Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 50


__ADS_3

Ifan yang sudah berada di kampus seperti biasa berusaha menghindari Diandra walau jauh didalam lubuk hatinya dia masih sangat begitu mencintai Diandra namun dia harus berusaha melupakannya mengingat bagaimana Diandra telat menyakiti hatinya.


namun kali ini ada yang berbeda dengan Diandra hingga muncul penasaran di hati Ifan, dari kejauhan andi berlari ke arah Diandra bahkan tidak sengaja menabrak tubuh Ifan hingga hampir membuat Ifan terjatuh.


"Lo, bisa hati-hati gak" kesal Ifan sambil membenarkan posisinya.


"sorry fan, gue buru-buru" sahut Andi yang terpaksa menghentikan langkahnya saat tidak sengaja menabrak tubuh Ifan.


tanpa menunggu jawaban dari Ifan, dia segera berlari kembali untuk menghampiri Diandra yang baru sampai kampus melihat kepergian Andi tentu saja membuat Ifan merasa kesal.


"Di" ucap Andi dengan napas yang tidak beraturan.


"kakak, tarik napas dulu" jawab Diandra yang melihat pria di hadapannya berbicara dengan napas tidak beraturan.


Andi segera menetralkan nafasnya sedangkan Diandra menatap heran mengapa Andi begitu terburu-buru saat Diandra memerhatikan wajah Andi tiba- tiba Riko datang membuat Diandra serta Andi bukan main kagetnya.


"Riko" teriak Diandra sambil memegangi dadanya akibat kaget karena kedatangan Riko yang tiba-tiba.


"aduh kuping gue sakit ini" ucap Riko saat mendengar teriakan dari Diandra.


"habis kamu ngagetin" sahut Diandra sambil melihat ke arah Riko.


"Lo bisa gak! kalau datang itu jangan kaya hantu" sahut Andi sambil menghela napas.


"parah Lo ka, gue di samain sama hantu" kesal Riko sambil melirik tajam ke arah Riko.


"kalau bukan hantu apaan?" ucap Andi.


"gue pria tertampan di kampus ini" sahut Riko dengan bangganya.


Diandra menggelengkan kepalanya mendengar Riko yang begitu pede sedangkan Andi menatap tidak percaya dengan yang di dengarnya barusan, Diandra menatap sedikit bingung mengapa Riko tiba-tiba bersikap seperti biasa lagi padahal dia ingat benar bagaimana Riko marah kepadanya gara-gara kejadian di restoran antara dirinya dan Ifan.


"aduh, gue jadi lupa kan" celetuk Andi sambil menepuk jidatnya sendiri.


"ada apa ka?" ucap Diandra sambil melihat ke arah Andi.


"tau Lo ka, udah kaya orang penting aja" ejek Riko yang berdiri di hadapan Andi.


"ayo ikut kakak" ajak Andi sambil menarik tangan Diandra.

__ADS_1


"kakak, kita mau kemana?" tanya Diandra saat tangannya di tarik Andi.


"nanti kamu tahu, udah ikut aja" jawab Andi yang masih menarik tangan Diandra.


Riko yang merasa kesal karena Andi serta Diandra meninggalkannya segera berlari menyusul keduanya dengan perasaan penasaran apalagi Andi yang kelihatan panik seperti itu membuat Riko bertanya-tanya.


"ka, Lo mau bawa Diandra kemana?" tanya Riko yang mengikuti langkah keduanya.


"Lo ngapain sih" kesal Andi saat Riko mengikuti dirinya dan Diandra.


"gue" Riko segera menunjuk dirinya sendiri.


"iya Lo, masa tetangga gue" sahut Andi sambil menghentikan langkahnya dengan kesal.


"gue mau ikut" sahut Riko seraya menghentikan langkahnya juga.


Andi membulatkan matanya bagaimana mungkin Riko ikut dengannya bisa-bisa nanti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, sedangkan Diandra serta Riko masih memerhatikan wajah Andi yang sepertinya sedang berpikir.


"Lo gak usah ikut" tolak Andi sambil membalikkan badannya.


tanpa menunggu jawaban dari Riko, dia kembali berjalan dengan tangan masih memegang lengan Diandra sedangkan Diandra hanya mengikuti sambil terus berpikir kemana Andi akan membawanya.


