
karena hari libur Diandra seperti biasa bangun siang hari karena terbiasa Kevin berada disana Diandra yang terbangun segera menyentuh bagian samping tempat tidurnya, dia segera membuka matanya saat tersadar bahwa Kevin ternyata tidak di sana.
dia segera turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi, setelah selesai dan berganti baju dia segera melangkah keluar kamar saat bersamaan pintu apartemen ada yang mengetuk, dia segera berjalan ke arah pintu karena dia pikir pasti Kevin yang datang.
"sayang" ucap Diandra saat membuka pintu namun dia segera menutup mulutnya saat melihat seorang wanita paruh baya yang berada di depan pintu.
sedangkan Heni yang melihat Diandra segera memerhatikan wanita seperti apa yang berhasil membuat anaknya jatuh cinta, Diandra menatap bingung karena dia tidak mengenal wanita di hadapannya.
"maaf ibu cari siapa?" tanya Diandra dengan sopan.
"saya maminya Kevin" Heni segera mengenalkan dirinya kepada Diandra.
seketika tubuh Diandra lemas bagaimana tidak saat wanita dihadapannya memperkenalkan diri sebagai ibu dari kekasihnya tentu saja Diandra kaget apalagi melihat dari pakaian yang dikenakannya pasti wanita dihadapannya bukan wanita sembarangan.
Heni yang melihat Diandra terdiam segara melangkah masuk kedalam apartemen milik anaknya tanpa menunggu Diandra menyuruhnya sedangkan Diandra yang tersadar setelah melihat Heni melangkah masuk.
"jadi kamu kekasih anak saya" tanya Heni sambil mengentikan langkahnya setelah berada di dalam apartemen.
"i- ya tante" jawab Diandra sedikit terbata- bata.
"sejak kapan kamu dan anak saya berpacaran" tanya Heni yang masih berdiri di tempatnya.
"sudah hampir 6 bulan Tante" sahut Diandra dirinya begitu gugup apalagi ini pertemuan pertama mereka berdua.
Heni tersenyum sinis saat mendengar jawaban Diandra tentunya dia tidak mengira bahwa wanita di hadapannya sekarang lebih pinta dari wanita yang menjadi pacar anaknya dulu bahkan baru pacaran sebentar saja Kevin sudah berani membawanya ke apartemen pribadinya tentu saja Heni sudah bisa menebak seperti apa Diandra.
sedangkan Diandra mulai berjalan ke arah Heni yang masih berdiri, dia segera mempersilahkan Heni untuk duduk tetapi dengan tegas Heni menolaknya.
__ADS_1
"saya kesini bukan untuk berkenalan atau membuang- buang waktu saya" ucap Heni.
"maksud Tante" ucap Diandra yang tidak mengerti apa maksud perkataan wanita dihadapannya.
"berapa yang kamu minta untuk menjauhi anak saya, tentunya saya tau kamu perlu uang kan? jadi sebutkan berapa jumlahnya dan pergi jauh dari hidup anak saya" ucap Heni dengan sombongnya.
"maaf Tante tapi sepertinya Tante salah paham, saya tidak ingin uang Kevin karena saya mencintai tulus bukan karena uang" jawab Diandra yang tidak terima dengan tuduhan Heni kepadanya.
"saya tau wanita rendahan seperti kamu, kamu mungkin bisa membohongi anak saya tapi tidak dengan saya jadi tidak perlu merasa suci dihadapan saya berapa yang kamu minta sebagai gantinya kamu tinggalin anak saya dan lupakan semua yang telah terjadi" ucap Heni yang kali ini dengan sedikit menghina Diandra.
Diandra yang menderita perkataan wanita di hadapannya menatap tidak percaya hatinya begitu sakit mendengar tuduhan dan penghinaan tanpa terasa air matanya mulai menetes, Heni yang melihat itu hanya menatap dingin tentunya dia tidak terpengaruh sama sekali dengan air mata Diandra.
