
selama perjalanan menuju ke pulang Diandra tidak berbicara sedikitpun kepada Kevin , setelah sampai apartemen Diandra segera turun dari mobil Kevin yang melihatnya hanya menghela napas sambil turun untuk menyusul Diandra .
" kamu kenapa sih ? " Kevin tentu saja tidak terima dengan sikap Diandra yang tidak mempedulikannya .
" pikir sendiri ," ujar Diandra sambil melangkah menuju kamar .
Kevin sejenak memikirkan apa yang membuat Diandra Sampai tidak mempedulikannya hingga dia teringat kejadian tadi pagi yang melarang Diandra untuk memakai makeup .
Diandra yang masih kesal segera membanting tasnya ke atas tempat tidur , Kevin yang menyusul Diandra ke kamar menatap tidak percaya dengan apa yang dia liat .
" jadi kamu marah gara- gara hal sepele ," ucap Kevin yang berjalan ke arah Diandra .
" kamu bilang sepele ," jawab Diandra sambil menahan rasa kesalnya .
" itu memang sepele , kenapa kamu harus sampai marah begini ?" ucap Kevin yang sudah berdiri di hadapan Diandra .
" wajar aku marah , harusnya kamu seneng liat aku cantik ini malahan sebaliknya ," jawab Diandra yang justru curiga Kevin mempunyai wanita lain .
"aku seneng liat kamu cantik tapi aku sudah bilang aku tidak suka jika kamu jadi pusat perhatian cowok - cowok di kampus ," sahut Kevin memberikan alasan mengapa dia melarang Diandra berdandan .
" gak mungkin karena hal itu , jangan - jangan kamu punya cewek lain iya kan ," ucap Diandra sambil memandang penuh curiga kepada Kevin.
Kevin membulatkan mata ketika Diandra menuduhnya berselingkuh padahal selama ini dirinya hanya memiliki Diandra wanita yang begitu dia cintai , sedangkan Diandra segera membalik badannya membelakangi Kevin karena Diandra yakin dengan diamnya Kevin membuktikan kecurigaan dia .
" jadi kamu curiga aku punya cewek lain ," ucap Kevin sambil memeluk tubuh Diandra dari belakang .
" wajar aku curiga , apa itu salah ," jawab Diandra yang mulai luluh dengan apa yang dilakukan Kevin .
Kevin segera melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Diandra hingga membuat keduanya berhadapan Diandra masih saja memalingkan wajahnya , Kevin dengan lembut menyentuh wajah Diandra hingga keduanya saling menatap .
" kamu liat mata aku , apa aku ini berbohong atau gak ," pinta Kevin kepada Diandra .
Diandra segera melihat ke mata Kevin mencari kebohongan dari setiap ucapan yang Kevin katakan tetapi yang Diandra temukan hanya kejujuran di mata Kevin .
" apa kamu masih curiga sama aku , apa aku berbohong sama kamu ," ucap Kevin .
__ADS_1
" gak , tapi kenapa kamu akhir - akhir ini sering bolos kuliah dan melarang aku berdandan ," tanya Diandra karena dia ingat Andi memberi tahunya bahwa Kevin jarang masuk ke kampus .
" oh jadi kamu curiga karena hal itu ? " ucap Kevin sambil menaikan satu alisnya .
Diandra segera menganggukan kepalanya .
tentunya Kevin merasa lucu mendengarnya karena dia selama ini bolos itu demi menghilangkan rasa kesalnya terhadap Diandra dan juga untuk bertemu dengan tema barunya .
"karena kamu selalu bikin aku kesal , dari pada aku emosi liat tingkah kamu yang masih suka Deket dengan Andi sama Riko mendingan aku ketemu teman aku ," ucap Kevin seraya mematahkan kecurigaan Diandra kepada dirinya .
" memangnya kenapa kalau aku dekat mereka , lagian aku lebih kenal mereka lebih dulu dari pada kamu ," jawab Diandra .
" iya tetep aja aku gak suka , kamu milik aku dan hanya boleh Deket sama aku saja kamu paham ," ucap Kevin .