****


Andi serta Diandra sudah sampai di rumah sakit selama perjalan Diandra hanya terdiam tanpa bertanya apapun namun Diandra sedikit heran mengapa Andi membawa dia ke rumah sakit.


"ayo" ucap Andi mengajak Diandra untuk masuk kedalam.


"ka, kita ngapain kesini?" tanya Diandra yang memberanikan diri untuk bertanya.


"udah ikut dulu, nanti juga kamu tau" ucap Andi tanpa menunggu lama segera menarik lengan Diandra ke dalam rumah sakit.


akhirnya mau tidak mau Diandra hanya mengikuti langkah kaki Andi walaupun rasa penasarannya belum terjawab hingga Andi menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan tanpa berkata apapun Andi segera membuka pintu ruangan itu sedangkan Diandra hanya mengekor di belakang Andi.


"Kevin" ucap Diandra saat melihat tubuh Kevin terbaring di ranjang rumah sakit.


tanpa menunggu lama Diandra segera berlari menuju ranjang di mana Kevin berada sedangkan Andi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Diandra andai saja bukan karena persahabatannya tentu saja Andi tidak mau memenuhi permintaan Kevin untuk membawa Diandra kesana.


"kamu kenapa?" tanya Diandra dengan wajah cemas.

__ADS_1


"aku gak apa-apa" sahut Kevin sambil tersenyum.


"gak apa-apa gimana, kamu luka begini" sahut Diandra yang memerhatikan luka di kening dan juga lengan Kevin yang di balut perban.l


"ini hanya luka kecil" sahut Kevin sambil mencoba menenangkan Diandra yang begitu panik serta cemas.


"kenapa bisa begini" tanya Diandra sambil menundukkan dirinya di samping ranjang rawat Kevin.


"tadi aku gak sengaja menabrak" jawab Kevin.


Seketika Diandra menangis mendengar jawaban yang Kevin berikan tentunya dia ingat tadi pagi sempat menelepon Kevin beberapa kali hingga dia yakin bahwa yang membuat Kevin seperti ini pasti dirinya.


"kenapa kamu menangis" tanya Kevin yang bingung karena Diandra tiba- tiba menangis.


"pasti karena aku kamu jadi seperti ini" ucap Diandra di sela tangisannya.


"ini bukan salah kamu, aku hanya kurang hati-hati saja saat menyetir" jawab Kevin.


Andi yang melihat adegan itu merasa tidak di anggap oleh keduanya dengan sedikit kesal Andi segera berjalan ke arah keduanya tentunya sambil memasang wajah kesal.


"udah Di, kalau laki-laki terluka itu biasa" ucap Andi yang sudah berdiri di samping Diandra.


"iya sayang benar yang di bilang Andi jadi kamu gak usah nangis" Kevin menyetujui perkataan Andi tentunya hal yang wajar bila seorang laki-laki terluka.


"kamu bilang wajar!" ucap Diandra yang masih menangis.


"iya" sahut Kevin enteng.


mendengar jawaban dari Kevin tentu saja membuat Diandra kesal dan marah bagaimana tidak dia merasa bersalah dan khawatir melihat keadaan Kevin tapi justru Kevin bersikap biasa saja dengan kesal Diandra menghapus air matanya dan segera beranjak.


"kamu mau kemana?" tanya Kevin yang heran karena tiba-tiba Diandra berdiri.


"aku mau pulang, buat apa di sini toh kamu juga baik-baik saja" sahut Diandra sambil membalik badannya.


tentu saja sikap Diandra membuat Andi dan Kevin terkejut padahal Meraka hanya tidak ingin jika Diandra merasa bersalah melihat Kevin terbaring di sana ternyata Diandra malahan salah mengartikan ucapan keduanya.


"ko pulang Di?" ucap Andi sambil menahan lengan Diandra.


"pokoknya aku mau pulang ka" jawab Diandra sambil melihat ke arah Andi.

__ADS_1


Kevin yang tidak ingin Diandra pulang akhirnya berpura-pura kesakitan agar Diandra mengurungkan niatnya untuk pulang justru Diandra tidak mempedulikannya dan malahan menepis tangan Andi darinya dan melangkah pergi dari sana tentu saja Andi hanya bisa melihat kepergian Diandra tanpa bisa menahannya.


__ADS_2