Heni segera melempar cek kosong ke wajah Diandra tentunya dia malas untuk berlama-lama disana kalau saja bukan Demi Kevin sudah pasti Heni tidak ingin berurusan dengan wanita rendahan seperti Diandra.
"itu cek kosong, isi sesuka kamu berapa pun itu" ucap Heni setelah melempar cek kosong itu kepada Diandra.
Diandra yang sudah tidak tahan mendengar hinaan dari Heni segera menghapus air matanya dan segera menundukkan dirinya sambil meraih cek kosong yang berada di lantai setelah meraihnya Diandra dengar membenarkan posisinya.
"dasar wanita sombong, kamu pikir siapa kamu?" jawab Heni yang merasa marah akibat mendengar perkataan Diandra.
"terserah Tante mau bilang apa saja, karena sampai kapan pun saya tidak akan meninggalkan Kevin" jawab Diandra yang memberanikan diri melawan Heni walaupun sebenarnya dia takut tapi dia tidak mau di rendahkan.
"baiklah, kalau kamu menolaknya tapi jangan menyesal karena saya pastikan Kevin akan meninggalkan kamu" ujar Heni sambil membalik badannya. " oh iya kamu simpan saya cek itu dan pikirkan baik- baik tawaran saya" sambung Heni sambil melangkah keluar apartemen.
Diandra yang melihat kepergian Heni langsung menjatuhkan dirinya dia sudah berusaha kuat tetapi dia tidak bisa seketika Diandra menangis mengingat kembali bagaimana Heni yang tidak lain ibu Kevin menghina dan menginjak harga dirinya.
"mengapa orang kaya selalu menilai sesuatu dengan uang saja, ibu Diandra butuh ibu" ucap lirih Diandra di sela tangisannya andai saja ibunya berada di sampingnya sudah pasti ibunya akan membelanya.
__ADS_1
****
Kevin yang dari pagi mencoba menghubungi Diandra namun ponsel Diandra tidak aktif membuatnya khawatir tanpa pikir panjang Kevin segera keluar kamar untuk pergi melihat keadaan Diandra karena dia sangat takut terjadi apa- apa dengan Diandra.
saat sampai di lantai bawah Kevin segera berlari menuju pintu dari kejauhan Bima yang melihatnya segera menghentikan Kevin tentunya dia tau kemana anaknya akan pergi.
"mau kemana kamu?" ucap Bima sambil berjalan ke arah Kevin.
"pergi keluar" Kevin segera menghentikan langkahnya saat mendengar suara papinya.
"menemui wanita itu" tebak Bima yang sudah berdiri di belakang Kevin.
dia segera membalik badannya saat mendengar ucapan dari papinya sedangkan Bima hanya bersikap santai saat Kevin menatapnya tidak percaya dengan apa yang barusan Bima katakan.
"maksud papi apa?" tanya Kevin sambil menatap penuh tanya ke atau papinya.
"kamu akan menemui wanita rendahan itu bukan? " ucap Bima.
"papi tau tentang Diandra?" tanya Kevin sambil menatap tidak percaya bahwa papinya sudah mengetahui tentang Diandra padahal dirinya belum memberi tahukan tentang apapun.
"terserah siapa namanya, tapi mami tidak ijinkan kamu pergi menemui dia" sahut Heni yang berjalan dari dalam menuju ke arah suami serta anaknya.
Kevin segera melihat ke arah maminya dia semakin tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan, hingga sejenak Kevin mencerna ucapan kedua orang tuanya hingga dia tersadar.
"jadi mami dan papi sudah tau tentang Diandra dan aku" tanya Kevin sambil menatap bergantian papi dan maminya.
"tentu saja kami tau, jadi mami minta tinggalkan wanita itu Vin" jawab Heni.
__ADS_1
"apa?" ucap Kevin menatap tidak percaya dengan permintaan maminya.
"apa kamu tidak dengar tinggalkan wanita itu" jelas Bima sambil menatap penuh amarah kepada Kevin.