
Diandra merasa senang karena mempunyai teman baru dan setelah memberi tahu Andi ternyata tidak mempermasalahkan tentang hal itu , tetapi Andi berpesan agar Diandra bisa menjaga diri apalagi dia berteman dengan seorang pria tentunya dia paham apa yang dikatakan Andi .
" Diandra ," panggil Riko sambil melambaikan tangannya ke arah Diandra .
Diandra segera membalas lambaian tangan Riko sambil tersenyum sedangkan dari kejauhan seseorang yang memerhatikan keduanya merasa tidak suka melihat kedekatan Diandra dan Riko tentunya siapa lagi kalau bukan Kevin belum hilang rasa kesalnya kepada Andi ditambah sekarang dia harus sabar melihat kedekatan Diandra dan pria yang dia anggap sebagai saingannya .
" kamu baru datang ," tanya Diandra saat melihat Riko berdiri di dekatnya .
" iya , aku tadi mampir dulu buat beli ini ," sahut Riko sambil menyerahkan coklat ke arah Diandra .
" buat aku ," tanya Diandra saat melihat Riko menyerahkan coklatnya ke arahnya .
" tentu saja ," sahut Riko sambil tersenyum .
Diandra yang hendak mengambilnya segera menatap tajam saat tangan seseorang menarik paksa coklat itu dari tangan Riko , seketika membuat Riko yang kesal tersulut emosi melihat tingkah kekanakan- anak yang seniornya tunjukan .
"apa - apa sih Lo ? kembalikan ," ucap Diandra langsung beranjak saat melihat Kevin merebut coklat pemberian Riko .
" ini , ambil aja kalau bisa ," sahut Kevin yang menaikan coklatnya ke atas dengan tangannya .
" ka , tolong kembalikan ," ucap Riko yang masih bersikap sopan kepada Kevin .
" kembalikan , tuh ambil ," dengan sengaja Kevin menjatuhkan coklat itu .
Diandra menatap tidak percaya dengan apa yang di perbuat kevin sedangkan Riko yang sudah memintanya baik - baik tidak bisa menahan emosinya saat dengan sengaja Kevin menjatuhkan coklat yang sengaja dia beri untuk Diandra , Kevin yang memang sengaja hanya tersenyum karena berhasil membuang coklat Riko yang akan diberikan kepada Diandra .
" maksud Lo apa ? " teriak Riko sambil mendorong tubuh kevin .
" santai aja , " sahut Kevin saat tubuhnya di dorong oleh Riko .
__ADS_1
" gue udah bicara sopan dan memintanya baik- baik , tapi Lo malahan sengaja membuangnya ," ucap Riko dengan nada penuh emosi .
Diandra yang melihat perdebatan keduanya mencoba menenangkan Riko apalagi sekarang mereka jadi pusat perhatian orang- orang disana , tentunya Diandra tidak ingin sampai Riko berurusan dengan Kevin pria yang begitu dia benci itu .
" udah Rik , ayo kita pergi ," Diandra segera meraih lengan Riko dan mengajaknya pergi .
" tapi Di , coklat buat kamu dia buang ," ucap Riko saat melihat Diandra memegang lengannya .
" udah gak apa- apa , lain kali kamu bisa beliin lagi kan ," bujuk Diandra agar Riko tidak melanjutkan perdebatannya dengan Kevin .
sedangkan Kevin yang tidak terima apalagi saat tangan Diandra menyentuh tangan lelaki lain dihadapannya membuatnya terbakar cemburu , Riko yang menurut segera membalik badannya namun seketika mengehentikan langkahnya saat mendengar perkataan Kevin .
" ternyata Lo penurut juga iya ," ejek Kevin sambil tertawa . walau sebenarnya dalam hatinya merasakan cemburu tetapi dia berusaha menyembunyikannya .
" udah gak usah diladeni , ayo ," ajak Diandra saat sadar Riko mulai terpancing kembali saat mendengar perkataan Kevin dengan cepat Riko mengangguk dan keduanya segera berjalan berjalan meninggalkan Kevin tanpa mempedulikan perkataannya .
Kevin yang melihat keduanya melangkah menjauh darinya di buat kesal apalagi sedari tadi melihat tangan Diandra yang terus melingkar di tangan Riko membuatnya semakin cemburu ,dengan penuh kemarahan dia menginjak coklat yang sempat dia buang . Andi yang baru saja datang segera berjalan ke arah Kevin yang tentunya belum tau apa yang barusan terjadi disana sambil terus melihat sekeliling banyak mahasiswa yang berbisik - bisik .