Diandra segera mengagukan kepalanya entah mengapa Diandra sulit sekali menolak permintaan Kevin , sedangkan Kevin tersenyum saat Diandra menyetujui permintaanya .
hingga siang itu berakhir dengan penyatuan yang mereka lakukan , bahkan keduanya melupakan akibat apa yang akan terjadi karena hubungan yang sudah melewati batas itu .
*****
Ifan dan Riko sudah sampai di apartemen , keduanya segera melangkah masuk seketika Riko di buat takjub dengan apartemen milik sepupunya itu bagaimana tidak apartemen itu begitu mewah .
" apa Lo gak liat ? " sahut Ifan sambil melangkah ke dalam sambil membawa koper berisi pakaiannya .
" sumpah kalau begini gue jadi pengen tinggal disini ," celeoteh Riko sambil memerhatikan seluruh ruangan .
" jangan mimpi ," tegas Ifan .
" siapa yang mimpi , gue bakalan minta ijin sama mama dan papa buat tinggal sama Lo ," sahut Riko sambil mendudukan dirinya di sopa.
Ifan segera melihat ke arah Riko sambil mencerna perkataan dari Riko hingga Ifan tersadar maksud perkataan Riko .
" gak , enak aja Lo tinggal bareng gue ," tolak Ifan yang tentu saja tidak mau jika Riko tinggal berdua dengannya .
" ya ampun galak banget sih Lo , " sahut Riko yang mendengar penolakan yang Ifan berikan .
__ADS_1
Ifan yang malas berdebat dengan sepupunya itu segera melangkah masuk ke dalam kamar untuk merapihkan pakaian yang di bawanya sedangkan Riko yang berada di ruangan depan segera beranjak dan melangkah menuju ke balkon .
" pemandangannya indah banget ," gumam Riko saat berada di balkon karena dia bisa melihat pemandangan kota dari sana .
namun saat sedang asik menikmati pemandangan tidak sengaja pandangan mata Riko tertuju ke arah balkon yang tidak jauh darinya , dia segera membulatkan matanya menatap tidak percaya dengan apa yang dia liat .
" Riko ," panggil Ifan dari dalam .
" iya ," Riko dengan cepat menoleh ke arah suara itu . dengan cepat dia masuk ke dalam dan menutup pintu balkon .
Ifan menatap bingung melihat wajah Riko yang sedikit pucat sedangkan Riko masih tidak percaya dengan apa yang di liatnya .
" Lo habis liat hantu ? " tanya Ifan yang melihat wajah sepupunya itu pucat .
" sembarangan aja Lo ," sahut Riko .
" lagian muka Lo pucat begitu ," jawab Ifan sambil hendak melangkah menuju pintu balkon .
Riko yang sadar segera menahan lengan Ifan saat membuka pintu balkon , Ifan segera menghentikan langkahnya sambil melirik ke arah Riko yang menahan tangannya .
" apaan sih Lo ," ucap Ifan karena Riko suka sekali menyentuh lengannya .
" gue lapar fan ," bohong Riko . tentunya dia tidak mau Ifan sampai melihat apa yang di liatnya beberapa saat lalu .
" terus apa hubungannya sama gue ? udah lepas ," kesal ifan .
" Lo kan tuan rumahnya , harusnya Lo siapin dong ," sahut Riko sambil melepaskan tangannya .
" Lo tuh benar- benar nyusahin iya , " ucap Ifan yang mau tidak mau harus menuruti kemauan Riko .
Riko menghela napas lega melihat Ifan tidak jadi ke balkon namun dirinya masih tidak percaya bahwa apa yang dia curigai ternyata benar , sedangkan Ifan yang sedikit kesal segera mencari makanan untuk Riko namun dia lupa bahwa di sana tidak ada makanan apapun .
" ayo ," ajak Ifan sambil melihat ke arah Riko .
" kemana ? " tanya Riko .
__ADS_1
" Lo bilang lapar ,iya kita pergi beli makan ," ucap Ifan dengan sedikit kesal karena Riko masih bertanya hal itu kepadanya .
Riko yang baru sadar segera berjalan ke arah Ifan , tanpa menunggu lama keduanya pun melangkah keluar apartemen .