya itu yang sedikit berubah semenjak kepulangannya dari kampung .
" Vin ," ucap Andi sambil menepuk bahu Kevin.
" apa ," jawab singkat kevin.
" Lo , kenapa sih ? kaya gak semangat gitu ," tanya Andi sambil mendudukan dirinya di samping Kevin.
" ini gara- gara Diandra ," celetuk Kevin .
" apa ? coba Lo ngomong sekali lagi ," pinta Andi sambil menarik tubuh kevin agar menghadap kepadanya .
" iya gara- gara Diandra ,puas Lo ," ucap Kevin sambil menatap kesal kepada Andi.
" gila , seorang Kevin bisa gak semangat gara- gara cewek ," ejek Andi sambil terkekeh geli.
" berisik Lo ," jawab Kevin yang kesal mendapat ejekan dari Andi .
Andi segera menghentikan tawanya dia segera teringat jika hari ini Diandra datang ke Jakarta dan dirinya sudah berjanji akan menjemput Diandra , mengingat hanya dirinya yang Diandra kenal di kota ini dengan cepat Andi segera bangkit dari duduknya .Kevin segera melihat ke arah Andi yang sudah berdiri .
" Lo mau kemana ? " tanya kevin.
" gue ada urusan ,gue duluan ," ucap Andi .
Kevin segera mengagukan kepalanya sebagai jawaban , setelah mendapat jawab Kevin dengan cepat Andi berlari menuju parkiran mobil . sedangkan Kevin menatap bingung karena tidak biasanya Andi pergi begitu terburu - buru hingga membuat Kevin sedikit curiga.
__ADS_1