Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka
bab 43


__ADS_3

"kenapa kamu diem aja?" tanya Diandra sambil berjalan mendekat ke arah Kevin yang berdiri membelakanginya.


"harusnya kamu pikir sendiri" sahut Kevin yang masih membelakangi Diandra.


Diandra terdiam mendapat jawaban seperti itu tentunya dia sadar dengan kesalahan dia karena menyembunyikan tentang Ifan dari Kevin tetapi dirinya tidak menyangka bahwa ternyata keputusannya itu membuat Kevin begitu marah kepadanya.


"aku tahu aku salah, aku gak bermaksud merahasiakan apapun sama kmu" ucap Diandra sambil menatap punggung milik Kevin.


"tidak bermaksud? andai saja tadi aku tidak mengetahuinya saat di restoran mungkin selamanya kamu akan terus membohongi aku" sahut Kevin sambil membalikan badannya menghadap ke arah Diandra yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh kemarahan.


"aku gak ada niat bohongin kamu, kamu dengerin penjelasan aku dulu" pinta Diandra sambil meraih tangan Kevin dia berharap bahwa kekasihnya itu mau mendengarkan penjelasan darinya.


Kevin segera menghempaskan tangannya saat Diandra menyentuhnya, Diandra yang melihat sikap Kevin seperti itu menatap dengan mata berkaca- kaca sedangkan Kevin melangkah mendekat kepada Diandra tanpa berkata apapun Kevin segera menarik kalung yang di pakai Diandra dengan kasar hingga membuat Diandra kaget.


"jadi kalung ini tanda cinta antara kalian" ucap Kevin dengan tersenyum sinis.


"kamu salah paham itu hanya kalung biasa" jawab Diandra.


"apa? kalung biasa kamu bilang! aku tidak sebodoh itu" Kevin menaikan nada bicaranya hingga membuat Diandra ketakutan.


"iya memang kalung biasa" ucap Diandra . tentunya dia menggagap itu hanya kalung biasa yang di berikan Ifan sebagai kenang- kenangan tidak lebih.


"kamu pikir aku bodoh, kalau memang kalau biasa kenapa kamu selalu memakainya oh iya aku lupa kalau ini kalung biasa kenapa dia juga memakainya" sahut Kevin dengan amarah yang meliputi dirinya dan rasa cemburu hingga dia mengeluarkan semua yang ada di hatinya selama ini.


"aku gak tau kalau Ifan memakainya juga" jawab Diandra yang tidak pernah memerhatikan jika Ifan memakai kalung yang sama dengan dirinya.


"percuma karena penjelasan kamu tidak akan membuat aku percaya" tegas Kevin sambil melempar kalung itu ke sembarangan tempat.


Diandra yang sudah habis kata untuk menjelaskan kesalahpahaman Kevin kepadanya hanya menatap tidak percaya padahal dia menyangka bahwa Kevin akan mempercayainya tetapi dia salah justru Kevin menuduhnya memiliki hubungan dengan Ifan.


Kevin yang tidak mau sampai tidak bisa mengontrol kemarahannya memutuskan untuk pergi, Diandra yang mencoba menahannya justru malahan membuat dirinya terjatuh hingga membuat sedikit dahinya terbentur meja hingga terluka.


"kenapa kamu tidak percaya sama aku Vin" ucap lirih Diandra yang begitu sakit untuk kesekian kalinya Kevin tidak mempercayainya bahkan kali ini Kevin bersikap kasar padanya.

__ADS_1


Kevin yang pergi dengan kemarahan segera melanjutkan mobilnya menuju rumah karena dirinya sekarang benar- benar dalam keadaan di selimuti amarah, Kevin yang sudah sampai di rumah segera memarkirkan mobilnya namun saat hendak turun Kevin di buat terkejut karena melihat mobil orang tuanya sudah terparkir disana.


Kevin bergegas turun dengan perasaan hati tidak karuan karena dia takut jika orang tuanya tau bahwa selama ini dia tidak berada di rumah.


sedangkan di dalam rumah Heni yang mendapatkan laporan dari pelayan tentang Kevin yang tidak pernah pulang merasa curiga sedangkan suaminya begitu marah karena anak lelakinya tidak pernah berubah sama sekali.


"papi tenang, mami yakin Kevin tinggal di tempat Andi" ucap Heni menenangkan suaminya yang sedang marah.


"mami,pikir papi akan percaya" jawab Bima sambil menautkan kedua alisnya.


