
Kevin tentunya begitu penasaran dengan gadis yang di ceritakan Ifan kepadanya ditambah dia sangat ingin tau gadis itu pasti sangat istimewa sehingga mampu membuat kedua orang tua Ifan menyukai bahkan menyetujui jika Ifan berpacaran dengannya.
" kenalin dia sama gue dong" pinta Kevin sambil menaikan minuman di hadapannya.
" nanti pasti gue kenalin tapi bukan sekarang" sahut ifan mengingat dirinya belum menyatakan perasaannya kepada Diandra.
"oke gue tunggu Lo kenalin dia" jawab Kevin yang tentunya dia hanya ingin mengenalnya tidak lebih.
"oh iya, bukannya Lo mau kenalin cewek Lo sama gue" Ifan mengingatkan kembali kepada Kevin tentang niatnya mengenalkan kekasihnya.
"gue hampir lupa bagaimana kalau besok malam" ucap Kevin yang baru saja ingat tentang janjinya kepada Ifan karena dirinya benar- benar sangat lupa.
" boleh, kita ketemu disini saja" jawab Ifan .
Kevin segera mengagukan kepalanya sebagai tanda setuju, keduanya segera beranjak dari duduknya untuk kembali ke apartemen karena ke asyik mengontrol hingga membuatnya lupa waktu.
Riko yang berada di apartemen sedang asik melihat televisi saking asyiknya tanpa sadar membuat apartemen milik Ifan berantakan karena sampah makanan serta minuman berserakan di lantai, Ifan yang baru saja sampai seketika membulatkan matanya saat melihat apa yang dilakukan sepupunya.
" Riko" teriak Ifan melihat ruangan apartemen begitu berantakan.
"apa fan?" sahut Riko dengan pandangan masih ke layar televisi .
Ifan yang kesal dengan tingkah sepupunya itu segera berjalan ke arah riko dan meraih remote di atas meja lantas mematikan televisi, Riko langsung mendengus kesal karena Ifan mengganggu dirinya.
"fan, balikin remote nya sama gue" ucap Riko sambil beranjak dari duduknya.
"gak akan gue balikin sebelum Lo bersihin semua ini". jawab Ifan sambil melihat sekeliling ruangan itu sudah bagaikan kapal pecah di buat oleh Riko.
" nanti gue beresin, sekarang balikin dulu" ucap Riko.
"gak, Lo beresin dulu baru gue kasih" ujar Ifan sambil melangkah pergi menuju ke kamarnya.
Riko sangat kesal karena sikap Ifan bagaimana tidak Ifan mengganggunya saat dia sedang menikmati film di televisi walau dengan kesal Riko segera merapihkan semua yang berantakan dilantai tentunya dengan sambil ngedumel.
__ADS_1
Ifan yang sudah membersihkan diri segera melangkah keluar kamar, sejenak dia terdiam di ambang pintu seraya melihat semua ruangan yang sudah rapih kembali berjalan menghampiri Riko yang duduk di sopa dengan memasang wajah kesal.
"ini " Ifan segera menyerahkan remote yang sempat dia ambil tadi.
"Lo bisa gak usah terlalu kejam sama gue" ucap Riko sambil meraih remote yang di berikan Ifan kepadanya.
"gue bukan kejam tetapi ngajari Lo gimana hidup sehat dan bersih" sahut Ifan sambil mendudukan dirinya di samping Riko.
Riko tidak menjawab perkataan Ifan karena dirinya masih sangat kesal mengingat tadi bagaimana dia harus membersihkan semua ruangan ruangan yang ada di sana.
"Lo gak balik" tanya Ifan saat melihat jam yang berada di dinding sudah menunjukan pukul 8 malam.
"gue mau nginep di sini" sahut Riko dengan nada sedikit ketus.
"jangan sering Lo nginep di sini, gue gak enak sama om dan Tante" ucap Ifan karena dirinya tidak ingin jika Riko sering menginap justru membuat sepupunya itu susah untuk di atur.
"gue udah izin sama mama dan papa jadi Lo gak usah merasa gak enak" jawab Riko sambil melirik ke arah Ifan.