" gue gak apa- apa , ayo kita ke kantin ," sahut Kevin yang masih menatap ke arah diandra dan Riko berjalan tadi .
" yakin Lo ? " tanya Andi yang memerhatikan Kevin yang sedang dalam kemarahan apalagi saat melihat kaki Kevin sedang menginjak coklat .
" berisik Lo ," sahut Kevin sambil melirik ke arah Andi tanpa berkata apapun lagi kevin segera berjalan meninggalkan Andi yang masih berdiri di tempatnya .
" dasar aneh ," gumam Andi . tanpa pikir panjang dia segera berlari kecil menyusul Kevin .
******
mengingat jam kosong Diandra seperti biasa menghabiskan waktu di taman belakang kampus memang semenjak masuk kuliah disana tempat yang membuatnya nyaman , Diandra yang sedang duduk di bangku tiba- tiba teringat dengan Ifan memang semenjak Ifan kuliah diluar negeri tidak pernah sekalipun Diandra mendapatkan kabar dari sahabat lamanya itu Hanya kalung yang dia pakai pengobat rasa rindunya kepada Ifan .
__ADS_1
" hayo ,, lagi ngelamun apa ? " Riko yang datang tiba- tiba membuat Diandra kaget .
" ih kamu bikin kaget tau gak ," ucap Diandra sambil menepuk lengan Riko .
" lagian aku perhatiin kamu melamun , memang ngelamun siapa ? " tanya Riko sambil mendudukan dirinya di samping Diandra .
" aku sedang ingat seseorang ," ucap Diandra sambil kembali menatap langit yang cerah .
" apakah orang yang memberikan kalung itu ," tebak Riko sambil menunjuk ke arah kalung yang dipake Diandra .
" iya ," jawab singkat Diandra sambil menyentuh kalung pemberian ifan kepadanya .
sedangkan Riko yang memerhatikan Diandra bisa tau kalau orang yang memberikannya pasti orang yang sangat berarti bagi temannya itu apalagi melihat bentuknya Riko yakin itu seperti dua huruf yang disatukan , sedangkan Diandra masih berharap jika suatu hari nanti bisa bertemu dengan Ifan lagi .
" lalu dimana orang itu sekarang ? " tanya Riko yang penasaran tentang sosok istimewa itu.
" dia kuliah di luar negeri ," ucap Diandra sambil menghela napas . andai saja dirinya bisa mendapatkan kesempatan mengambil beasiswa di luar negeri tentunya dia masih bersama Ifan sampai saat ini.
" wah bagus dong ,berarti dia pintar buktinya bisa kuliah di luar negeri ," sahut Riko antusias karena dulu dia pernah bercita- cita bisa kuliah di luar negeri namun karena keadaan ekonomi keluarganya hingga dia memutuskan untuk kuliah di Jakarta saja .
" dia sangat pintar dan juga tampan ," puji Diandra . tentunya semua itu kenyataan karena memang Ifan murid berprestasi di tambah memiliki wajah yang begitu tampan membuat Diandra senang bisa menjadi sahabat dari Ifan .
" ciye kalau pacar sendiri aja pasti di puji ," goda Riko yang menyangka jika yang mereka bicarakan adalah pacar dari Diandra .
" hehehehe..... Dia bukan pacar aku ," sahut Diandra sambil tertawa geli ternyata Riko sudah salah paham tentang dirinya dan Ifan .tapi itu tidak salah karena sebelumnya Andi pun pernah berpikir hal yang sama tentang dirinya dan Ifan .
" kalau tidak pacaran lalu apa ?" tanya Riko yang sedikit heran .
" kami cuma sahabat , memang sejak kecil jadi kami sudah sangat dekat ," ucap Diandra sambil menghentikan tawanya .
__ADS_1
Riko segera menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti namun Riko juga seorang pria tidak mungkin seorang pria akan memberikan hal yang begitu istimewa apalagi Riko tau bahwa kalung yang dipakai Diandra bukan barang murah jadi Riko yakin bahwa sosok sahabat Diandra itu sebenarnya menaruh perasaan namun Diandra yang polos tidak menyadarinya .