Heni hanya menghela napas memang sulit membuat suaminya percaya kepada anaknya, tidak begitu lama kevin yang baru masuk kedalam rumah segera menghampiri kedua orang tuannya yang berada di ruang keluarga.


"mami sama papi kapan pulang" tanya Kevin saat sampai di ruang keluarga.


"tadi siang" jawab Heni sambil memerhatikan penampilan kevin dari ujung kepala sampai kaki.


"kenapa tidak mengabari aku" ucap Kevin seraya mendudukan dirinya di samping maminya.


"kemana saja kamu?" tanya Bima sambil menatap penuh penekanan karena dia tidak suka dengan sikap Kevin yang malahan merasa bebas ketika Meraka tidak ada di rumah.


"tidak usah berpura-pura tidak mengerti" sahut Bima


"memang aku tidak mengerti" jawab Kevin dengan santainya.


"kemana saja kamu selama kami pergi" tanya Bima dengan penuh penekanan.


"aku dirumah Pi" sahut Kevin.


tentu saja Kevin tidak menyadari jika para pelayan sudah mengadu kepada kedua orang tuanya, Bima yang mendengarkan jawaban Kevin segera membenarkan posisi duduknya sambil menatap tajam ke arah Kevin yang duduk di samping istrinya.


"jangan bohong" teriak Bima. "kamu pikir pelayan tidak mengatakan semuanya kepada kami" sambung Bima dengan tatapan tajamnya karena dia tidak habis pikir Kevin masih saja berbohong.


"jadi papi lebih percaya mereka dibandingkan aku anak papi?" tanya Kevin.

__ADS_1


"tentu saja papi lebih percaya mereka dibandingkan kamu" jawab Bima.


"ya udah kalau gitu, kalau papi tidak percaya aku jadi buat apa aku di sini" ujar Kevin sambil beranjak dari duduknya.


"kamu duduk" titah Heni dengan nada datar.


"gak mi, apa mami gak denger apa yang barusan papi ucapan" tolak Kevin saat maminya memintanya untuk duduk.


"mami bilang duduk" kali ini Heni mengatakannya penuh penekanan.


Kevin yang malas berdebar dengan maminya akhirnya segera duduk kembali dengan memasang wajah masih kesal padahal dirinya pulang berbuat menenangkan diri akibat pertengkarannya dengan Diandra tapi justru kedua orang tuanya malahan menambah kekesalan dirinya.


"sudah mi, biarkan dia pergi bukan kan dia ingin hidup bebas" ucap Bima.


"sudah Pi, kalau papi begini terus gimana Kevin bisa betah dirumah " sahut Heni yang membela Kevin di hadapan suaminya.


"jangan terus belain anak ini mi, apa mami lupa bagaimana mami memanjakannya dulu sampai akhirnya dia membohongi kita" jawab Bima yang mengatakan lagi istrinya tentang kejadian dulu dimana anaknya berani membohongi mereka karena seorang gadis rendahan.


"cukup Pi, sampai kapan papi menyalahkan dia untuk apa yang terjadi" jawab Kevin dengan tegas karena dirinya tidak terima jika orang yang tidak bersalah menjadi korban akibat dirinya.


"mami liat anak ini sekarang sudah berani menentang papi" ucap Bima sambil melihat ke arah Heni.


"sudah sampai kapan kalian akan bertengkar terus" Heni segera menengahi pertengkaran keduanya.


Kevin yang kesal segera beranjak dia sudah tidak peduli lagi jika kedua orang tuanya marah karena dirinya kali ini bener- benar sudah muak karena selalu saja di pojokan oleh papinya. Bima yang melihat kepergian Kevin segera beranjak berniat untuk menyusul Kevin yang sudah keterlaluan kali ini.


"papi mau kemana?" tanya Heni saat melihat suaminya melangkah.


" papi mau kasih pelajaran anak itu" sahut Bima sambil menghentikan langkahnya.


"papi pikir dengan cara kasar anak itu akan mengerti dan menurut tidak Pi" jawab Heni seraya beranjak dan berjalan ke arah Bima.


"apa maksud mami" sahut Bima yang tidak mengerti apa yang dikatakan istrinya.

__ADS_1


tentu saja Heni yang mengenal Kevin lebih baik dari siapapun tau bagaimana cara agar anaknya bisa seperti dulu lagi yang menurut kepada mereka tentunya dengan cara yang halus, akhirnya Heni memberi tahukan cara agar mereka tau apa yang dilakukan Kevin diluar sana dengan cepat Bima mengagukan kepalanya sebagai tanda mengerti dengan rencana istrinya.


__ADS_2