"fan, apa Lo sudah pikirkan untuk menyatakan perasaan Lo" tanya Riko sambil membalikan badannya menghadap ke arah Ifan.
"belum" jawab singkat Ifan entah mengapa dia sedikit ragu untuk mengatakannya kepada Diandra karena dia takut Diandra menolaknya.
"lebih baik Lo cari tahu dulu, apa dia punya pacar atau gak" ucap Riko sebenarnya dia ingin mengatakan tentang hubungan Diandra dan Kevin tetapi dia urung melakukanya karena lebih baik Ifan mengetahui dengan sendirinya.
"gue yakin dia masih sendiri apalagi gue masih melihat dia memakai kalung pemberian gue" jawab Ifan .
"itu kan hanya sebuah barang bukan berati pertanda dia gak punya cowok" sahut Riko yang tidak habis pikir mengapa pikiran Ifan lurus terus terhadap Diandra bahkan sepupunya itu masih memuji Diandra di setiap saat.
"Lo gak akan mengerti, karena kalung itu tidak hanya sebuah kalung tapi tanda bahwa kita gak bisa dipisahkan" jawab Ifan sambil menyentuh kalung yang dipakainya.
Riko menatap tidak tega apalagi Ifan begitu bahagia saat menceritakan tentang Diandra, dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Ifan setelah mengetahui kebenarannya.
***
__ADS_1
Kevin segera melangkah masuk kedalam apartemennya melihat sekeliling apartemen sepi dia yakin bahwa Diandra telat tidur, tanpa pikir panjang Kevin segera berjalan menuju ke kamarnya dengan pelan Kevin membuka pintu kamar karena takut jika membuat Diandra terbangun mendengar suara bising.
"dari mana saja?" tanya Diandra yang duduk di sopa.
Kevin terkejut karena tadi mengira bahwa Diandra telah tertidur tanpa menjawab pertanyaan Diandra Kevin segera menutup pintu dan berjalan ke arah sopa dimana Diandra sedang duduk sambil menatapnya dengan tatapan kesal.
"kamu belum tidur?" tanya Kevin sambil menundukkan dirinya di samping Diandra.
"bagaimana aku bisa tidur kalau kamu belum pulang" jawab Diandra sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"ini sudah malam, kamu tidur" titah Kevin sambil menyandarkan tubuhnya di sopa.
Diandra segera mengubah posisinya hingga menghadap ke arah Kevin yang merebahkan tubuhnya di sopa sambil memejamkan mata, Diandra kesal karena Kevin tidak mempedulikannya sama sekali.
"aku tanya kamu dari mana?" Diandra kembali bertanya kepada Kevin untuk kedua kalinya.
"pergi sama temen" jawab singkat Kevin.
"yakin? sampai aku telepon kamu tidak angkat" ucap Diandra mengingat beberapa kali dia mencoba menghubungi Kevin namun tidak mendapatkan jawaban.
"tadi ponselnya aku silent jadi tidak tau kalau kamu telepon aku" sahut Kevin yang masih dengan menutup matanya.
tentu saja Sikap Kevin membuat Diandra teramat kesal dengan sedikit kasar Diandra menggoyangkan tubuh Kevin sehingga membuat kevin membenarkan posisinya sambil menahan rasa marah.
"kamu itu kenapa?" tanya Kevin sambil menahan rasa kesalnya.
"kenapa kamu cuekin aku? apa karena masalah tadi pagi" ucap Diandra yang kembali mengingat kekesalannya tadi pagi kepada Kevin.
"aku capek kamu tolong ngerti" pinta Kevin memang dirinya merasa capek dan tidak bermaksud bersikap seperti itu kepada Diandra tetapi ternyata sikapnya justru membuat Diandra kembali salah paham.
"kamu bilang capek? capek karena keluyuran" tegas Diandra yang sangat kesal karena Kevin pergi begitu saja tanpa mempedulikannya dan pulang malam hari.
Kevin sebisa mungkin menahan amarahnya karena dia tidak mau kembali ribut dengan Diandra sedangkan Diandra mulai meneteskan air mata karena menganggap Kevin tidak peduli lagi kepada dirinya dan berpikiran bahwa Kevin memiliki wanita lain di luar sana.
__ADS_1